07 Oktober 2010

Mengubur Mimpi Jadi Dokter

Hari Rabu yang mulai dingin di Montezuma. Musim gugur mulai terasa, daun-daun terbang ke sana kemari menuruti arah angin pergi. Setelah Southwest Studies yang panas di Arizona, sekarang kembali menggigil di New Mexico.

Oh yeah, dan juga mulai terasa, apa itu sekolah. Tugas mulai menumpuk, ulangan menunggu, kegiatan memadat.

Aku ngangguk-ngangguk ngerti kenapa semester ini dinamakan Fall, dan semester depan Spring. Tahun depan tugasnya mulai banyak setelah Spring dong? Hmm, absurd.

Nah, di hari berbahagia ini, aku mau cerita. Kemarin, insiden kecil terjadi. Di CAS Canning Apple-ku, saat aku sedang asyik ngupas apel, tanganku tergores. Ups, sepertinya bukan hanya tergores, soalnya dalam hitungan detik darahnya mengucur ke mana-mana. Dalam sekejap, aku merasa pusing. Sugesti? Entahlah. Minum air pun tidak membantu. Beberapa menit kemudian, pusingku menguat, dan muntah-muntahlah aku.

Suster dari klinik buru-buru merangsek dan melakukan hal yang diperlukan. Aku dipapah menuju klinik, jalanku oleng. Dan suster pun berkata, "Di masa depan, kamu tidak bisa jadi dokter, suster, atau yang berhubungan dengan darah. Ada kemungkinan kamu tidak tahan lihat darah."

Gila, 17 tahun hidup baru sekarang ini seperti ini, dikiranya fobia darah. Setelah itu dibalutlah tanganku, pakai protector plastik segala, perban berbuntel-buntel. Tak lupa dikasih sarung tangan plastik untuk dipakai waktu mandi supaya tidak basah, dan buntelan bandage dan antibiotik oles.

Dadah John Hopkins, aku tidak bisa ke sana lagi.

Gambar: buntelan jari, yang kata susternya: jarimu kecil, sekarang terlihat lebih berisi; buntelan obat-obatan dari klinik; coklat dari tahun kedua, penuh harapan supaya jariku pulih; sarung tangan mandi.

3 komentar:

  1. titan sayang, hati hati ya, jangan sampe kena pisau lagi, untung cepet dibawa ke klinik ya tan :( aduh lulu juga ga kuat lho tan kalo liat darah, bawaannya pusing, apalagi kalo ada kecelakaan yang banyak darah darahnya gitu :( berarti kita kurang cocok jadi dokter dong ya tan..

    BalasHapus
  2. iya lu. ini mah tandanya lulu musti ke SBM dan aku ke MIT :P

    BalasHapus
  3. wah dapet coklat karna kepotong jarinya deun? kalau mau dapet coklatnya lebih banyak harus potong apa ya? (ngaraaanggg)

    cepet sembuh ya :) tetep ngeblog walau tangannya yang satu lagi sakit. jari yang itu jangan dipake dulu. soalnya aku setia bacain blogmu den :)

    BalasHapus