22 Maret 2015

Perkenalkan, Namanya Semi

Namanya Semi. Dia hanya datang sekitar tiga bulan dalam setahun, sisanya dia pergi ke tempat yang lebih menerimanya, nomaden antara utara dan selatan. Di pusat khatulistiwa, dirinya tidak dikehendaki, dan kondisinya tidak memadai baginya untuk tinggal. Lagipula, pusat dikuasai oleh raja dari segala raja: musim panas yang sedang.

Namanya Semi. Saat dia tiba dan bertiup di suatu tempat, ruh-ruh di bunga-bunga kecil yang hanya bisa bersembunyi di dalam tanah saat Dingin datang saja terbangunkan, apalagi di pepohonan yang berani meranggaskan seluruh daun-daunnya.

Katanya, 'Semi sudah tiba. Kalian aman dari Dingin sekarang. Tumbuh dan berkembanglah,' lalu serentak daun-daun kecil berebutan keluar dari tangkai pohon, dan kuncup bunga berdesak-desakkan mengambil tempat hingga waktunya tiba untuk merekah.

Tetapi mereka masih bergerombol dekat-dekat, takut Dingin tiba-tiba muncul lagi, mungkin.

13 Maret 2015

Hari 'Keberuntungan'

Tiga, empat, lima, aku menyalip sepeda-sepeda di depanku dengan kekuatan penuh. Kukayuh cepat-cepat sepedaku. Hanya ada lima, empat, tiga menit hingga kuliahku dimulai. Hari ini mungkin akan jadi kali kesekian aku memecahkan rekor bersepeda dari asramaku ke fakultas.

Kubunyikan bel sepedaku keras-keras ketika dua orang di perempatan jalan di hadapanku menyeberang tanpa melihat kiri kanan karena asyik mengobrol. "Minggir, minggir!" teriakku, dan barulah mereka sadar. Untung mereka tidak tertabrak.

Tiga, dua, satu menit lagi. Aku masuk ke parkiran sepeda Fakultas Teknik. Pukul sebelas lebih empat. Kuliahku mulai pukul sebelas lebih lima, tetapi tidak ada parkir sepeda yang kosong. Harus kutaruh di mana sepedaku?

Parkirannya hanya kosong jika kamu datang sebelum pukul sembilan.

10 Maret 2015

Formal at Pembroke College

Approximately two weeks ago, my friends and I went to Pembroke College for a formal hall. It was my first and last formal hall of this term. I wish I could go to more, but as a student who relies on scholarship, I don't have such privilege.

Pembroke was beautiful!

No, please don't start asking me, "Did you drink the wine, Titan?"

02 Maret 2015

Untuk Perempuan Indonesia

Mungkin saya masih terlalu muda untuk berbicara mengenai topik seluas 'Perempuan Indonesia'. Tetapi ada beberapa hal yang menggelitik.

"Tan, kamu ambil Teknik Mesin? Ceweknya sedikit dong?"

"Kamu perempuan, hati-hati kalau sekolahnya ketinggian, nanti lelaki kabur semua."

"Kenapa harus susah-susah belajar, kalau ujung-ujungnya nanti hidupnya hanya berputar di dapur-sumur-kasur?"

22 Februari 2015

Halfway through Cambridge

Lent term has been great! Of course, the classes are challenging and life never gets any easier; but I am surprised by how much I can cope with it. Now, it is week 6 of Lent term in Cambridge, which means that there are only 2 weeks left before the Lent term ends.

Which means... I am halfway through Cambridge!

When I realized that, my head said, "What? So fast! I have done nothing in Cambridge, and I need to go back to MIT soon."

No way! I fall in love with English breakfast already. Where can I get proper English breakfast in Indonesia/ the States?

08 Februari 2015

Jas dan Jenaka

Ada yang terlupa: bahasa pertama. Dengan niat awal membagikan pengalaman lebih pada khalayak yang lebih luas, beberapa bulan terakhir, tulisan dengan tema rupa-rupa selalu kutulis dalam Bahasa Inggris.

