21 Januari 2009

great discussion with great friends

kemarin, hari selasa tanggal 20 januari 2009, saya dan teman-teman saya kembali 'ditinggal' guru saat jam pelajaran sedang berlangsung (baca: gurunya sibuk, ada acara, sehingga beliau terpaksa meninggalkan kami). nah, mula-mula rasanya senang, tidak ada guru (dan ini tidak patut dicontoh). tapi, lama-lama rasanya membosankan juga, tidak ada yang bisa saya kerjakan. jika saya tidak mengerjakan apa-apa itu sama saja dengan memubazirkan waktu. sayang, kan?

nah, tiba-tiba lulu datang. dia membawa sebuah buku berjudul "cerdas berpacaran". hmm, dari judulnya sih cukup menggelitik. apalagi masa remaja tengah melingkupi kami dan membuat hormon kami berlebih. hmmm. didorong rasa penasaran, kami berempat, saya, lulu, rani, dan juga hasna melihat buku itu bersama-sama. dan akhirnya, kami terlibat diskusi mengenai masalah pacaran ini secara intens. bisa dibilang juga menimba ilmu. dan inilah beberapa hal yang kami sepakati.

apakah sebelumnya kami pernah pacaran?
ada yang bilang pernah, ada yang bilang belum. haha. malah ada yang sampai 7 kali gonta-ganti cowok. siapa tuuh? hihi.

apakah kami ingin pacaran?
banyak yang bilang ingin sih, tapi untuk sekarang, sepertinya tidak dulu (terutama saya). ilmu sebanyak-banyaknya lebih menjadi prioritas saya.

apa sih yang kami dapat dari buku "cerdas berpacaran" itu?
yang saya tangkap sih adalah pengalaman penulisnya. jadi penulisnya, ame el-sabil, pertama-tama memberitahukan kenikmatan yang akan dirasakan pada awal-awal pacaran. tapi sesungguhnya, kenikmatan itu semu. karena kita belum tahu bagaimana sesungguhnya niat seseorang yang menjadi pacar kita. yah, jangan heran kalau sekarang banyak kasus kriminal yang diawali dengan hubungan bernama "pacaran".

nah, kalau sudah pacaran gimana?
yah, ada 2 jalan. nikah, atau putusin. lebih baik nikah, karena apapun yang kita lakukan nanti, jadi pahala, bukan jadi mudharat. nah, kalau belum siap nikah sih sebaiknya putusin saja. toh, kita hidup di dunia ini untuk mencari ridha Allah kan?

nah, kalau kami suka sama seseorang, terus orang yang kami sukai juga memiliki perasaan yang sama, bagaimana? jarang-jarang kami menemukan orang yang bisa menyukai kami.
sebaiknya sih jangan dituruti. itu yang namanya "godaan". godaan dari Allah untuk menguji seberapa besar iman kita dalam membentengi diri dari sesuatu yang diharamkan oleh-Nya. walaupun rasanya sakit hati, tapi katakan pada orang tersebut:
jika kita memang diridhoi Allah, maka Dia akan mempertemukan kita di tempat yang lebih baik.

dan, seperti apa orang yang dapat kami jadikan sebagai pendamping hidup?
orang yang bisa membuat kita semua dapat mencintai Allah lebih baik.

ya Allah, cintakan aku pada orang yang mencintai-Mu, yang bisa membuatku lebih mencintai-Mu, yang mau mengingatkanku untuk sujud kepada-Mu di tiap malam-malam kami. ya Allah, tambatkan hatiku pada orang yang memegang teguh amanah-Mu, sehingga bertambah pula keteguhanku pada-Mu. kabulkanlah doaku ini ya Allah, amin.

3 komentar:

  1. hey, itu banyak kata" dari aku!!!!
    huhuhuhu

    BalasHapus
  2. oh. tapi aku udah masang nama kamu kan? hihi. baydewey thanks ya yg kemarin. lumayan menginspirasi

    BalasHapus
  3. hati itu seperti bulu yang menempel di dahan pohon dan dibolak-balikkan secara terbalik.

    semoga hati kita senantiasa dilindungi oleh Allah dari dosa-dosa duniawi. amien. rencana kapan kawin den?

    BalasHapus