22 Juni 2016

Current Position: Singapore

Reading time: 2-3 minutes
Language: English

Greetings from Singapore! I don't remember if I have told you this, but I am currently on my second week of research internship at Singapore University of Technology and Design. I am here for six more weeks, working on electric vehicles, especially the cooling system.

Does that sound like a lot of Heat and Mass Transfer? Perhaps, it is. I was scared at the beginning, too. H & MT is not my strength, to be honest. However, I am learning a lot from my mentor!


Driving the P0 (Prototype 0) of the vehicle! With Christabel, my fellow MIT friend.

14 Juni 2016

Cerita: Telepon

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Masih ingat seri cerita J yang kutulis beberapa bulan lalu? Karena aku ingin kembali menulis sesuatu yang menyenangkan (dan semoga saja cukup ringan/ tidak terlalu abstrak), musim panas kali ini aku ingin meluncurkan seri cerita baru: Cerita. Cerita-cerita yang diunggah akan berpusat pada satu tema, dan aku akan menulis segala hal dengan satu benang merah tersebut.

Semoga saja hal ini cukup menarik untuk rekan-rekan pembaca sekalian. Inilah tema pertama: Telepon.

Mungkin generasi yang sepantaran denganku mengerti betul revolusi signifikan dari telepon; saat kami lahir, pager dan telepon rumah mungkin masih jadi andalan. Tetapi sekarang ini, handphone atau telepon genggam telah menjadi raja; bahkan mereka dilabeli 'pintar', seperti ponsel pintar.

Telepon memiliki cerita sendiri untukku.

08 Juni 2016

Graduated.

Reading time: 30 seconds
Language: Bahasa Indonesia

Ucapan selamat mengalir, doa pun membanjiri lebih dari biasanya (saat saya ulang tahun). Sejak kira-kira seminggu yang lalu, saya resmi menyandang gelar sarjana. Jika ditanya bagaimana rasanya, saya akan jawab singkat: biasa saja. Keluar uang, malah, untuk rental regalia dan beli baju terusan (karena kebaya membatasi gerak-gerik saya). Belum, saya harus duduk lama menunggu nama saya dipanggil. Tetapi pidato dari aktor sekaliber Matt Damon membuat saya benar-benar terkagum-kagum dan terinspirasi.

Dan tak ada yang bisa menolak hadiah dari orang-orang terkasih.

16 Mei 2016

Why Gothenburg, Sweden and Chalmers?

Reading Time: 4-5 minutes
Language: English

I spent a week in Gothenburg, Sweden, because me, along with 6 other people, won Chalmers Global Challenge this year (as I have told you before, here). You might wonder, how different is the education system in Sweden (specifically, Chalmers), in comparison to American education system?

I was wondering about the same thing, too...

Hint: there is a (great) balance between work and life. Chalmers, also has a great number of international students!

03 Mei 2016

CV of Failures?

Reading time: 1 minute
Language: Bahasa Indonesia

Beberapa hari terakhir ini, aku melihat satu artikel yang sama yang dibagikan oleh banyak teman-temanku di Facebook. Hasilnya? Tidak peduli berapa kali pun aku memencet tombol F5, artikel itu selalu ada di bagian teratas. Artikel apakah itu?

Professor Johannes Haushofer, Assistant Professor of Psychology and Public Affairs di Princeton University mempublikasikan CV of Failures yang dia miliki. Kebalikan dari kebanyakan orang yang selalu menulis hal yang baik-baik, research grant yang berhasil dimenangkan, atau kompetisi yang berhasil dijuarai, Prof. Haushofer menulis daftar kegagalan yang pernah dia lalui: program S1, S2, S3 yang tidak berhasil beliau masuki, research grant yang tidak berhasil beliau menangkan, beasiswa mana saja yang ditolak, bahkan dari jurnal mana saja research paper-nya ditolak.

CV of Failures milik Prof. Haushofer, diambil dari sini.
Beliau berkata kepada media, bahwa ada baiknya CV of Failures ini digunakan untuk mendapatkan gambaran utuh tentang seseorang, yang kadang terlihat skewed karena kita hanya mengetahui perihal kesuksesan dan hal yang baik-baik saja.

Benarkah?


