23 Mei 2013

UP (The Umbrella Project): When Technology Meets Art



MIT CSAIL (Computer Science and Artificial Intelligence Laboratory) dan Pilobolus, hari Minggu kemarin mengadakan acara luar biasa: UP (The Umbrella Project) di Barry Astroturf Field. Seperti yang bisa kalian bisa lihat di videonya, 'eksperimen' ini benar-benar sederhana: ratusan orang diberikan payung dengan lampu LED tiga jenis: merah, hijau, dan biru, yang bisa dinyalakan sendiri-sendiri, dua-dua, atau tiga-tiganya sekaligus.

An umbrella never looked this awkward before.


Walaupun pegangannya itu benar-benar tidak nyaman (karena sirkuit, baterai, dan tombolnya ditempelkan dengan lakban), saya acungi jempol, project ini benar-benar luar biasa. Bukan hanya karena acara ini malam sebelum UAS saya, dan saya malas belajar, hehe.

Apa ide di balik project ini? Simpel saja. Pilobolus, yang mengidentifikasikan dirinya sebagai modern dance company, membantu membuat orang-orang 'menari' dengan payung dan lampu LED warna-warni yang mereka miliki. Sedangkan MIT CSAIL mencoba menemukan algoritma dari pola pengambilan keputusan (baca: arah gerak) orang-orang berpayung ini untuk diterapkan dalam penelitian mereka dalam bidang robotik.

Saya sih tidak begitu peduli untuk apa dan siapa project ini dibuat. Hujan, payung, lampu dan pola warna-warni sudah cukup membuatku senang bukan kepalang, hehe.

Foto-foto lainnya yang luar biasa oleh Andrew Nguyen saya sertakan di bawah ini. Masih belum puas dengan foto-foto milik Andrew? Cek juga linimasanya di Storify ini.

Sebelum diperbolehkan menyalakan lampu LED. "Halo, halo, tolong dimatikan. Baterainya terbatas."

 Saya sebenarnya kaget: banyak sekali orang-orang yang tidak berafiliasi dengan MIT datang ke acara ini, membawa anak-anak mereka yang masih balita. Binar mata mereka melihat warna-warni payung membuat saya berbinar juga, hehe.

 Changing colors: warna-warni payung.

Membuat tulisan MIT dengan payung warna-warni.

Acara-acara seperti inilah yang membuat saya merasa beruntung berada di tempat ini, bertemu orang-orang cemerlang yang punya sejuta ide untuk dunia. 

Saya benar-benar bersyukur, apalagi karena tidak semua orang punya kesempatan seperti ini. Semoga saya bisa memanfaatkan keberuntungan dan kesempatan ini sebaik-baiknya, ya.

Satu hal lagi: akhirnya saya selesai dengan tingkat pertama universitas! Walaupun setahun terakhir ini saya belum mengambil kelas yang spesifik dengan jurusan saya, saya tetap merasa belajar banyak sekali dengan dosen-dosen luar biasa di sini. Angguk-angguk kecil sambil mengucap, "Oooh," sudah jadi kebiasaan saya setiap hari. Banyak sekali hal yang mencengangkan di sekitar kita, ternyata.

Selamat liburan musim panas semuanya! Satu pertanyaan kecil untukmu hari ini, acara apa yang belakangan ini kamu ikuti dan sangat menginspirasi? Kutunggu jawabanmu di kotak komentar di bawah, ya, hehe :)

2 komentar:

  1. Kak, aku mau nanya nih.
    Aku lagi kuliah di salah satu PTS.
    dan aku itu hanya D3.
    Apakah bisa setelah lulus dari sini aku lanjut ekstensi ke MIT yah?
    kalau bisa apa2 ajah yang dibutuhkan kak?

    makasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya tidak ada sekolah ekstensi di MIT, yang ada di Harvard. Hope that helps.

      Hapus