26 November 2010

Happy Thanksgiving!

Semalam, begadang sampai jam 3 pagi, main monopoli!
Thank you so much for Kyoko, Lucien, Adilson, Vuvu, Pau, Simona, and Stefan.

Tanya: Apa yang kamu lakukan saat thanksgiving? Apa itu thanksgiving?

Thanksgiving adalah hari yang dirayakan pada Kamis minggu ke-4 Bulan November di Amerika Serikat. Pada dasarnya, hari ini merupakan hari di mana orang-orang berterima kasih, bersyukur, atas apa yang telah didapatkan. Menu yang khas adalah kalkun. Dan hari ini identik dengan makan sebanyak-banyaknya! Yummy!

Thanksgiving's dinner package. Digambar oleh Tasneem, salah satu putri guru ekonomiku
yang tinggal di sekitar kampus. Isinya dinner buat anak-anak yang diam di kampus. Apa isinya?

Isi: Herb chicken (buat ngobatin hati yang ndak bisa makan kalkun kali ya), apel pisang, soda,
dan coklat bar.

Jadi, sebenarnya, aku sudah merencanakan untuk diam di kampus selama hari Kamis-Minggu. Teman-temanku yang orang Amrik pulang ke rumahnya, menikmati kalkun bersama keluarga. Sedangkan yang non-Amrik, ada dua opsi untuk mereka: satu, ikut teman-teman Amrik ke rumahnya, dua, ke rumah getaway family mereka. Getaway family itu salah satu program sekolah, yang menghubungkan keluarga di sekitar sekolah yang ingin mencicipi pengalaman U-Dab (bertemu orang-orang dari berbagai negara dan berbagi cara pandang), dan anak-anak U-Dab sendiri yang rindu akan suasana rumah. Roomita-ku, Lucien, hari ini pergi ke getaway family-nya, dan akan pulang hari Sabtu nanti. Kamarku sepi, deh, hiks.

Nah, karena tak mungkin ada pegawai cafeteria yang kerja selama thanksgiving (karena mereka biasanya berkumpul dengan keluarga!), maka anak-anak U-Dab yang memilih tinggal di kampus dan menikmati ekstra tidur, dapat sekantong makanan seperti di atas. Not too bad.

Untungnya, aku diundang ke Tom Lamberth's house, untuk menikmati sedikit budaya Amerika saat thanksgiving. Beliau adalah faculty member yang bertanggung jawab pada bidang macam Wilderness, ekspedisi, hiking, red cross emergency, first-aid training, dan sebagainya. Orang yang luar biasa, begitu kesan pertamaku. Ramah, juga. Kadang, jika ada siswa yang berulang tahun, dia akan menyisipkan sebatang coklat besar dan kartu ucapan di mailbox siswa tersebut. Aku dan Simona beruntung diundang olehnya untuk menikmati thanksgiving's dinner.

Dari ekskulku, Sustainability CAS. Ingat cerita tanganku terluka karena mengupas apel?
Yang karenanya, aku batal jadi dokter. Ini hasilnya, two jars of preserved apple!

2 minggu lagi winter break, dan rencananya aku akan mengunjungi temanku di Mexico. Spanishku makin lancar nih. Pulang-pulang sudah bisa cas-cis-cus pakai bahasa Spanyol, hehe. Dan ya, CAS atau ekskulku berakhir minggu depan. Tapi Apple Peeling CAS-ku Selasa kemarin sudah resmi potong pita. Karena tak ada lagi apel yang bisa digarap. Winter sudah tiba, pohon-pohon tinggal batang dan rantingnya saja yang berdiri tegar. Dan puluhan jars apel yang sudah diawetkan tak pelak membuat aku, Hannah, Cassandra, Charlotte, dan faculty sponsor-ku, Ben Gillock tersenyum lebar. Hadiahnya? 2 jars of apple pie-filling bisa dibawa pulang! Sayang, sepertinya tak sampai bila mau dibawa ke Indonesia. Jadi, Sabtu nanti, aku dan teman-temanku rencananya akan membuat apple pie! Yummy!

Semua suka Oreo!

Ya, aku merasa benar-benar beruntung bisa di sini. Lepas dari kenyataan bahwa kalau aku ingin makan Oreo, aku harus beli sepak besar seharga 2.89 dollar (yang biasanya habis seketika karena tangan tak bisa berhenti nyomot). Lucien yang pergi hari ini ke getaway family-nya pun meninggalkan pesan di board, di depan kamarku (tiap kamar ada boardnya masing-masing untuk menulis pesan, kalau-kalau orang yang ingin kita temui tak ada).

Roomita! Have a happy thanksgiving! You are one of the most things
I'm most thankful for. Love you!! :D
By the way Lucien, yo tambien. Te quiero mucho!

Aku benar-benar beruntung bisa berada di sini. Tak hanya karena aku mendekatkan diri pada mimpiku yang ingin bersekolah di universitas yang sama dengan So Toma, tapi juga karena bertemu dengan orang-orang yang luar biasa. Alhamdulillah.

Happy Thanksgiving! Gobble 'till wobble!

18 November 2010

NAD, Snow, Sick, Homework, Exam, Eid Al-Adha...

So, yea, wonderful days still continue in U-Dab. I wish I could explain to you all the details. But, so many things happen in a time, and I can't always write it on time.

The first thing that I wanna share to you is... NAD! NAD is abbreviation for North American Day, one of five cultural days that take place in my school.

Started with dinner, and ended with cultural show; only one word that I could say: awesome.


Held in the cafeteria, with a cool music, and everyone was dancing.

Thank you for your photos, Simona!

So, I really enjoyed the night, and I swore that the next MAAD (Middle Eastern, Asian, Australian Day) will be more awesome than this.

The second thing is, snow. Yes, snow. Finally, I saw snow for the first time. When I wanted to go to swimming pool last Monday, it was so cold. And suddenly the snow fell. Unfortunately, it's only in a short time, so, there's not enough snow to make U-Dab as a white paradise (according to what Naoki said, haha). But, it was cool and I like snow. It was tiny, white, and soft; just like a cotton.

The third thing is, sick. Everyone is starting to have cold or flu. It's really contagious. Moreover, I had free code today because my math teacher is sick! Well ya, even though the snow isn't still too much, but the temperature already dropped. You can't go to dinner using flip-flop, or go outside without a jacket or coat (except Canadian people, their perception about how cold the weather is absolutely different, they still can go outside wearing a boxer, flip-flop, and a thin shirt).

The fourth things are homework and exam. Facing the end of the semester makes people frustrate, because there are lots of homeworks and exams waiting for us. And many 'heavy' homeworks such as Research Paper and Internal Assessment are due thanksgiving, which is next week. So, everyone is getting crazy, and feeling depressed. Maybe it's also the reason why many people are sick.

The hard thing is, how you can balance your life while many things happened around you. Many people joked about the three things U-Dab about are sleeping, studying, and socializing; but you only can do two of them. That's neither true nor false. It depends on yourself. For me, socializing and studying is in one beautiful package. I do socializing when I'm studying.

That's the thing that I can't get in back home. At least, I should spend minimum 2 hours each day to go to school, and go back to home. My friends in Tiga were awesome, but there's no such collision as what happened here, among many cultures, religions, and beliefs.

My Buddhist's friend sent a mass email to all the firsties and second years about qurban ( or sacrifice) in Eid Al-Adha yesterday. They don't eat meat, because they believe that if they hurt the animals, they'll get the consequence in the next life, after reincarnation. It's pretty interesting, and makes me shocked and thinking. I've never faced something like this before. As a majority in Indonesia, there's no such a protest from other religions about what we do. So, this chained mass emails continue. My Moslem's friend also gave an opinion about this (using mass email, again), and it still happens.

Ya, pretty interesting. If I had a beard, i would only rub my beard, and nodding my head.

11 November 2010

2 Setengah Bulan

Tak terasa Bulan November sudah berjalan 10 hari. Hari apa sekarang? Hari pahlawan, tepat sekali. Maka, sebelumnya, izinkan aku merenungkan seberapa berartinya pahlawan ini buatku. Yang jelas, jika mereka tak ada, aku tak bisa mencicipi kesempatan seperti hari ini.

Setahun yang lalu, saat masih ada di 3 (ah, aku kangen tiga) saat sumpah pemuda tepatnya, ada lomba menulis. Dan aku menang. Judulnya? Tentang Sumpah (Serapah) Pemuda. Kalau saja aku bisa membaca tulisan itu lagi, rasanya pasti ditampar, haha.

Menjadi penerus jejak pahlawan tak perlu repot sebenarnya. Wah, aku jadi ingat hari Sabtu kemarin ada event Fast to Feed UWC USA-UNICEF. Puasa 24 jam untuk menunjukkan kepedulian terhadap jutaan anak yang bahkan tidak makan dalam kurun waktu lebih dari 24 jam. Karena terbiasa puasa, jadinya biasa saja. Boleh minum air putih segala lagi. Tapi temanku banyak yang puasa untuk pertama kalinya. Lucu juga ketika mendengar komentar mereka.

"My brain can't work properly. I feel so tired."

"It's not too bad, except the hungry. I fall asleep along the day."

"I can't think, I can't do my homework."

Kalau di Indonesia? Bulan Ramadhan sekolah tetap jalan, padahal kalau pulang naik angkot kipas-kipas tak membantu banyak, haha.

