28 Januari 2009

percayakah kamu dengan pertanda?

saya mengalami fenomena aneh akhir-akhir ini. pada suatu malam, saya memimpikan seorang teman yang sudah lama tidak saya temui. yah, aneh sekali. dia muncul di dalam kelas saya. padahal, saya tahu persis kalau dia tidak satu sekolah dengan saya. dan keesokan harinya, saya terkejut karena tiba-tiba bertemu dengannya di tempat yang sama sekali tidak saya duga. luar biasa.

dan sebelumnya, saya pernah bertemu dengan tiga orang teman lama selama tiga hari berturut-turut di saat saya pulang dan pergi sekolah. dan yang lebih anehnya lagi, ketiga orang teman lama saya itu punya kemiripan sifat, setidaknya bagi diri saya.

belum lagi, akhir-akhir ini, jika saya bertemu sekelompok orang di angkot, entah siapa itu, secara luar biasa kebetulan mereka membicarakan seseorang yang entah mengapa pasti saya kenal.

ada yang bilang, ini hanya sebuah kebetulan belaka.

ada juga yang bilang, ini disebut fenomena dunia menyempit. dunia menyempit? ya. ketika banyak orang di sekitarmu yang tiba-tiba memiliki hubungan yang dekat dengan orang yang sebelumnya telah mengenal kamu. bagaimana ini bisa terjadi? saya pun tak tahu.

beberapa orang teman saya bilang kalau ini adalah sebuah pertanda. bahwa sesuatu akan terjadi. bahwa dalam pertanda inilah Tuhan dan alam yang bekerja, yang bersinergi. melalui pertanda inilah Tuhan seolah-olah memberitahukan apa yang akan kita hadapi. dan alam menjadi medianya. percayakah? tidak juga.

buat saya, terkadang kebetulan-kebetulan kecil ini seolah-olah menjadi sebuah "hadiah", atau mungkin lebih tepatnya "kotak kejutan". karena namanya "kotak kejutan", isinya tentu saja benar-benar mengejutkan. kadang bisa membuat berlebihan, terkadang juga biasa saja tapi tetap meninggalkan kesan shock. bisa juga malah isinya benar-benar menguras emosi dan membuat marah. tapi cukuplah itu menjadi kesenangan tersendiri bagi saya. dan terkadang meninggalkan pelajaran berarti juga buat saya.

jadi, saya tak peduli dengan bagaimana mekanisme kerja suatu pertanda. tapi, jangan sampai juga mengabaikan suatu pertanda. karena terkadang hati kita sangat peka terhadap apa yang disebut pertanda sehingga kita dapat membaca apa yang sedang terjadi di sekitar kita.

dan jangan juga menganggap pertanda itu sebagai suatu hal yang "syirik", karena dianggap mempercayai hal lain selain Tuhan. tapi anggaplah pertanda itu sebagai sesuatu yang biasa saja, seperti rasa waspada dari hati kita. karena bukan kita yang membaca pertanda itu, tapi hati yang membaca.

dan itulah point of view saya. saya ingin lebih banyak menggali lagi mengenai hal ini. mengenai sinkronisasi gelombang bawah sadar dan hati dengan alam sekitar, dan hal-hal lain yang mungkin membantu. semoga saya dapat menggali lebih banyak lagi hal-hal yang mungkin saya belum ketahui yang seharusnya patut saya ketahui.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar