25 November 2008

apakah kita harus membuat acara khusus untuk memperingati hari guru?

25-11-2008
hari ini, sekali lagi, saya terdampar dengan penuh ketidakberdayaan di koridor sekolah. saya tak bisa pulang, karena lagi lagi ada yang menghalangi. tadi sebenarnya saya sudah bisa kabur, pulang, dan mungkin sekarang sudah sampai di rumah. tapi, hari ini nurani saya berkuasa.

tenang, saya bukan anak yang durhaka pada guru. saya cuma mengkritik, apakah memang sepatutnya suatu hari guru seharusnya diperingati secara--- tau kan?

lebih baik kita introspeksi saja, tanpa harus ada acara seperti ini. acara seperti ini belum tentu membuat sikap kita pada guru lebih baik kan?

24 November 2008

introspeksi (lagi)

hm. aku terlalu sombong sebagai seorang manusia. aku terlalu egois dan egosentric. banyak orang yang telah kusakiti, hati nurani mereka kuperlakukan dengan kejam.

aku tertawa di atas penderitaan mereka. hatiku berdebar gembira saat tangisan mereka luluh. senyumku mengembang lebar saat mereka untuk tersenyum pun harus memaksakan diri.

aku tau, aku ini bodoh. aku tau saat aku pertama kali merasa aku pintar entah mengapa aku selalu ingin menjatuhkan orang lain.

maafkan aku, yang merasa pernah kusakiti. yang merasa pernah kujatuhkan. aku tahu, aku manusia biasa yang bisa menjadi super-egois. maafkan aku juga, Ya Allah.

22 November 2008

"jambore nasional tempat kita bertemu, di alam bebas luas, di lembah manglayang"

2 setengah tahun sejak waktu itu, 16-23 juli 2006. pengalaman berharga, takkan terlupa. terlipat rapi dalam lemari hati. tersusun rapi dalam rak hati.

sebuah kejutan yang waw! saat beberapa saat lalu saat saya mencari barang dan tiba tiba menemukan buku itu tergeletak, buku panduan jamnas 2006. dan neuron otak saya bergerak lebih dahulu sebelum saya perintahkan: mengingat berbagai peristiwa yang terjadi pada saat itu.

4 orang dari kota cimahi yang selalu satu rotasi dengan saya: teh nur, ka imam, ka hendy. luar biasa rasanya punya pengalaman sehebat itu. dan terhanyutlah saya pada semua kenangan itu.

saat membuka halaman lampiran, terpampanglah mars dan hymne jamnas 2006. saya masih inget nadanya sampai sekarang.

lembar pertemanan yang penuh dengan data saat kita berkenalan dengan orang lain.

kartu nama m. hafizuddin sederhana tapi memuat apa yang tak terkatakan

19 November 2008

yayaya remedial turbo pascal

hmm ulangan kimia kemarin susah. lebih susah dari ikatan kimia yang sebelumnya.

mati aja lah saya. kemarin sempet ks tapi ga ngaruh banyak huhu.

dan tadi diumumin saya remedial turbo pascal. duh ga ngerti. mm ralat: mungkin saya sebenarnya ngerti, tapi begitu ulangan bawaannya panic! @ the complab.

DAN AKHIRNYA SAYA MENGERTI: (salah satu) impian saya menjadi programmer pupus. jelas kan? turbo pascal aja saya ga bisa, apalagi bikin program yang menggebrak dunia?

saya baru kali ini benar benar salut sama bill gates. angkat topi buat beliau dah.

(menunggu wangsit dari titisan bill gates---)

18 November 2008

kimia, ngerti ga ngerti. semoga dapet wangsit

detik detik menuju ulangan kimia. huah, pusing pasrah. semoga dapet wangsit dari allah swt. huehehehe.
semalem udah belajar sih, sempet diajarin eijei juga kemarin (thanks, jei!).

(tinggal menunggu wangsit--)

16 November 2008

frustasi: kecewa dengan realitas sosial di sekitar. sebuah kajian (sok) ilmiah dari anak yang benar benar (sok) tau.

menyakitkan rasanya, jika hal yang tak benar di depan matamu dan kamu ingin mengubahnya -tapi apapun yang kamu usahakan tidak bisa mengubahnya.

saya sering melihatnya, dan selalu berusaha untuk merubahnya. tapi walau selalu ingin, saya selalu tak bisa.

mungkinkah tiap manusia dilahirkan untuk tidak bisa memerangi keadilan sosial di hadapannya? bagaimana dengan orang orang yang berhasil, dan dieluk elukkan karena berhasil memecah ketidakadilan di hadapannya?

kamu tahu, saya pesimis dengan hidup. maka saya menganggap orang orang itu beruntung dan meramunya dengan baik, seolah mereka orang orang yang benar benar berjasa buat orang lain.

ya ya ya, saya pesimis dengan hidup ini, dan cenderung menarik diri. karena buat saya, hidup cuma bikin lelah berkepanjangan dan tak berkesudahan.

mungkin juga semua lapisan sosial beranggapan sama dengan saya. dan pasrah dengan realitas sosial yang bikin gonjang ganjing di hadapan mereka.