Jadi, kami mengenakan gelang biru-putih untuk menunjukkan kami berpuasa. Sekaligus untuk menghindarkan diri dari teman-teman yang barangkali tidak puasa dan menggoda untuk makan.

Sialnya, karena daylight savings time berakhir hari itu juga, puasanya nambah jadi 25 jam. Tapi, karena saat pukul 10 malam teman-teman mulai pada buka (dimulai dari jam 11 malam sebelumnya), ya aku comot saja makanan di Student Center. Aku timbun ramen yang dibagikan di sana juga, haha.

Minggu malam setelah buka, aku langsung ngeloyor ke pesta ulang tahun region mate-ku, Ha Dang dari Vietnam. Lucu juga, dan ramai luar biasa (karena sebagian besar yang datang orang Asia!). Yang asyiknya, second year-ku yang dari Jepang, Jun Yasuda, dan country mate-nya Ha Ha, Vu Chau, membuat hadiah spesial: makanan Asia! Yang kumaksud adalah nasi yang manusiawi sebenarnya. Karena diperbolehkan icip-icip, ya aku ambil banyak, haha.

Sialnya, region mate-ku yang lain, Soph dari Kamboja mencolek kue ulang tahun buatan Ahmad, dan mengoleskannya ke wajahku. Akhirnya malam itu jadinya kejar-kejaran pacolek-colek krim kue.

Kembali ke kamar dengan muka belepotan krim dan baju yang kotor, aku ingin beranjak tidur. Tapi teringat keesokan harinya adalah Senin dan ada ulangan kimia, akhirnya kau mengurungkan niatku untuk tidur. Kutarik buku kimiaku dan setumpuk kertas yang menyertainya. Kubaca, dengan sekali-kali kantuk tak tertahankan dan menguap.

Paginya, jam setengah tujuh pagi saat dunia masih gelap (setidaknya itu yang terlihat dari jendelaku), seseorang berlari dan berteriak: It's FREE DAY! It's FREE DAY!

Aku tersentak, bangun, mencerna, mengambil ponsel, dan mengecek email. Secepat itu. Ternyata benar, hari itu Free Day alias hari tanpa kelas. Ini kesempatan yang langka, karena tak ada cerita guru rapat dan sekolah libur seperti di Indonesia. Free Day ini keputusan dari gurunya juga, mempertimbangkan siswanya yang lelah karena tugas, dan sebagian besar kurang tidur.

Hari itu cuaca cukup hangat dan menyenangkan. Kemudian, kami memutuskan untuk piknik di lapangan sepak bola. Aku, Lucien, Simona, Vu Vu, dan Adilson, bermain pictionary, ninja, dan sebagainya, dan sebagainya. Menyenangkan luar biasa, dan membuat kepalaku relaks.

Tak sampai di situ, hari itu juga aku dan Lucien mengubah tata letak furniture di kamar kami. Dan hasilnya? Terlihat lebih lapang dan luas!


Ya, ada bendera di sana. Bukan mau sok nasionalis, tapi bendera ini kadang menyemangatiku dan membuatku berpikir: aku ada di sini mewakili Indonesia. Tentu ini jadi lecut juga buatku, yang kadang apinya mati di tengah jalan.

Setelah beberapa hari tenang dan menyenangkan, deadline Internal Assessment Economy-ku pun mendekat. Tensi anak Econ Firsties meningkat, karena bahkan ada yang belum selesai. Aku tenang-tenang saja, karena guruku sudah meng-ACC IA-ku.

Saat H-2, aku menanyakan IA-ku pada Vu Vu, second year-ku dari Vietnam. Dan dia geleng-geleng kepala. Aku pun mengulang kembali IA-ku malam itu.

Kenapa aku lebih percaya padanya? Karena dia second year. Dan guru ekonomi yang mengajarku masih baru, dan masih ragu dengan apa yang IB harapkan dalam IA kami.

Saat H-1, aku kembali meminta pendapatnya. Dan aku masih harus merombaknya. Maklum, ini pengalaman pertamaku membuat essay seperti ini. Dalam Bahasa Inggris pula.

Hari H, dini hari, aku masih merombak IA-ku di Second Floor Dayroom bersama dua temanku yang lain: Simona dan Andrea. Dengan segelas teh jeruk dan potongan pizza dari Andrea, kami melalui malam itu. Untung aku masih bisa tidur 5 jam.

Tanya: Bagaimana Simona dan Andrea? Mereka hampir tidak tidur malam itu. Semoga perjuangan mereka dibayar setimpal dengan nilai yang luar biasa, amin.

Jadi, hari ini, dengan mata masih terkantuk-kantuk, aku melalui 3 kelasku, tutoringku di West LV High School, dan kelas First-Aid Trainingku. Setelah dinner, aku kembali dihadapkan dengan tugas fisika, matematika, dan bahasa Inggris.

Untung besok aku punya free-code di pagi hari. Lumayan untuk membuatku tidur lebih. Kemudian, aku ada meeting dengan advisorku tentang nilai midterm-ku. Barulah kelas siangku dimulai.

Semoga semuanya dilancarkan, termasuk tugas Research Paper Bahasa Inggrisku yang deadlinenya minggu depan. Semoga nilai midtermku luar biasa. Aku hanya tak ingin mengecewakan siapapun.

Dan 2 minggu lagi Thanksgiving. Libur panjang yang cukup untuk recovery siklus tubuhku. Dan sebulan lagi: semester ini usai, winter break dimulai. Sungguh cepat rasanya.

Berdasarkan Weather Forecast, minggu depan salju mulai turun. Aku tak sabar melihatnya, tapi aku ingin berdamai dengan dinginnya.

Pekan ini, North American Cultural Days dimulai. Setelah Dress-Like-Your-Roomie-Day kemarin, besok ada Pajamas Day. Entahlah, aku masih belum sreg kalau harus mengenakan piyama ke kelas.

Selamat datang November. Selamat datang musim salju. Selamat datang kehidupan yang luar biasa!

04 November 2010

Trick or Treat!

31 Oktober, Halloween pertamaku yang bukan abal-abal. Heran, di Indonesia juga pada merayakan Halloween, padahal bukan budayanya. Department store menggelar diskon besar-besaran, toko-toko dan restoran didekorasi sedemikian sehingga, menarik pengunjung, seperti budaya sendiri saja.

Ternyata beda juga, ya, rasanya kalau mencecapnya langsung di tempat. Malam minggu kemarin setelah Castle Concert (gila, bagus-bagus banget yang nyanyi sama main musik, BCL lewat!), ada Halloween Party di Student Center. Tapi aku lebih memilih diam di kamar. Mengapa? Mari kita main tebak-tebakan, hehe.

Hari Minggunya, setelah bangun telat dan terburu-buru menuju Castle (takut cafetarianya keburu ditutup, mana breakfast dan lunch disatukan lagi), aku kembali ke kamar. Ingin mengerjakan tugas, tapi ujung-ujungnya mengorok, untung masih ingat untuk sholat.

Setelah dinner yang dijalani dengan setengah sadar, antusiasmeku terlecut tiba-tiba. Mungkin karena ada kontes kostum di cafetaria, dan kostum mereka semua luar biasa. Semangat memburu permen pun mau tak mau membara juga. Lumayan, biar tak usahlah beli di Walmart, dollarnya ditabung dan ditukar dengan rupiah biar kaya (seperti inilah pola pikir orang Indonesia di mana-mana: mau untung, tak mau rugi).

Akhirnya bergegaslah aku kembali ke dorm. Mengeluarkan mukena yang diberikan Ratna dengan penuh kasih, biar aku ingat sholat selalu. Maaf, Ratna. Sungguh maaf. Aku tak punya kostum lain.

Kemudian aku berlari ke kamar temanku, Selen dari Turki, dan Andrea dari Mexico. Mereka membantuku berdandan, memulas dengan bedak, menggambar dengan pensil alis. Sesegara setelah itu, aku, dan dua orang partner-in-crime-ku: Adilson dari Mexico dan Lucien dari Belanda (yang juga teman sekamarku) mulai menyatroni kampus, memaksa orang-orang memberikan permennya.

Tidak juga sih. Kami jalan ke rumah guru-guru nun jauh di perbukitan sana, lebih jauh dari kastil. Capek? Apa sih yang nggak buat permen, begitu motto hati kami.

Sukseslah kami, dan banyak yang suka dengan kostumku.

"Titan! You look really creepy!" -Nicol, Costa Rica '12

"AAA! Who are you?? If you joined Costume Contest, you would win!" -Faculty

"You look like Cambodian ghost!" -Sopheaktra, Cambodia '12 (yang satu ini, ya iya dong, hantu Asia kurang lebih kan sama semua)

Dan terima kasih untuk Rigsar, dari Bhutan, untuk fotonya. Saya catut dengan citation kok, APA style kan? Hehe.

Dan hasilnya, apalagi kalau bukan permen yang banyak. Sudah dibagi-bagi ke 8 orang, tapi aku masih dapat dua atau tiga genggam penuh. Favoritku: M&Ms!


Kembali ke kamar dengan tangan yang kepayahan membawa coklat dan permen-permen, aku senang. Saat ke kamar mandi, aku teriak. Pensil alisnya permanen! Untung tidak, tapi aku menjerit juga. Pembersih mukaku tak cukup ampuh untuk menghapus hitam-hitamnya yang belepotan. Beberapa menit kemudian, aku memijat-mijat wajahku, berharap nodanya hilang dari sana.

Happy Halloween, everyone! Trick or treat!