Aku tak menyangka bahwa aku bisa berdiam diri di perpustakaan hingga 8 jam lamanya hari ini. Sebagian besar tugas yang kumiliki telah beres kuselesaikan, dan aku merasa puas luar biasa dengan apa yang telah kulakukan.
Hari ini, sementara temanku masih terbuai dalam nina bobonya, aku beranjak. Alarm di ponselku berdering, dan mau tak mau aku harus memaksa diriku: banyak yang harus kukerjakan hari ini.
Setelah mandi, kuambil kunci kamarku dan kupenuhi ranselku dengan buku, laptop, serta catatan post-it-note kecil berjudul: I need to get THESE done TODAY.
Aku berjalan menuju perpustakaan, seperti ujung ke ujung dari asramaku. Matahri pagi masih hangat, dan awan pun belum tampak. Langit benar-benar biru, tapi cuaca masih berkisar 17 derajat Celcius. Mau tak mau, kurapatkan kardigan biruku dan mempercepat langkahku.
Kutaruh tasku di atas meja, kemudian aku melihat-lihat sebentar sebelum mulai bekerja.
Benar sekali. Aku bekerja di ruang komputer perpustakaan. Karena letaknya paling pojok, jarang sekali orang yang berlalu lalang. Tempat paling pas untuk menghindari gangguan.
Juga sejuta buku referensi untuk masuk universitas. Oh ya, doakan aku ya teman-teman. Wawancaraku yang pertama dengan universitas minggu depan. Tepatnya dengan Jacobs dan Westminster. Semoga aku bisa membawa nama baik Indonesia, ya.
Armand Hammer adalah philanthropist yang mendirikan sekolah ini. Aku tak pernah menelusuri sudut perpustakaan bagian ini, tapi yang jelas aku mencintai tempat ini. Juga buku yang ditawarkannya. Dan ketenngannya yang jadi bagiannya.
Semoga segala sesuatunya berjalan luar biasa, selamat menikmati akhir pekan!
0 tanggapan:
Poskan Komentar