14 Agustus 2015

Mahal!

Ketika aku memutuskan pergi ke sebuah minimarket di dekat rumahku, aku terhenyak. Harga cemilan yang dulu tidak terlalu mahal, kini sudah naik drastis. Indomie yang dulu masih berkisar Rp 1.500,00-an, kini sudah di atas Rp 2.000,00. Ke mana saja aku? Apa yang terjadi?

Yang jelas, aku sadar akan salah satu alasan mengapa orang Indonesia jarang minum susu. Dengan GDP yang lebih rendah dari Inggris, dan harga makanan dan kebutuhan sehari-hari yang umumnya lebih rendah dari Inggris, harga 1 liter susunya sama dengan di Inggris. Aku mungkin termasuk orang yang beruntung bisa minum susu setiap hari.

Lalu, mengapa harga-harga mahal sekali? Mengapa kurs USD mahal sekali?


31 Juli 2015

Lulus, Lalu?

Ada yang berbeda saat aku pulang setelah tahun ke-5 di luar negeri yang ingin aku ceritakan sedikit. Untunglah, perbedaan waktu antara India dan Indonesia hanyalah 1,5 jam. Baru kali ini aku merasakan pulang ke haribaan pertiwi tanpa jetlag yang berarti. Sesuatu yang patut disyukuri, bukan?

Jadi bisa langsung jalan-jalan dan wisata kuliner. Wedang ronde di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

08 Juli 2015

Inovasi di Negara Berkembang: Mudahkah?

Kali ini saya akan merangkum banyak hal yang saya pelajari selama waktu saya di India, tentang inovasi, dan konsep 'merubah dunia menjadi tempat yang lebih baik'. Mudahkah?

Kalimat macam, "Saya ingin jadi teknisi andal, supaya saya bisa memajukan negeri ini," terdengar terlalu gamblang dan mudah diucapkan belakangan ini. Ada dua hal besar dalam kalimat itu: teknisi andal, dan memajukan negeri. Berhasil menjadi teknisi andal tidak menjamin proses memajukan negeri, begitupun sebaliknya.

Lalu, apa yang diperlukan untuk mengimplementasikan inovasi di negeri berkembang?

Saya, sedikit banyak, belajar sedikit selama tiga minggu terakhir di India.

Satu: melihat sekitar lebih banyak. Foto ini diambil saat field trip ke perajin tradisional kain sari, kain tradisional di India. Kabarnya benang emasnya terbuat dari emas asli.

06 Juli 2015

Menjadi Turis di Kerala: Boathouse dan Munnar

Masuk minggu kedua di India, peserta program workshop akhirnya mengerucut menjadi sekitar 20 orang. Pekerjaan sebenarnya baru saja akan dimulai, tetapi sebelumnya, kami pergi field trip (dan bersenang-senang) dulu di boathouse dan Munnar.

Ada apa saja di kedua tempat tersebut?

Munnar, diselimuti kabut sore hari. Aku sempat beli jagung bakar di sini untuk makanan berbuka.
Boathouse di Alappuzha.

27 Juni 2015

Kabar Pertama dari India

Baru kali ini aku merasakan sulitnya mendapatkan koneksi internet yang memadai selain di Indonesia. Tidak hanya karena kesibukanku yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga karena aku bergantung pada wi-fi di tempatku tinggal/ workshop/ lab di sini.

Saat ini aku berada di state Kerala, India, berpindah-pindah di antara berbagai kota. Minggu lalu aku ada di Trivandrum untuk TechTop Workshop, saat ini aku berada di Chirayinkil, mulai hari Senin aku akan pergi ke tempat lainnya untuk field trip.

Pantai Shankumugham, Trivandrum. Samudera Hindia bisa kamu lihat jelas. Dari sini aku bisa renang langsung ke Indonesia.

11 Juni 2015

Hatur Nuhun Cambridge!

Program pertukaran mahasiswaku berakhir juga. Dengan begitu, bulan September ini aku harus kembali ke Amerika Serikat, meneruskan kuliahku di MIT. Jika segala sesuatunya lancar, insya Allah aku akan lulus bulan Juni 2016. Sebelum kembali ke Amerika Serikat, aku akan magang di India, lalu pulang ke Indonesia untuk beberapa minggu.

Jadi, bagaimana rasanya setelah setahun (sembilan bulan, satu tahun ajaran) berada di Cambridge?

Seperti punting, mungkin. Terlihat mudah, tetapi sebenarnya tidak.

09 Juni 2015

Ely

What is Ely? It is a city in Cambridgeshire, only 15-20 minutes away from Cambridge by train. So many people have told me that I should go to this small town, not only because it has a beautiful cathedral, but also because of its tearooms.

And it only costed 2.95 Poundsterling for the return ticket, with the railcard!

05 Juni 2015

Easter Projects: Heat Exchanger and Bike Design

Hello, everyone! I have been busy doing my Easter term projects. So, a third year engineering student at Cambridge needs to do two projects after he/ she is done with exams. I chose bicycle design (because there are so many bikes in Cambridge!) and heat exchanger (because I took Thermodynamics, and Heat & Mass Transfer). I learnt a lot from these projects, and I had good team (thanks, team!).

The assembled heat exchanger! His name is Albert.

22 Mei 2015

Afternoon Tea in Grantchester

Last weekend, my friend, Jeremy, a PhD student in Engineering, and I decided to cycle to Grantchester, a tiny town, which is about 5.5 km from our college, or 4 km from Cambridge city center. Grantchester is famous for its tea garden. You can enjoy your afternoon tea, with scones, in the garden.

The shortest way to go there from my college was to take the narrow path in Grantchester meadows. It was such a beautiful day! There were so many yellow-white little flowers, which are the signs of spring here.

Further down the road, there are some cows chilling under the trees.

12 Mei 2015

'Wish You All the Best!'

Belakangan ini, aku sadar akan suatu hal saat aku melihat sosial media milikku. Banyak teman-temanku di Indonesia yang mengunggah foto pesta kejutan ulang tahun teman mereka, atau balon, bunga, selempang, dan makanan untuk teman-teman mereka yang lulus sidang skripsi. Tidak lupa, foto-foto itu dibuat kolase berdempetan banyak, atau kadang cukup satu foto saja dengan semua orang yang terlibat dalam perencanaan acara-acara tersebut.

Apakah makna 'selamat' telah mengecil menjadi unggahan foto sambil memberikan hadiah dan kue macam-macam?

Tulisan kali ini terinspirasi dari ulang tahun temanku. Selamat ulang tahun, semoga segala sesuatunya lancar, ya!