11 Juni 2010

What's Hot In June 2010

Flap flip, akhirnya bapak-bapak yang sejak tadi berkutat dengan komputerku beres juga. Kupotong pita dengan semangat, karena internet berhasil masuk ke rumahku (lagi). Ya, setelah menggunakan modem dari salah satu provider seluler selama setahun, aku cukup kesal karena koneksi yang tidak stabil, dan lebih senang berjalan sedikit ke depan untuk mencicip dunia maya di warnet. Benar-benar, kalau tangan kananku adalah dunia nyata, maka tangan kiriku boleh jadi dunia maya.
***

Apa sih yang ramai di Bulan Juni 2010? Kalau Anda bertanya tentang ini, jawabannya bisa banyak sekali. Boleh jadi Ujian Kenaikan Kelas, liburan, Hari Kesaktian Pancasila, bahkan video porno selebriti. Omong-omong soal UKK, doa-doa sepertinya makin banyak mengambang di udara belakangan ini. Semoga saja, semuanya mendapatkan yang diharapkan, amin.

Tetapi, di atas semuanya, tak ada yang bisa menolak bahwa Piala Dunia 2010 adalah event terbesar di dunia yang boleh dibilang sebagai icon bulan Juni 2010 ini.
Buat saya sendiri, Piala Dunia yang diadakan di Afrika Selatan tahun ini lebih sebagai representasi kemenangan Nelson Mandela atas paham perdamaian dan kesetaraannya. Anda tahu? Afrika Selatan benar-benar terpuruk saat orang Barat datang, dan menjajah tanah-tanah mereka.

Sungguh, mereka benar-benar mirip dengan negeri kita, Indonesia. Sayang, sampai saat ini kita masih belum bisa membuktikan taji kita di dunia. Ya, bisa dilihat, kita masih belum dipercaya untuk mengadakan Piala Dunia, hooligan kita pun masih ganas-ganas. Perasaan saya sampai kebal dengan berita soal rusuh suporter sepak bola.

Ah, tapi tidak juga. Saya punya "teman", yang saya follow di Twitter. Dia sangat mencintai Indonesia, padahal dia orang Budapest. Blognya tentang Indonesia benar-benar luar biasa, dan saya selalu kagum dengan foto-fotonya. Tapi kenapa, ya, hal yang sebenarnya tidak tertib dan aneh, selalu mengundang decak kagum orang luar? Bahkan di Jakarta ada tur ke pinggir rel segala untuk melihat kemiskinan secara live. Ckck.
Wisatawan Australia berwisata di pinggir rel Stasiun Senen

Yah, Indonesia mungkin rusuh, kurang tertib, atau apapun. Tetapi aku selalu bersyukur menjadi bagian darinya (sambil dalam hati berharap, "Ayolah, kapan kamu jadi Tuan Rumah Piala Dunia?" haha).

Pictures taken from:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar