10 April 2016

Quick Update: Kuis Kartu Pos

Reading time: Quick!
Language: Bahasa Indonesia

Terima kasih untuk para pembaca blog ini, yang sudah berbaik hati meluangkan waktunya untuk mengirimkan entri untuk Kuis Berhadiah Kartu Pos dari Washington DC. Dari kemarin, saya sudah menerima banyak surel yang masuk dari kalian semua, dan I feel so humbled to read how all of you have been influenced with this blog in so many different ways.

Berita baiknya adalah...

I got global stamps several days ago!

03 April 2016

Musim Semi Washington DC: Sakura! (+Kuis Berhadiah Kartu Pos)

Reading time: 2-3 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Beberapa hari yang lalu, aku sempat bolos kuliah (jangan ditiru, ya) untuk mengurusi beberapa hal soal visa di Washington DC. Tiba-tiba aku ingat, "Oh ya, Tom Lamberth (kepala program wilderness di UWC) dulu pernah memberikan kartu pos dengan National Mall berlatarkan pohon sakura."

Kurang lebih seperti ini. National Mallnya jadi kelihatan kecil, bukan?
Lalu, aku berpikir, kalau aku booking tiket pesawatnya berangkat lebih pagi dan pulang lebih malam, mungkin aku sempat jalan-jalan ke tempat yang banyak sakuranya!


Spring Break: DLab Project di Kolombia (2)

Reading time: 2-3 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Selain mengerjakan prototipe, seperti yang telah kuceritakan sebelumnya, kami sempat jalan-jalan ke berbagai tempat di Bogota dan sekitarnya. 

Naik Teleferico ke Monserrate!

28 Maret 2016

Lebih Rasional Berekonomi

Reading time: 2-3 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Beberapa waktu lalu, aku mendapat rekomendasi buku dari temannya temanku. Buku ini menyentil, dan membuatku berkata, "Oh, ternyata manusia itu tidak selalu berpikir 'rasional'." Buku ini juga menjawab pertanyaan tentang sikap-sikap manusia yang kadang tak masuk akal. Buku yang ditulis oleh Professor Ekonomi di MIT ini, tergolong ringan, dan harus kamu baca jika ingin menyadari sikapmu sendiri saat berekonomi (kata singkat dari "memutuskan melakukan sesuatu, given all the possibilities").

Judul bukunya, Predictably Irrational by Dan Ariely. Kali ini, aku hanya akan memberikan ringkasan singkatnya. Semoga kalian semua lebih tergelitik untuk membaca bukunya sendiri, hehe.

Sering kali, asumsi ekonomi yang orang-orang lakukan adalah, "Manusia berpikir rasional." Tetapi, ternyata ada banyak caveats dari asumsi ini, dan kadang membuat kita berpikir irasional dalam memutuskan suatu hal. Perilaku ini diamati oleh Dan Ariely, selaku behavioral economist. Berikut ini garis-garis besar dari caveats yang Ariely berikan di bukunya.


26 Maret 2016

Spring Break: DLab Project di Kolombia (1)

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia
Bagian keduanya bisa dibaca di sini

Seperti yang pernah aku ceritakan di sini, akhirnya spring break kali ini aku habiskan di Kolombia, di sekitar Bogota, untuk bekerja dalam project yang kulakukan di kelas Development Lab-ku semester ini: membantu petani serbuk sari dari lebah. Dua minggu sebelumnya, aku sempat deg-degan karena pasporku masih di Kedubes Swedia, untung dikembalikan secepatnya, via FedEx. Maafkan mahasiswi buang-buang uang untuk FedEx seperti aku, ya Allah.

Sejujurnya, aku tak punya banyak 'waktu transisi' untuk mempersiapkan keberangkatanku ke Kolombia ini. Tiga hari terakhir sebelum berangkat, aku sibuk dengan graduate school open house Mechanical Engineering Department di MIT. Bahkan karenanya, aku harus bolos banyak kelas, dan merasa kelelalahan luar biasa karena 'bersosialisasi' seharian penuh. Packing pun kulakukan seadanya, secepatnya. Satu hal yang kulupakan: check-in online. Akibatnya, di dua penerbangan yang penuh turbulensi, aku dapat tempat duduk paling belakang, di ekor pesawat, dan guncangannya benar-benar terasa. Badanku pun tak enak sepanjang perjalanan. Maklum, sejak kecil aku sering mabuk kendaraan.

Bienvenidos a Colombia!

06 Maret 2016

Pentingkah Magang*?

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia

*Magang: Tak harus di perusahaan besar, bantu proyek dosen atau volunteer di NGO juga bisa.

Musim bergulir, semester berlalu, tak terasa libur semester akan segera tiba. Untuk teman-teman yang sedang berkuliah, mungkin sudah merencanakan untuk liburan berasama keluarga atau teman-teman. Tetapi, benarkah kita perlu tiga bulan penuh untuk liburan?

Beberapa temanku di sini sudah kasak-kusuk mencari tempat magang sejak kembali ke kampus bulan September. Istilahnya, musim panas belum juga usai, tetapi mengapa harus sudah mulai mencari magang untuk musim depan?

Di berapa kurikulum kampus di Indonesia, magang/ kerja praktik diganjar beberapa SKS dan dilaksanakan selepas tingkat dua atau tingkat tiga. Di samping memenuhi syarat kelulusan, haruskah tiap liburan kita tetap magang?

Melihat teman-temanku di sini, jawabannya cukup jelas: ya. Ya, tiap liburan ada baiknya diusahakan untuk magang.


24 Februari 2016

Semester Terakhir dan Pilihan yang Banyak

Reading time: 2-3 minutes
Language: Bahasa Indonesia


Halo, semuanya! Apa kabar? Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan dan kelancaran untuk semua urusanmu, ya.

Kali ini, aku ingin bercerita sedikit soal semester terakhirku di MIT, termasuk apa saja kegiatanku belakangan ini. Sebenarnya, aku hanya butuh dua kelas untuk wisuda (tidak ada skripsi, karena semester lalu aku sudah selesai mengerjakan final project-ku), tetapi untuk mempertahankan status F-1 visa holder (student visa), aku harus registrasi full time, minimal tiga kelas. Lagipula, terlalu banyak kelas yang masih ingin aku ambil, yang tidak sempat kuambil di tahun sebelumnya!

Kurang lebih jadwalku seperti ini.

03 Februari 2016

IAP: First Time for Everything

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Jika IAP tahun 2014 aku sempat membuat truffle cokelat sendiri, dan ikut training supaya bisa menggunakan mesin mill dan lathe; jika IAP tahun 2013 aku sempat belajar main anggar, belajar programming Python, jalan-jalan ke Worcester, dan kerja sambilan di admission office, IAP tahun ini aku mencoba hal-hal baru! Mungkin kalian sempat membaca satu-dua entri di blogpost sebelumnya, tentang daily reflection-ku.

Kali ini aku ingin menyajikan laporan lengkap tentang beberapa hal yang kulakukan selama IAP terakhirku sebagai undergraduate, mulai dari bergabung dengan MIT Urban Risk Lab untuk membantu project Emergency Preparedness Hub mereka, mengambil kelas Cross-Cultural Collaboration (demi menjadi kolaborator lebih baik dalam satu tim), bermain ski, ikut workshop Japanese Tea Ceremony, dan ikut workshop Ikebana, atau seni merangkai bunga dari Jepang.

Workshop ikebana pertamaku! Bunga dan alat-alatnya mereka sediakan.

29 Januari 2016

Bahaya Arsenik Mengintai di Air Minum Kita

Reading time: 4-5 minutes
Language: Mostly Bahasa Indonesia
Arsenic poisoning from wells is getting worse in India and other parts of Asia, harming millions while scientists scramble to find safer sources. -Katy Daigle
Ketika mencari sumber untuk mengetahui lebih dalam soal kontaminasi di air minum, saya menemukan satu artikel yang menarik, oleh Katy Daigle yang dipublikasikan di Scientific American, 1 Januari 2016 lalu, yang berjudul Death in the Water. Ada bahaya yang mengintai negeri kita, yang mungkin tidak kita perkirakan sebelumnya. Fakta yang tertera di post kali ini berasal dari artikel ini.

Masih ingat kasus Munir yang dibunuh dengan diracun arsenik? Jika elemen kimia satu ini tidak sengaja tertelan di atas batas ambang, sudah dipastikan nyawa melayang. Tak ada cara yang mudah untuk mendeteksi racun satu ini, karena dia tidak berbau, berwarna, atau berasa. Berbeda dengan racun sianida, yang terasa seperti almond pahit, dan bisa terdeteksi dalam jumlah signifikan.

Di India, kontaminasi air oleh arsenik sudah bukan hal yang baru. Ada banyak cara yang dilakukan untuk menghindari meminum air terkontaminasi ini, salah satunya adalah dengan menggunakan filter dan menghindari mengebor sumur di area tertentu. Selain berbahaya jika tertelan, air yang terkontaminasi arsenik juga berbahaya bagi kulit kita jika sering terpapar (misalkan, menggunakannya untuk mandi). Saintis menemukan, berdasarkan hasil mapping, kalau Indonesia merupakan area yang rentan oleh air yang terkontaminasi arsenik. Bagaimana bisa?


IAP Daily Reflection 2

Reading time: 4-5 minutes 
Language: English
Part 1 can be found here

As a part of our Cross-cultural Collaboration class (which I talked about in previous post), we have to write a daily reflection. For some people, it might be hard to keep in track and not slack off. For me, I was really happy to get this assignment. As you probably know by now, I love writing, but I have been slacking off and finding 'busy' as a strong excuse not to write more.

Just a quick recap: this IAP (Independent Activities Period, MIT term for 1-month long winter term), besides taking Cross-cultural Collaboration (CCC), I am also doing a UROP (Undergraduate Research Opportunity) with MIT Urban Risk Lab. The rest of the time? I am just learning how to cook, bake, and going to different museums, haha.

So, this is what I have done so far in the second week of January (which is taken from my assignment).