
Kalau boleh tertawa, aku mau tertawa sekencang angin Bohorok di Sumut, atau sepuas Mbah Surip bernyanyi Tak Gendong. Kalau boleh juga tersenyum, aku mau tersenyum selebar
Dulu, dia sama sekali tidak pernah menulis. Hanya satu kali saat sedang ber-putih merah alias masih SD. Dia pernah mengikuti lomba sinopsis, sedangkan aku saat itu juga tengah mengikuti lomba matematika yang dilanjutkan menuju tingkat nasional. Sedangkan Ratna, malah mandek karena tidak masuk juara tiga besar pun. Senyumku pun tersungging. Tapi, dia sama sekali tidak kecewa, apa lagi bersedih. Cuek sekali. Saat SMP pun tak ada sesuatu yang terlalu berarti. Justru seperti seorang anak yang kehilangan buku pelajaran, ia banyak ber-absurd ria melalui status-status YM—media ‘ngobrol online’ yang saat itu sedang naik daun.
Menjejak Tanah Lewat Blog
Dalam kurun waktu yang singkat, internet banyak membuka wawasan masyarakat dan sedikit menyeret kehidupan menjadi datar. Sama seperti kita juga yang menjadi addict untuk membukanya. Bahkan hanya untuk sekadar membuka jejaring sosial paling terkenal saat ini, alias Facebook, kita punya waktu khusus. Manusia memang aneh. Mereka bekerja, mereka bermain, mereka bersosialisasi, mereka berbagi, mereka mencari ilmu, mereka mencari uang, dan menulis melalui internet. Tak ada bedanya dengan Ratna. Dia mulai menulis banyak hal melalui blognya, sering meng-update-nya, atau menyinggung-nyinggung blog ini karena sedikit narsis. Dia uga bercerita tentang banyak hal yang didapatkannya dari blogging. Meski mengaku-ngaku dengan sesebutan “nengratna” yang jujur, sedikit asing, belakangan aku tahu, ternyata dia mendapatkan barang-barang menarik dari internet melalui posting-posting di blognya ini.
Mengepakkan Sayap di Dunia Twitter
Selain dengan blog, dia juga banyak menyampaikan bunga-bunga imajinasi dan akar-akar inspirasinya melalui twitter. Menyenangkan juga rupanya, melakukan brainstorming dengannya melalui twitter-ku. Menunjang kehidupan dan loyalitasnya di dunia datar dengan twitter, adalah ide yang topcer. Lingkungan yang educationally dalam twitter, membuka banyak hal tentang perempuan ini. Menulis, memang lebih mudah dari pada berbicara.
Terbang ke Angkasa Nusantara
Menteri negara? Waw. Bangga sekali rasanya kalau bisa bertemu. Belum, tapi mungkin akan. Kali ini, Menpora (Menteri Pemuda dan Olah Raga) bersama Forum Lingkar Pena menunjuknya sebagai juara kedua dalam lomba esai Kepemudaan Tingkat Nasional. Luar biasa. Tulisannya memang sangat menggugah, konyol, menyentil dan membuat siapa saja jadi gemas.
Lalu, berita terakhir yang aku dengar adalah yang satu ini: beasiswa. Wuz! Aku terhenyak, saat mendengarnya menerima hadiah beasiswa senilai jutaan dari info24jam.com dari tulisannya yang satu ini.
Ikuti Kontes E-Narcism, Gaul dan Eksisnya si Teman di Internet, dan menangkan 6 buah iPod persembahan dari Bhinneka.com dan 24 t-shirt E-Narcism dari Grin Clothing.

selamat.... menang kontes ya......
BalasHapus@tukang sorak terima kasih. semoga ini awal jalan yang lebih baik untuk semuanya.
BalasHapusselamat...............
BalasHapussemoga selalu tetap intents di dunia bloger...
eh maap satu lagi "salam kenal ya...!!!!"
@viva la terima kasih. salam kenal juga :)
BalasHapusterima kasih telah mereview saya ya ...
BalasHapusalhamdulillah, dapat ipod suffle ya den?
Lumayannn $50. eheheh :)
@nengratna iya makasih juga yaa ;)
BalasHapus50 dollar? *gelap mata