10 April 2016

Quick Update: Kuis Kartu Pos

Reading time: Quick!
Language: Bahasa Indonesia

Terima kasih untuk para pembaca blog ini, yang sudah berbaik hati meluangkan waktunya untuk mengirimkan entri untuk Kuis Berhadiah Kartu Pos dari Washington DC. Dari kemarin, saya sudah menerima banyak surel yang masuk dari kalian semua, dan I feel so humbled to read how all of you have been influenced with this blog in so many different ways.

Berita baiknya adalah...

I got global stamps several days ago!

03 April 2016

Musim Semi Washington DC: Sakura! (+Kuis Berhadiah Kartu Pos)

Reading time: 2-3 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Beberapa hari yang lalu, aku sempat bolos kuliah (jangan ditiru, ya) untuk mengurusi beberapa hal soal visa di Washington DC. Tiba-tiba aku ingat, "Oh ya, Tom Lamberth (kepala program wilderness di UWC) dulu pernah memberikan kartu pos dengan National Mall berlatarkan pohon sakura."

Kurang lebih seperti ini. National Mallnya jadi kelihatan kecil, bukan?
Lalu, aku berpikir, kalau aku booking tiket pesawatnya berangkat lebih pagi dan pulang lebih malam, mungkin aku sempat jalan-jalan ke tempat yang banyak sakuranya!


Spring Break: DLab Project di Kolombia (2)

Reading time: 2-3 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Selain mengerjakan prototipe, seperti yang telah kuceritakan sebelumnya, kami sempat jalan-jalan ke berbagai tempat di Bogota dan sekitarnya. 

Naik Teleferico ke Monserrate!

28 Maret 2016

Lebih Rasional Berekonomi

Reading time: 2-3 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Beberapa waktu lalu, aku mendapat rekomendasi buku dari temannya temanku. Buku ini menyentil, dan membuatku berkata, "Oh, ternyata manusia itu tidak selalu berpikir 'rasional'." Buku ini juga menjawab pertanyaan tentang sikap-sikap manusia yang kadang tak masuk akal. Buku yang ditulis oleh Professor Ekonomi di MIT ini, tergolong ringan, dan harus kamu baca jika ingin menyadari sikapmu sendiri saat berekonomi (kata singkat dari "memutuskan melakukan sesuatu, given all the possibilities").

Judul bukunya, Predictably Irrational by Dan Ariely. Kali ini, aku hanya akan memberikan ringkasan singkatnya. Semoga kalian semua lebih tergelitik untuk membaca bukunya sendiri, hehe.

Sering kali, asumsi ekonomi yang orang-orang lakukan adalah, "Manusia berpikir rasional." Tetapi, ternyata ada banyak caveats dari asumsi ini, dan kadang membuat kita berpikir irasional dalam memutuskan suatu hal. Perilaku ini diamati oleh Dan Ariely, selaku behavioral economist. Berikut ini garis-garis besar dari caveats yang Ariely berikan di bukunya.


26 Maret 2016

Spring Break: DLab Project di Kolombia (1)

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia
Bagian keduanya bisa dibaca di sini

Seperti yang pernah aku ceritakan di sini, akhirnya spring break kali ini aku habiskan di Kolombia, di sekitar Bogota, untuk bekerja dalam project yang kulakukan di kelas Development Lab-ku semester ini: membantu petani serbuk sari dari lebah. Dua minggu sebelumnya, aku sempat deg-degan karena pasporku masih di Kedubes Swedia, untung dikembalikan secepatnya, via FedEx. Maafkan mahasiswi buang-buang uang untuk FedEx seperti aku, ya Allah.

Sejujurnya, aku tak punya banyak 'waktu transisi' untuk mempersiapkan keberangkatanku ke Kolombia ini. Tiga hari terakhir sebelum berangkat, aku sibuk dengan graduate school open house Mechanical Engineering Department di MIT. Bahkan karenanya, aku harus bolos banyak kelas, dan merasa kelelalahan luar biasa karena 'bersosialisasi' seharian penuh. Packing pun kulakukan seadanya, secepatnya. Satu hal yang kulupakan: check-in online. Akibatnya, di dua penerbangan yang penuh turbulensi, aku dapat tempat duduk paling belakang, di ekor pesawat, dan guncangannya benar-benar terasa. Badanku pun tak enak sepanjang perjalanan. Maklum, sejak kecil aku sering mabuk kendaraan.

Bienvenidos a Colombia!