30 Juli 2010

Visa Pelajar Amerika Serikat

Halo! Kabar baik, eh? Semoga jawaban baik selalu dijaga oleh-Nya, amin.

Finally, I got my visa! Tandanya, hal yang kukhawatirkan tinggal 2: shopping dan booking. Semoga semuanya cepat beres tepat waktu, lalu aku pergi tepat waktu, dan menjalani 9 bulan tahun pertamaku di sana dengan luar biasa.

Kawanku, si Eijei alias Ainun, yang selalu satu sekolahan dari SMP sampai SMA sekarang, tanggal 7 Agustus nanti juga akan menjajaki Alaska (dan grizzly bear-nya) dengan program yang berbeda, YES namanya. Yang jelas pasti asyik rasanya mencicipi budaya berbeda. Belajar mengerti, dan juga benar-benar belajar, karena ini Amerika, yang pendidikannya lebih maju dari Indonesia -berdasarkan ranking universitasnya, setidaknya.

Benar-benar, aku belum pernah sekalipun ke luar negeri. Mengurus Paspor kemarin saja sudah dongkol minta ampun karena begitulah birokrasi seharusnya di Indonesia. Jangan harap cepat, kalau duit tidak keluar.

Yang aku suka adalah, visa pelajar AS cepat. Hanya tiga hari waktu untuk interview dan pengambilan paspor, semua beres. Tidak bertele-tele. Yang paling penting adalah, pastikan dokumen kita lengkap semua. Jangan mau keteteran sendiri, karena belum bayar ini-itu, atau barcode lembar konfirmasinya tidak terbaca.

Kalau untuk F-1, dokumen yang mereka minta: lembar konfirmasi (isi dulu formulirnya online, informasinya di Kedubes AS Jakarta), paspor, foto 5 x 5 cm dengan format khusus, I-20, bukti bayar SEVIS fee, dan bukti bayar biaya visa yang USD140 di StandChart Bank. Yang terakhir ini bisa dibayar di tempat, tapi lebih baik mempersiapkan semua sebelumnya, kan?

Yang biasa diminta oleh interviewer-nya adalah acceptance letter dari sekolah tempat kita belajar di sana. Mereka juga butuh pembuktian tentang kemampuan ekonomi kita untuk membiayai sekolah dan kehidupan di sana, juga bukti kuat bahwa kita akan kembali lagi ke negara asal.

Buat kebanyakan negara, masalah imigrasi jadi hal yang krusial karena berpengaruh besar terhadap kependudukan di suatu negara. Terlalu banyak imigran yang tak memberi timbal balik baik, bisa jadi merugikan. Inilah jawaban mengapa (kebanyakan) negara yang jumlah penduduknya mbledug membatasi masalah cacah jiwa ini dengan sangat serius.

Tak ada yang perlu dikhawatirkan, sumpah. Pembawaan yang tenang tentu akan meyakinkan mereka untuk mengizinkan kita singgah di negara mereka. Jawaban kita mungkin menentukan, tetapi mereka peng-interview yang handal, karena mereka membutuhkan keputusan cepat hanya dengan kurang dari lima menit wawancara. Karena itu, rona emosi kita pun sepertinya dipantau.

Yang perlu diwaspadai hanyalah satu, mengantri. Antriannya bisa jadi sangat panjang, bahkan sebelum waktu yang ditentukan untuk mengurus visa. Untuk pelajar, mereka menyediakan waktu tersendiri tiap hari Senin jam 07.00-09.00. Antrian bahkan sudah mengular sejak pukul 6.00! Belum antrian dari ring ke ring, dan proses pemeriksaan.

Hanya 2: mental baja dan kaki baja, yang Anda butuhkan untuk mendapatkan visa pelajar AS.

4 komentar:

  1. thx buat info nya yaa...
    btw boleh tny tdk ya?
    di minta akte kelahiran ga?

    BalasHapus
  2. seingat saya tidak. dokumen yang dibutuhkan hanya yang disebutkan di atas :)

    BalasHapus
  3. ckckc pengalaman buruk ngisi visa online lebih dari 9 kali ngulang gara-gara expired..T_T

    BalasHapus