29 Agustus 2012

Selamat Datang di MIT!

Sudah satu setengah minggu aku berada di sini, di tempat belajar (yang katanya) terbaik untuk para teknisi dunia, MIT. Twitter dan Facebook-ku dirubung pertanyaan dari teman-temanku, "Bagaimana kabarmu di sana, Titan?"


Kabar?

Baik, alhamdulillah. Setelah mental breakdown karena tidak berkesempatan untuk sholat ied dan berlebaran di Indonesia (untuk yang ketiga kalinya, kawan), aku baru merasa lebih ringan, setelah bertemu dengan mentor siswa internasional yang menjemputku di Logan International Airport, Boston. Kesan pertama: Boston itu besar, dan New Mexico itu rasa-rasanya bukan seperti di Amerika Serikat setelah melihat Boston. Dibimbing mentorku yang berasal dari Brazil tersebut, aku terkagum-kagum dengan sistem kereta bawah tanah, alias subway mereka, dan betapa terintegrasinya bus dan subway mereka. Dua koper bermassa masing-masing 50 pounds bukan masalah besar untuk mencapai MIT dari Logan.

Quick fact: Bingung bagaimana ke MIT dari Logan? Keluar dari terminal, dan coba cari halte bus untuk silver line, dan naik bus tersebut. Lalu, berhenti di South Station, dan ambil subway Red Line ke arah Alewife. Terakhir, turun di stasiun Kendall/ MIT.

Aku tak pernah lupa malam itu. Malam pertama saat aku tiba di MIT, melihat MIT Dome untuk pertama kalinya, dan merasa, "Akhirnya aku di sini."

Hari-hari Pertama?

MIT telah membuktikan bahwa kunci lahirnya manusia-manusia sukses dari sana bukan hanya soal seberapa banyak mereka belajar. Mereka belajar banyak, praktik dengan professor bertitel calon penerima (atau penerima) Nobel, dan memanfaatkan apa yang ada di sekitar mereka. Sesederhana itu. Selain itu, ada keunikan lain dari sekolah ini. Setiap siswa yang lulus untuk gelar bachelor (atau S-1), harus lolos tes berenang 100 yards (75 yards gaya bebas, dan 25 yards gaya bebas -terserah). Selain itu, seperti halnya ITB (atau ITB seperti halnya MIT?) mengharuskan para freshman untuk mengambil kelas wajib macam kalkulus, fisika, kimia, biologi, dan kelas menulis (ini yang menarik, mereka bilang: percuma punya ilmu kalau tak bisa disampaikan).

Selain itu, aku juga bergabung dalam program pre-orientasi bernama Freshman Urban Program 2012 (foto di atas). Secara garis besar, kami berkeliling di daerah sekitar Boston dan Cambridge, melakukan community service dan volunteering. Yang aku suka, komitmen (waktu, tenaga, pikiran) yang diberikan oleh panitia dan peserta memang luar biasa: 18 jam per hari, selama lima hari. Wow.

Kini, aku mulai terbiasa dengan naik T (atau bus+subway di daerah greater Boston), tahu tempat-tempat makan sekitar Cambridge-Boston (dan Harvard Square: mereka punya banyak restoran enak di sana), tahu caranya ke mall (CambridgeSide Galleria), menonton pertandingan tim bisbol Boston Red Sox di Fenway Park, dan berkali-kali menyeberangi jembatan Harvard. Membuatku merasa, "Aku merasa aman, nyaman, dan senang berada di sini."

MIT dari atas langit, diambil dari Facebook page MIT

1 komentar:

  1. 1. merinding bacanya, tit t.t
    2. "turun di stasiun Kendall" -> Kendal itu semarang ke barat dikit kan!!! :))
    3. semoga dapet tementemen semanis nyiko di sana, yaaa!

    BalasHapus