Tidakkah kamu lelah? Bukankah banyak kosakata yang tak bisa sepenuhnya diterjemahkan ke bahasa itu?

Benar, dan tanpa terasa, akhirnya aku terbiasa. Terbiasa tidak mengacuhkan potongan-potongan yang meminta diekspresikan.

Berikut ini karya pendekku dalam bahasa pertama: Jas dan Jenaka. Karya sebelumnya, Jika dan Jarak, Jumpa dan Jemari, Jenazah dan Jelaga, serta Jumat dan Jembatan, juga bisa dibaca.

Tema kali ini adalah tentang alter ego. Jika kamu bisa bertukar tempat dan mencoba menjalani kehidupan orang lain selama sehari, orang seperti apa yang akan kamu pilih?

Selamat menikmati.

07 Februari 2015

Snow in Cambridge (Finally!)

I was so happy few days ago, because it finally feels like winter in Cambridge!

Isn't the view outside my room just lovely?

30 Januari 2015

Kenalkan, Ini Ibuku

Sebelum aku pergi merantau, aku tidak mengira seberapa drastis interaksiku dengan ibu akan berkurang. Cintaku dengan beliau memang berat di internet dan zona waktu, rupanya. Kadang beda sebelas, dua belas, atau tiga belas jam; kadang pula beda lima, enam, atau tujuh jam. Tergantung posisiku di mana, dan sedang musim apa.

Boleh jadi memori ibu terisak sambil melambaikan tangan di luar ruang check-in bandara bisa kuputar berkali-kali, tetapi ada lebih banyak hal hal lain yang selalu kuingat dari beliau. Sesuatu yang hanya kusadari setelah berada jauh dari beliau, yang membuatku berpikir, "Aku ingin menjadi seperti ibu di masa depan."

26 Januari 2015

Segera: 2016

"Saat ini aku bekerja di Ibu Kota. Rasanya, kuliah kemarin itu seperti main-main saja. Di sini, hidup benar-benar nyata. Mencari uang itu susah, dan aku harus banting tulang."

"Aku ikut les masak dan sebagainya bukan apa-apa, Tan, tetapi akan tiba waktunya aku harus menikah. Sebagai istri, dan ibu yang baik, aku setidaknya harus bisa memasak makanan favorit keluargaku. Aku tak ingin keluargaku mengandalkan pembantu."

"Sekarang, tiap pulang kuliah aku selalu belajar IELTS. Aku ingin mengejar beasiswa LPDP. Supaya bisa mengejar impian terdalamku: sekolah dan jalan-jalan di luar negeri. Doakan ya, Tan."

Padahal dulu kita semua pernah bermain-main tanpa akhir.

Rasanya masih baru kemarin, main-main riang, tapi tiba-tiba kehidupan sudah menghadang di depan. Foto ini diambil oleh Fadhil Zaky W. saat Tur Budaya SMAN 3 Bandung, tahun 2010 di GWK, Bali. Yo, kelas RSBI!

22 Januari 2015

10 Hal yang Selalu Kubawa ke Manapun

Aku benar-benar tertarik dengan fenomena Hipwee belakangan ini. Dengan pola judul, "X Hal/ Tips/ Objek/ Tempat yang (Subjek) (Predikat) (Objek/ Keterangan)," Hipwee sepertinya mendapatkan tempat tersendiri di hati para aktivis media sosial. Sudah bukan hal yang aneh lagi saat kamu membaca artikel-artikel ini, kamu memencet tombol 'bagikan' agar seluruh temanmu di media sosial membacanya. Motifnya, kadang karena kamu memang suka artikelnya/ relevan dengan keadaan kamu saat itu, kadang untuk menyindir temanmu, atau untuk memberi 'kode'.

Kali ini, perkenankan aku untuk mencobanya. Berikut ini adalah 10 hal yang selalu kubawa ke manapun. Mau saat bepergian di Indonesia, ataupun saat ke luar negeri.