16 Oktober 2009

Buah Tangan dari Minang

Belum juga dua minggu berlalu dari hari luluh lantaknya Padang, ayahku sudah terbang ke sana.

Aku tanya: kenapa harus buru-buru?

Beliau menjawabnya dengan tegas: tak ada pekerjaan yang boleh ditunda-tunda.

Dedikasinya memang luar biasa. Akhirnya, Minggu (12/10) kemarin beliau dengan kereta Parahyangan menuju Cengkareng.

Malam itu pun SMS tiba.
Bapak sudah sampai Padang. Mau oleh-oleh apa, dek?

Baru juga sampai, masa sudah nanya mau oleh-oleh sih :D

Untunglah sampai juga beliau di sana. Tetakutku hilang sedikit. Sejak betapa banyaknya kecelakaan pesawat terbang menghiasi layar kaca di ruang keluargaku, aku agak was-was. Entahlah.

***

Handphoneku bergetar-getar siang itu. Padahal, hampir ketiduran aku di angkot Cimahi-St. Hall. Sebutir peluh mengalir dari ubun-ubunku yang panas. Sepertinya akan hujan.

Dek, bapak di hotel ambacang loh. Bau bangkainya menyengat!

Hotel Ambacang... Melayang pikiranku pada sebuah acara berita di televisi di mana mbak-mbaknya dengan semangat mengabarkan kondisi terbaru di sana.

Dan bau bangkai, mungkin juga anyir darah...

***

Kalaulah aku yang jadi mereka, mungkin sudah jerit-jerit aku dibuatnya. Sedih, dan mungkin marah pada Tuhan. Teriak: kenapa harus saya Tuhan? Padahal banyak orang lain yang lebih pantas dapat cobaan ini!

"Tidak akan suatu kaum diberi cobaan melainkan sesuai dengan kemampuan kaum tersebut."

Tuhan benar. Buktinya, saat pulang dari sana, ayahku bawa keripik balado tuh :D

Maksudnya, berarti saudara kita di Minang sudah mulai berbenah. Hidup itu harus maju. Dan mereka sudah bekerja lagi (baca: menjual keripik balado, hehe).

Semoga saja pedasnya keripik balado yang kumakan sekarang sama dengan semangat mereka yang mulai menjalar-jalar. Amin.

4 komentar:

  1. mau dong kripik baladonya kakak :D

    BalasHapus
  2. semoga saudara2 di SumBar, Jambi, khususnya mereka yang kehilangan sanak saudara, teman, kekasih, bisa tegar & bangkit lebih maju ya.

    BalasHapus
  3. @airyz boleh-boleh saya kirim lewat email ya :D
    @tooman saya juga terkaget-kaget sendiri saat melihatnya pertama kali
    @jalahati amin. semoga saudara kita menjadi lebih kuat.

    BalasHapus