09 Januari 2009

mengapa harus belajar?

hal yang begitu biasa, bahkan dianggap sangat lazim di negeri ini ketika generasi mudanya sangat ogah-ogahan dalam belajar dan menuntut ilmu. miris, dan membuat beberapa orang yang peduli mengelus dada. sebenarnya, ada yang salah dalam pemahaman mengenai ‘belajar’ dalam diri masyarakat kita. apa yang salah? lalu mengapa harus belajar?

sungguh, saat ini jika segelintir orang yang peduli di negeri ini mempunyai kekuatan yang luar biasa, yang mereka ingin lakukan adalah mengubah mindset atau cara berpikir masyarakat kita (terutama generasi muda) yang terlanjur mengakar negative tentang pemahaman hidup, kehidupan, belajar, dan pembelajar. sebenarnya, tak ada yang salah dengan negeri ini jika cara berpikir setiap masyarakatnya positive. tak akan ada keluhan tentang betapa terlalu banyaknya jumlah penduduk di negeri ini. jika cara berpikir positive telah tertanam dalam benak setiap masyarakat, jumlah penduduk yang luar biasa banyaknya di negeri ini justru akan menjadi aset yang benar-benar prospektif.

hal pertama yang harus diubah adalah pemahaman tentang hidup dan kehidupan. salah kaprah jika ada yang mengatakan bahwa hidup yang baik adalah yang enak, tak ada masalah, dan kaya harta. tak ada satu orang pun di dunia ini yang bisa hidup seperti itu, perlu dicatat. justru inti dari hidup itu sendiri adalah menghadapi masalah, memecahkannya, lalu menghadapi masalah lagi, dan memecahkannya lagi, terus menerus seperti itu hingga tiba waktunya kehidupan kita diputus, dan menuai hasil dari ‘pemecahan-pemecahan masalah’ selama kita hidup. dan agar suatu masalah dapat kita pecahkan, kita membutuhkan ilmu. ilmu hanya bisa didapatkan dengan menuntutnya, dengan belajar. jadi, selama hidup kita dituntut untuk menjadi manusia pembelajar, manusia yang dapat belajar dari setiap masalah yang menimpanya, dan peka terhadap apa ‘tanda-tanda’ alam di sekitarnya. kita bisa hidup sampai saat ini pun karena kemampuan kita belajar dalam memecahkan masalah hingga saat ini. hargailah, tapi jangan lupa, di masa depan masalah akan semakin berat, dan menuntut ilmu dan pembelajaran yang lebih.

jadi, belajar tak semata-mata datang ke sekolah, duduk di kelas, dan memperhatikan guru mengajar. itu hanya salah satu cara belajar. banyak cara belajar yang lain, bahkan tanpa duduk di bangku sekolah. dan dapat disimpulkan, salah satu esensi dari hidup adalah belajar.

kadang, kita (termasuk saya juga) sudah mengerti esensi dari suatu kegiatan, sudah mengerti tata cara untuk melakukan kegiatan tersebut, tapi motivasi yang kurang (dan rasa malas) mengandaskan segalanya. ada satu cara yang cukup efektif untuk menanggulangi, yaitu dengan menacari sebanyak-banyaknya alasan mengapa kita harus melakukan kegiatan tersebut. sehingga, saat motivasi kita melemah dan memikirkan betapa banyak alasan yang membuat kita merugi jika meninggalkan kegiatan tersebut, motivasi akan sedikit meningkat dan pada akhirnya, konsistensi kita dalam melakukan kegiatan tersebut terwujud.

dan berikut ini, beberapa alasan mengapa saya harus belajar, yang membuat motivasi saya untuk menjadi murid kehidupan agak terdongkrak.

saya belajar untuk hidup. tak ada gunanya hidup tanpa menjadi pembelajar. sia-sia. karena sudah harfiahnya saya sebagai manusia diciptakan untuk belajar lalu memecahkan masalah. untuk menjadi khalifah (pemimpin) di dunia. jika tidak untuk kelompoknya, maka dia memimpin untuk dirinya sendiri.

saya belajar untuk bertahan hidup. tanpa menjadi pembelajar, saya takkan bisa survive menjalani hidup ini. dalam konteks ini, saya membutuhkan keberlangsungan hidup saya.

saya ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya, ingin kedua orangtua saya melihat saya dengan bangga ketika saya berhasil menaklukan tebing-tebing kehidupan sebagai satu-satunya cara berterimakasih pada mereka. karena orangtua tak butuh uang yang saya hasilkan setelah bekerja dan mapan, tapi mereka hanya ingin jerih payah mereka mendidik saya begitu susah terbayar saat saya berhasil menaklukan hidup.

saya ingin merasa nikmat dan bahagia dengan hidup saya sendiri. dengan belajar demi kehidupan, setiap proses dapat saya nikmati sebagai tahap menuju suatu kebahagiaan, semacam menabung bahagia dalam tiap tahap pembelajaran.

saya ingin orang lain mengakui kemampuan saya dalam memecahkan masalah dan menaklukan tebing kehidupan. bukan berarti sombong, tetapi hanya ingin dihargai karena saya dapat memecahkan masalah.

saya ingin berbuat baik dengan menerapkan ilmu saya dalam mengatasi masalah orang lain. karena mungkin orang lain punya solusi dan ilmu untuk memecahkan masalah saya. untuk itulah kita diciptakan untuk berbagi, untuk saling membantu memecahkan masalah dalam kehidupan dengan berbagi ilmu.

saya ingin meraih kepuasan saat saya berhasil membuka rahasia-rahasia dunia yang saya yakin pasti masih banyak bertebaran dan belum terungkap.

dan masih banyak lagi yang mendasari saya untuk belajar. dan akan saya tambahkan nanti, ketika saya sadar, masih terlalu banyak hal yang mendasari saya untuk belajar. mari kita berbagi motivasi, agar kita bisa menjadi lebih baik. saya tunggu.

saat saya sedih, saya belajar untuk menjadi gembira. dan saat saya gembira, saya belajar untuk menjaga kegembiraan tersebut.
*sumber gambar: www.smart-kit.com

9 komentar:

  1. Hmm... Tulisan yang menggugah hati. Jadi orang tua juga ternyata masih harus banyak belajar.

    BalasHapus
  2. Hmm... Tulisan yang menggugah hati. Ternyata menjadi orang tua juga masih harus banyak belajar :)

    BalasHapus
  3. seperti kata pepatah lama, menuntut ilmu itu secara harfiahnya memang untuk hidup, dari lahir hingga liang lahat

    BalasHapus
  4. http://nengratna.blogspot.com/2008/12/are-we.html

    share ya. aku juga sedih lihat temen2banyak yang malas belajar, malah ngegedein main. kalau kita dicap laknatullah gimana? azab mana lagi yang akan kita tanggung! (sok puitis bgt)

    BalasHapus
  5. http://nengratna.blogspot.com/2008/12/are-we.html

    share ia..

    BalasHapus
  6. iya, setuju. tapi kita musti ingat kalau kita hidup untuk menghadapi masalah dan belajar. jika kita sudah memiliki pengetahuan (baca: pemahaman) mengenai esensi belajar tersebut, jangan hanya buat sendiri, share juga dengan yang lain. kapan kapan ajak juga teman yang 'ngegedein main' baca postingan di blog kita. karena kita juga hidup untuk saling mengingatkan (QS. Al-Ashr)

    BalasHapus
  7. saya pikir anda adalah seseorang yang bisa menggapai sukses hanya dengan mengikuti aturan dan semua berjalan dengan baik baik saja, tanpa peduli dengan lingkungan sekitar dan seakan tidak pernah memikirkan untuk apa kita hidup?
    saya salah
    anda luar biasa.
    #sokJudge #LikeABijak

    BalasHapus