16 November 2008

frustasi: kecewa dengan realitas sosial di sekitar. sebuah kajian (sok) ilmiah dari anak yang benar benar (sok) tau.

menyakitkan rasanya, jika hal yang tak benar di depan matamu dan kamu ingin mengubahnya -tapi apapun yang kamu usahakan tidak bisa mengubahnya.

saya sering melihatnya, dan selalu berusaha untuk merubahnya. tapi walau selalu ingin, saya selalu tak bisa.

mungkinkah tiap manusia dilahirkan untuk tidak bisa memerangi keadilan sosial di hadapannya? bagaimana dengan orang orang yang berhasil, dan dieluk elukkan karena berhasil memecah ketidakadilan di hadapannya?

kamu tahu, saya pesimis dengan hidup. maka saya menganggap orang orang itu beruntung dan meramunya dengan baik, seolah mereka orang orang yang benar benar berjasa buat orang lain.

ya ya ya, saya pesimis dengan hidup ini, dan cenderung menarik diri. karena buat saya, hidup cuma bikin lelah berkepanjangan dan tak berkesudahan.

mungkin juga semua lapisan sosial beranggapan sama dengan saya. dan pasrah dengan realitas sosial yang bikin gonjang ganjing di hadapan mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar