06 Oktober 2013

Semester Tiga Teknik Mesin di MIT

*I no longer update this blog, I have moved to: https://noortitan.wordpress.com. Thanks!

Halo! Apa kabar kalian semua? Semoga Allah senantiasa memberikan berkah-Nya yang tak terkira buat kita semua, ya.

Karena banyak teman-teman yang bertanya mengenai seperti apa kelas di MIT, kali ini, aku ingin bercerita banyak mengenai kuliahku di jurusan teknik mesin (fleksibel) di MIT semester tiga ini. Jika ada orang yang bilang bahwa ilmu itu candu, aku akan setuju dengannya. Setelah setahun kemarin mengalami TPB, alias Tahapan Persiapan Bersama di sini, di mana aku harus mengambil kelas-kelas umum dasar semacam Kalkulus, Fisika Dasar, Intro Biologi, Kimia Dasar, dan sebagainya, tahun ini akhirnya aku benar-benar belajar tentang teknik mesin! Hore!


Sedikit perkenalan sebelum aku melanjutkan tentang ceritaku kali ini. Jurusan-jurusan di MIT itu diberi nomor, begitupun kelas-kelas di bawah jurusan tersebut. Selain itu, tahun angkatan yang disebutkan adalah tahun lulus kuliah 4 tahun, bukan tahun masuk. Contohnya seperti di bawah ini:

  • Teknik Sipil: Course 1C, Teknik Lingkungan: Course 1E
  • Teknik Mesin: Course 2, Teknik Mesin (Fleksibel), yang merupakan jurusanku: Course 2-A
  • Teknik Elektro dan Informatika: Course 6
  • Arsitektur: Course 4
  • Kimia: 5, Biologi: 7, Fisika: 8, Matematika: 18
  • Manajemen: 15, Ekonomi: 14
  • Teknik Nuklir: Course 22
Jadi, kenalkan, namaku Noor Titan, angkatan 2016, Course 2-A! J

Semester ini, aku mengambil 7 mata kuliah, sebagian besar dari mata kuliah yang kuambil termasuk dalam kategori half-load, atau 6 kredit tiap mata kuliahnya. Kebanyakan teman-temanku biasanya mengambil 4-5 mata kuliah full-load, alias 12 kredit tiap mata kuliahnya. Hitungannya benar-benar gampang, tiap kredit mengindikasikan berapa jam yang harus kamu dedikasikan per minggu untuk suatu mata kuliah. Jadi, kalau kelasnya 12 kredit, kamu harus memberikan setidaknya 12 jam/ minggu untuk mata kuliah tersebut. Untuk mata kuliah yang 6 kredit tetapi hanya untuk kuarter kesatu/ kedua, load-nya sama saja dengan mata kuliah 12 kredit.

Berikut ini daftar mata kuliah yang kuambil semester ini:

  • 2.086: Numerical Computation for Mechanical Engineers, 12 kredit. Kelas ini mungkin ekuivalen dengan Probabilitas dan Statistika yang teman-teman di Indonesia ambil.
  • 2.678: Electronics for Mechanical Systems, 6 kredit. Kelas ini lebih menitikberatkan pada praktik dalam membuat rangkaian elektronika. Aku akan bercerita lebih lanjut mengenai kelas ini.
  • 2.01: Elements of Structures, 6 kredit, kuarter pertama. Kalau di Indonesia, mungkin disebutnya Mekanika.
  • 21M.030: Introduction to World Music, 12 kredit. Aku mengambil kelas ini untuk memenuhi communication requirement, dan art requirement. Walaupun begitu, kelas ini benar-benar keren! 
  • ES.200: Undergraduate Teaching Seminar, 6 kredit. Kelas ini harus diambil bagi mahasiswa yang menjadi asisten dosen untuk pertama kalinya di ESG (Experimental Study Group). Semester ini, aku menjadi asisten dosen untuk Fisika I: Mekanika Klasik, hehe.
  • 2.00: Introduction to Design, 6 kredit, kuarter kedua. Kelas ini akan dimulai pada minggu terakhir Oktober, jadi aku belum tahu seperti apa kelasnya. Tetapi yang jelas, kelas ini akan berbasis pada praktik dan hands-on experience tentang mendesain suatu sistem mekanis. Jadi, pasti kelasnya akan keren sekali!
  • 2.02A: Engineering Materials, 6 kredit, kuarter kedua. Kelas ini adalah lanjutan dari 2.01, masih tentang Mekanika.
Sampai saat ini, mata kuliah favoritku adalah 2.678. Mengapa?

Tentu saja karena kami dapat electronic kit kami sendiri gratis! Hehe. 

Bukan karena dapat barang-barang gratisan saja sebenarnya. Tetapi, dari SMP dulu, aku senang sekali mendengarkan suara solder, dan melihat PCB yang kurangkai sendiri berhasil bekerja. Pelajaran Elektronika adalah muatan lokal favoritku saat SMP dulu (dibandingkan Bahasa Sunda, hehe). Tetapi kami tidak hanya praktikum saja di kelas 2.678 ini. Kami juga belajar 'sains' dibalik komponen-komponen elektronik ini, apa efek menambahkan smoothing capacitor 470 microFarad pada op-amp yang kami buat, contohnya. Atau mengapa pada dc power supply, diodanya harus disusun seperti wajik. Dan bagaimana ROM (Read-Only Memory) di komputer ternyata disusun dari banyak sekali dioda, yang merupakan material semikonduktor! Selain itu, buku pegangan yang kami gunakan, Pratical Electronics for Inventors 3rd ed., oleh Paul Scherz dan Simon Monk adalah buku yang luar biasa. Relatif murah dibandingkan buku teks kuliah di luar sana, dan memiliki pengetahuan lengkap soal rangkaian elektronik -dari resistor, hingga microcontroller.

Sumber gambar dari sini. Buku ini dijual seharga $25.99 saja di Amazon!

Oke, maaf jika aku terlalu bersemangat sendiri, hehe.

Lab session untuk 2.678 ini selalu kutunggu-tunggu tiap minggunya, dan senyumanku selalu paling lebar saat jam 11 siang hari Jumat, karena aku berhasil membuat sesuatu selama 2 jam praktikum kelas ini. Selain itu, Instructors dan TA (Teaching Assistant, alias asisten dosen) di kelas ini benar-benar bersahabat dan tidak segan untuk menjawab pertanyaan apapun mengenai elektronik yang mungkin kau punya.

Aku jadi ingat Pak Radiks, guru Elektronika SMP-ku. Beliau pernah membetulkan rangkaian PCB sirine sederhana milikku, hingga baju drill PNS-nya bolong terbakar solder. Beliau memang guru yang luar biasa, dan hingga saat ini rasa keingintahuanku mengenai rangkaian elektronika, semua gara-gara beliau. Aku juga masih ingat Pak Iwang, guru Elektronikaku yang lain. Sampai saat ini, ketika aku harus menyolder PCB, aku pasti mencoba melakukannya serapi mungkin -hal yang krusial supaya komponen elektronikanya bertahan lama. Beliau biasanya mengecek PCB-ku dengan cara menggesekkannya ke pipinya, jika masih kasar, aku harus menyolder ulang semua komponennya. Hormat untuk beliau-beliau yang luar biasa!

Selain 2.678, aku juga sangat senang dengan kelas 2.01-ku. Prof. Simona Socrate adalah dosen yang luar biasa dalam mengintegrasikan pembelajaran daring dengan luring (online dengan offline). Beliau menggunakan edX, platform online courseware yang diinisiasi oleh MIT dan Harvard demi membuat kelas dan pembelajaran lebih aksesibel ke seluruh dunia. Kalian bisa melihat bagaiamana 2.01 diajarkan oleh Prof. Socrate di sini. Selain itu, dosenku yang satu ini benar-benar sistematis dalam mengajar, dan rasanya benar-benar betah duduk di lecture hall dan mendengar beliau menjelaskan tentang beam bending yang diasosiasikan dengan sosis yang 'letoy', hehe.

Selain itu, Prof. Socrate juga luar biasa dalam merangkum kuliahnya dan memberikan handout. Siapa yang menolak belajar untuk kuis jika catatan yang diberikan dosennya saja seperti ini?

Waktu kuliah dulu, pasti catatan Prof. Socrate sering sekali dipinjam dan difotokopi.

MIT itu tidak hanya top soal pendidikan tekniknya, kawan! Di sini juga ada kelas-kelas ekonomi, sejarah, antropologi, bahasa, linguistik, dan musik yang luar biasa. 21M.030, kelas yang kuambil semester ini, benar-benar memberikan pengalaman yang berbeda soal belajar musik.

Ingat bagaimana pelajaran musik pertama kali diajarkan padamu?  Pasti kamu harus menghafal not-not, skala yang berbeda-beda: Do=C, Do=D, Do=E, dan sebagainya. Pasti kamu harus tahu teori dibalik tanda kres dan mol. Suaramu juga harus bagus, karena kamu akan dites menyanyi di depan kelas dan dipermalukan di depan teman-teman seumuranmu. Kamu juga harus bisa setidaknya satu instrumen, minimal rekorder, agar kamu bisa lulus pelajaran ini meskipun teori musikmu tidak bagus.

Tidak di kelasku yang satu ini, ternyata. Kami belajar tentang bagaimana musik digunakan secara berbeda di lingkungan/ negara yang berbeda. Pelajaran musik tidak harus menjadikannya egois ternyata, dia bisa dipelajari lewat sejarah dan antropologi.

Selama dua minggu terakhir, kami mendatangkan dosen tamu di 2 bidang musik etnik yang berbeda: pemain drum Sabar dari Senegal, dan Prof. Ruckert yang sudah belajar belasan tahun mengenai musik tradisional India. Beliau berdua ini membuka mataku soal sejarah musik yang berbeda, yang tidak melulu soal musik Barat. Di Senegal, contohnya, drum Sabar adalah alat musik yang sangat penting bagi masyarakat mereka, karena ini adalah salah satu hiburan termurah yang mereka dapatkan. Kalau di Indonesia, mungkin kurang lebih seperti Reog/ Sisingaan; kamu bisa melihat atraksi gratis di gang depan rumahmu.

Selain itu, yang lebih menyenangkannya lagi, dosen 21M.030-ku ini, Prof. Steele, adalah ahli musik etnik gamelan Bali! Beliau mengerti Bahasa Indonesia, dan tahu seluk beluk mengenai gamelan Bali. Aku masih ingat, di sesi pertama mata kuliah ini, beliau berkata, "Hartono? Your last name sounds like Indonesian's last name. Are you Indonesian? Welcome to the class, selamat datang," dengan aksen orang asing yang sangat kental. Aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk. Di kelas-kelas berikutnya, beliau banyak memberi contoh dari musik Indonesia, terutama Bali, yang aku sebagai orang Indonesia sendiri tidak tahu banyak. Benar-benar menarik!

Saat-saat seperti inilah aku merasa benar-benar beruntung berada di sini. Aku belajar sangat banyak.

Meskipun harganya tidak murah.

Kurs IDR-USD yang sepertinya berancang-ancang akan stabil di kisaran Rp 11.500,00 mau tak mau membuatku tahu diri dan tidak menggantungkan segala kebutuhanku pada kiriman dari tanah air. Tiap tahunnya, aplikasi financial aid harus kuperbarui paling lambat tanggal 15 April. Tahun ini, aku mencantumkan Rp 9.500,00 saat aku mengisi formulir financial aid di akhir Maret, yang jelas-jelas berbeda dengan keadaan sekarang. Konsekuensinya, aku harus bekerja paruh waktu di sini, untuk memenuhi kebutuhanku sendiri. Untunglah, Admissions Office MIT masih mau menerimaku, meskipun sekarang aku sekarang sudah tingkat dua (mereka biasanya merekrut mahasiswa tingkat satu, karena mereka punya lebih banyak waktu).

Meskipun begitu, aku merasa jauh lebih beruntung, setidaknya dari kakakku yang semester ini memulai kuliah profesi dan S2-nya di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta. Kakakku yang satu ini, sering sekali mengeluh soal susahnya menjadi anak kosan untuk pertama kali. Pergi ke warnet saja harus hitung-hitungan, dan makan saja harus dihemat-hemat, katanya. Warung yang menjual sayur seharga seribu rupiah pun menjadi langganannya, walaupun kadang-kadang perutnya harus berkorban karena masalah kebersihan di warung tersebut yang menjadi tanda tanya besar.

Tipikal makan pagiku: susu coklat, pancake, omelette isi tomat, bayam, dan jamur, serta anggur dengan saus yogurt. Yum!

