13 Juni 2010

Utak-Atik Asyik

Anda tahu Sudoku? Permainan peras otak asal Jepang ini, ternyata tak sedikit peminatnya. Banyak, bahkan dibuat sebagai kuis di media cetak sebagai pendamping Teka-Teki Silang. Saya juga sering mencoba mengirimkan jawabannya ke salah-satu media cetak, dan tercengang sendiri setiap bulannya. Mengapa? Jawaban saya benar, tetapi Dewi Fortuna selalu belum berpihak pada saya, hehe.


Rumit, ya sepertinya? Itu hanya kelihatannya kok. Angka dalam permainan Sudoku ini lebih sebagai simbol (bagi orang awam seperti saya). Kita hanya tinggal menempatkannya di tempat yang tepat. Tak ada hitungan rumit, apalagi kalkulasi kalkulus. Anda hanya perlu tahu triknya, dan segalanya bisa terpecahkan dengan amat mudah.

***

Ya, kalau bisa dipikir, dunia bukan tak selebar daun kelor, tetapi dunia seharusnya bisa menjadi semudah sudoku. Banyak berlatih, sering mencoba memecahkan, maka semudah itulah kita bisa keluar dari masalah. Tapi teori tak pernah semudah yang saya kira dalam hal praktiknya.

Itulah, mengapa kita diajarkan matematika dari jabang bayi. Saat di kandungan pun kita diajarkan untuk keluar kurang lebih sembilan bulan dari rahimnya. Saat balita, kita belajar mengenali ulang tahun ke berapa untuk mendapatkan hadiah. Mulai duduk di bangku sekolah, calistung adalah hal dasar yang pertama kita kenal.

Matematika juga yang mengajarkan kebineran di dunia ini berlaku universal. Ada ya, ada tidak. Ada surga, ada neraka. Yang berada di tengah cenderung dianggap keluar jalur. Permasalahan pun tak selalu bisa diambil jalan tengahnya, jika ya, maka ya, dan jika tidak, maka tidak. Begitulah, merembet pada masalah keadilan, karena daerah abu-abu selalu susah diputuskan statusnya.

Ah ya, dunia ini juga dua kutub, kok. Dan semuanya bisa disimpulkan dalam dua pilihan saja.

Pictures taken from:
http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:_lUkq7qKsnLTBM:http://www.pedagonet.com/Sudoku2e/sudoku-puzzle.jpg

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar