10 Oktober 2009

Ngidam Kuliah di MIT


Duh aduh, betapa gundahnya perasaanku belakangan ini. Makan tak enak, tidur tak nyenyak (haha). Hanya karena satu hal ini, yaitu iri.

Iya, aku iri sekali dengan temanku, Karima namanya. Tiga bulan terakhir ini, dia baru pindah ke negerinya Queen Elizabeth itu. Cerita-cerita di blognya benar-benar luar biasa! Aku ingin seperti dia, bisa ke luar negeri, menuntut ilmu di sana, bertemu teman-teman baru, merasakan suasana baru, dan banyak hal baru yang pasti menyenangkan lainnya!

Aku jadi teringat target besar yang membuatku tertantang untuk mewujudkannya. Aku ingin kuliah di MIT, di Amerika sana! Dan tak tanggung-tanggung, aku ingin mendapat full scholarship, tuition free. Impian yang terlalu menantang sebenarnya, karena sampai saat ini aku belum tahu bagaimana cara mewujudkannya.

Ehm, sebenarnya ada beberapa cara sih yang mulai kupikirkan. Tapi, biayanya tak sedikit, dan usaha yang tak mudah juga. Yaitu dengan ikut IGCSE A-level, yang sertifikatnya bisa diterima di seluruh universitas di dunia.. Hal yang perlu diketahui, ada 3 sertifikat: O, A, dan AS. Sertifikat O-level itu setingkat SMP (Junior High School), dan A-level itu setingkat SMA. Jika dari O-level ingin masuk universitas, maka kita harus ambil college/pre-uni dulu, atau mendapatkan sertifikat A-level.

Dan beberapa hari yang lalu, presentasi dari Temasek di sekolahku membukakanku pada beberapa opsi lainnya, seperti 3 jalan yang bisa kutempuh di Singapura, setelah lulus SMA di Indonesia, mendapatkan sertifikat O-level (tapi kan aku inginnya di MIT, huhu), di antaranya mengambil politeknik di Singapura dan college di Singapura (nanti bisa ke universitas di Amerika atau Eropa).

Aku jadi ingat saat menghadiri pameran pendidikan internasional beberapa waktu lalu. Setelah aku tanya-tanya, masuk MIT buat orang lokal sana yang Englishnya yahud dan kemampuannya bintang lima saja sudah susah. Apalagi untuk orang asing yang Englishnya masih belepotan sana sini. Tapi, semua itu sebenarnya bisa dikejar kok, ya kan? :D

Atau opsi lainnya: beasiswa S2 di luar negeri itu jauh lebih banyak daripada beasiswa S1. Yang berarti, aku bisa kuliah dulu di Indonesia, dan S2-nya di luar negeri! Lagipula, banyak seniorku yang sudah membuktikan kesuksesan mereka dengan jalan ini.

Kalau ditanya mengapa aku ingin sekali kuliah ke luar negeri, jawabannya mudah saja. Aku terinspirasi tokoh fiktif So Toma di komik Q.E.D (Quod Erat Demonstrandum). Kata-kata “Quod Erat Demonstrandum” sendiri mengingatkanku pada kepuasan setelah membuktikan suatu teorema matematika. Luar biasa!

Dan semua pasti ada jalannya. Man jadda wajada.

*gambar diambil dari: chandrakusuma.com

Update:

Seminggu lalu, 14 Maret 2012 (or Pi Day, if you like to call it like that), pengumuman penerimaan mahasiswa baru untuk MiT 2016. Jangan tanya seberapa pasrahnya aku saat itu.

Alhamdulillah, Allah mengizinkan aku untuk menghidupi mimpiku.


"Allah selalu menjawab doa hamba-hamba-Nya yang percaya."

19 komentar:

  1. semangaaaaaaaat !! titan pasti bisa yeaaaaaa !!
    Allah selalu ada untuk kita sahabat, apalagi untuk sebuah tujuan mulia, menuntut ilmu, Insya Allah pasti bisa terwujud kawan :)

    salam hangat,
    karima

    BalasHapus
  2. tetep semangat!
    kita sama nih, saya juga pengen.

    BalasHapus
  3. @karima ayo kita berjuang sama-sama! hehe semangaat!
    @opiq kalau begitu ayo kita berjuang sama-sama :)

    BalasHapus
  4. kita satu visi, semangat

    BalasHapus
  5. Setahun yang lalu kamu menulis blog ini, sekarang g mana kabar anda ??

    saya jga ingin minta masukan dari anda tentang kuliah di mit !!

    best regards

    BalasHapus
  6. udah 2011 nih.. mimpi kali yeee!!

    BalasHapus
  7. @jerry: Kabar saya baik, dan saya sedang bersekolah di sebuah sekolah setingkat SMA di AS, memauki kela 12. Rencananya saya akan apply ke universitas di sini, jadi mohon doanya.

    @Anonim: Saya percaya pada kekuatan mimpi saya. Mungkin ini memang besar, tetapi setidaknya pecahannya pun masih besar. Saya percaya bahwa jalannya akan selalu ada.

    BalasHapus
  8. Aku nyasar ke postingan ini tan, hehe. Subhanallah, ternyata Allah punya jalan yang ga terduga buat hamba-Nya ya :) Dan sekarang kamu udah sedeket ini ke MIT. Semangat taaan!

    p.s. Haters go hate. Keep on dreaming (and make them happen ;) )

    BalasHapus
  9. gue juga pingin

    BalasHapus
  10. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  11. alhamdulillah ya mbak, saya sebagai penggemar so toma juga turut senang. saya jadi termoyifasi. sebenarnya saya juga sama dengan mbak yang termotifasi dengan so toma, tokoh fiktif yang saya banggakan dan saya berharap dia sungguh hidup.

    BalasHapus
  12. selamat ya noor titan...
    sungguh cerita yang menginspirasi sekali,, keyakinan bahwa jalan akan selalu ada...
    selamat, sekali lagi selamat...

    BalasHapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih atas masukannya. Memang harusnya man jadda wajada. Maaf komentarnya terhapus dan tidak bisa di-undo. Susah mengecek Blogger lewat telepon gegenggam :(

      Hapus
    2. Terima kasih atas masukannya. Memang harusnya man jadda wajada. Maaf komentarnya terhapus dan tidak bisa di-undo. Susah mengecek Blogger lewat telepon gegenggam :(

      Hapus
  14. Halo kak, hehe nyasar ke blog ini. Kak mau tanya kalo lulusan SMA umum Indonesia buat dapat sertifikat A level gimana ya? biar bisa apply ke Univ luar negeri

    Tulisannya bagus kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang tahu, saya tidak ambil waktu itu. Hehe.

      Hapus