02 September 2010

Ghost Ranch

Halo semua! Kabar luar biasa dari Montezuma, dengan ambisi dan amunisi yang meledak-ledak. Sayang, badan mulai berontak, terlalu lelah mungkin, dan badanku sendiri masih harus beradaptasi dengan langit New Mexico yang tak keruan.

Hari Jumat minggu lalu aku pergi ke Ghost Ranch, sebuah tempat camp dan aktivitas, juga hiking. Kalau di Indonesia, kurang lebih seperti LDKS (Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa). Banyak game, banyak workshop. Workshop yang aku ikuti antara lain, membuat t-shirt, mountain biking, UWC Missions and Values, karate (hyat!). Yang paling berkesan sih mountain biking, karena bersepeda yang kulakukan selama di Indonesia seolah belum ada apa-apanya. Ini benar-benar mountain, dan biking! Benar-benar lewat gunung, lewat lembah, menyebrangi sungai, dsb.

Esok harinya, aku dan teman setimku (Tim 7) berangkat untuk Wilderness Program, Expedition. Dengan backpack yang berat, kami menyusuri pasir (yang tandus dan kering, yang bikin haus melulu, dan bibir pecah-pecah). Sempat tak percaya juga: Aku baru seminggu di USA, dan kini aku hiking di gurun pasir yang banyak kaktusnya! Timku luar biasa, kalau boleh dibilang. Baru pertama kali bertemu, langsung packing, langsung berangkat untuk 3 hari 2 malam. Terima kasih banyak untuk Wilderness Leaders-nya, Daniel dari Venezuela, Ben dari USA-Massachusetts, Zeinab dari Lebanon, dan firsties yang luar biasa, Cheyenne dari Barbados, Svenja dari Jerman, Harry dari USA-North Carolina, dan Jomar dari Filipina.

Perasaan yang luar biasa saat pada akhirnya aku tiba di puncak gunung bebatuan, dan melihat gurun di sekitar. Nah, yang patut diketahui dari ekspedisi kali ini adalah, benar-benar berbeda dengan camping atau hiking yang aku ikuti waktu Pramuka SMP. Menurutku, wilderness kali ini 3 kali lipat lebih hiking dan lebih camping daripada Scoutone atau Jamnas. Kenapa? Karena yang ada di backpack kita hanya: 1. Sleeping bag 2. Ground sheet 3. Bivak 4. Rain jacket 5. Mangkuk plastik 6. Jaket 7. Pasta gigi, titik. Untuk makanannya sendiri, entah mengapa rasanya terlalu mewah buat hiking dan camping. Budaya barat juga, kalau mereka senang yang lebih simple dan praktis. Jadi, makananku selama berhari-hari itu: pancake, cherry pie, corn bread, tortilla. Kami membawa banyak makanan kaleng, dan berbungkus-bungkus snack macam pretzel, M&M's, cranberries, raisins, dll. Yang menarik adalah, snack yang ini juga beda jauh dengan snack Indonesia yang kaya akan MSG :)

Yang aku suka dari wilderness program ini adalah konsep campnya. Kalau camp waktu Jamnas, LT, atau fun-camp di Indonesia, kita terbiasa bawa banyak barang dan sebisa mungkin merasa homey di tenda. Nah, yang aku alami kebalikannya. Bahkan kita cuma bawa semacam ponco untuk bikin tenda. Tali temalinya pun pakai tali koor yang ringan namun kuat. Semua serba fungsional dan efektif. Lalu, untuk mencegah binatang berbahaya, kami membagi camp menjadi 3 bagian: camp putra, camp putri, dan kitchen. Nah, si kitchennya ini sebisa mungkin jauh dari camp tempat tidur (maklum, di sini banyak beruang, serius). Terus, makanan dan benda beraroma seperti pasta gigi (tak ada yang bawa sabun apalagi shampoo) dikumpulkan di suatu tas besar, dan digantungkan di atas pohon jauh dari camp. Hal ini efektif luar biasa.

Asyiknya lagi, kalau biasanya camp di Indonesia bawa banyak baju hangat, kali ini tidak. Jangan salah, gurun itu lebih ekstrim suhunya. Siang bisa sampai 40 derajat, malam bisa sampai belasan Celcius. Tapi, kami menggunakan baju sintetis dari polyurethane dan sebangsanya, tujuannya supaya cepat kering saat terkena hujan atau keringat dan tidak menimbulkan hipotermia. Sedangkan sleeping bag-nya sendiri harus sehangat dan sebagus mungkin, supaya bisa menangkal dingin di malam hari.

Jauh lebih asyiknya lagi, kami, yang baru masuk, sekitar 100 orang, dipinjamkan sleeping bag, boots, backpack, rain jacket, dari sekolah!

Beruntungnya kami, beruntungnya aku.

7 komentar:

  1. wah! masih mangap nih.. seru! semoga bisa merasakan hal seperti itu dalam hidup.. hahaha berlebihan~
    semuanya sangat rapi dan benar-benar keren! pengalaman yang bikin iri :D

    BalasHapus
  2. keren euy! kayanya kalo aku hiking pasti udah ongkek :p

    BalasHapus
  3. Waw...upload fotonya dong tan...foto trbarumu dikit -.-

    BalasHapus
  4. wenak'e kurang lengkap tapi nggak ada fotonya.... hihihi..


    den, di sana nge-geng gak? biasanya preman :P

    BalasHapus
  5. iya nih, kurang foto. Penasaran titski disana gimana..

    BalasHapus
  6. foto? wah ada sih, tapi di kamera orang lain. malas bawa kamera lagi hiking dsb :) nanti coba minta izin ke orgnya deh buat diupload di sini.

    BalasHapus
  7. WAW tan! bacanya aja seru banget! kebayang suasana pegunungannya! pasti keren banget deh! bener tan penasaran sama foto fotonya, upload ya kalo bisa :D :D very precious experience titaan!

    BalasHapus