Semoga kalian semua menjalani semester baru ini dengan semangat dan menyenangkan, ya! Salam hangat dari tempat yang musim gugurnya sedang puncak-puncaknya, MIT, Cambridge. J

46 komentar:

  1. Andi Pretty Bandung13 Oktober 2013 17.07

    de Titan, mhs Indonesia di MIT yg sdg S1 atau sdg S2/S3 di MechE di EECS atau AeroAstro ada brp orang ya ? boleh tau, biaya hidup perbulan (byr kos, makan dll) di sekitar Kampus MIT brp yah ? Apkh beasiswa (sprti Fulbright dll) bisa menutupi semuanya ? Semoga Titan smakin kuat Iman Islamnya dan smakin sukses meraih cita-cita sampai ScD atau PhD di MIT kemudian jd dosen di MIT sprti Prof Simona Socrate atau jd dosen FTMD ITB. Aamiin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kurang tahu totalnya brp, tp saya tahu 1 org di MechE. Kalau undergrad, bayar asrama 8000 dollar/ thn, makan bisa 3500-4000 dollar/thn. Tergantung beasiswanya, saya krg tahu soal fullbright. Amin, terima kasih atas doanya. Sukses juga di sana!

      Hapus
  2. teh Titan, saya mau nanya dong ttg kehidupan di MIT, financial aid yang teteh dapet itu cukup untuk memenuhi kebutuhan atau harus dapet kiriman lg ya? hehe saya skrg kelas 12 di SMA negeri, pastinya di Indonesia, istilahnya pengen membuka mata ke dunia luar. pengen bisa belajar di MIT juga. Kasarnya, gimana sih chance untuk anak seperti saya bisa undergrad di MIT juga? mengingat saya bukan anak SMA di uwc seperti teh titan :( dan ketakutan utama saya yah datangya dari sisi finansial. Maaf jd curhat, tapi jujur saya masih ragu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung seberapa sering kamu main & jajan :P Kalau dihemat-hemat dan kerja sambilan, sebenarnya tak perlu dapat kiriman. Kalau berdasarkan statistik di sini (http://mitadmissions.org/apply/process/stats), hanya 2-3% siswa internasional yang diterima di MIT, cukup rendah. Sebenarnya kalau persiapannya cukup dan matang, kamu juga bisa diterima di MIT. Kalau kamu sudah diterima, percayalah pasti ada jalannya. Mungkin, ada orang-orang/ lembaga yang mau membiayai orang yang sudah diterima di MIT. Best of luck!

      Hapus
  3. wah... bikin merinding mbak, hahahahahaha

    BalasHapus
  4. Mhn maaf de Titan, apkh di sekitar MIT ada Mesjid (utk sholat shubuh magrib Isya atau Jumatan) ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada mushola yg cukup besar di lingkungan kampus.

      Hapus
  5. wow MIT ada beasiswa ke sana g kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bantuan finansial, setidaknya untuk jenjang S1, ada.

      Hapus
  6. Pengen yang fisika atau matematika :(
    soalnya yang lain nggak seberapa bisa -__- apalagi yang elektro udah banyak yg lupa --

    BalasHapus
  7. mbak titannn. pengen banget bisa kyk embak... saya mahasiswi farmasi di ptn indo nih kak. mau tanya banyak deh kak. kalo mau S2 di MIT caranya gimana ya? share2 dong klo ada mahasiswa S2 yg dr indo bisa ke sana lwt beasiswa. terus share pengalaman kakak pas masa2 sblm keterima di mit dongg hehe tes2 nya apa aja? susah atau tidak? urutan seleksinya juga apa aja. makasih kaak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cek: http://web.mit.edu/admissions/graduate/, coba baca-baca di situ. Sisanya bisa dibaca di blogku :)

      Hapus
  8. Teh titan untuk program S2nya ada ga... jurusannya apa aja

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa dilihat di sini: http://odge.mit.edu/gpp/degrees/masters/

      Hapus
  9. Pengen banget kuliah di MIT... -_____-

    BalasHapus
  10. Mbak Titan, sejak kapan mulai mempersiapkan diri untuk test masuk ke MIT. apakah harus mulai perkuat matematika, fisika, kimia agar lebih mudah untuk bisa diterima. apakah dari sejak SMA 1. dan dulu belajarnya di mana? trims ya mbak. Sukses ya mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba cek di noortitan.blogspot.com/p/faq.html ya. Best of luck!

      Hapus
  11. Di MIT ada asramanya ga ya mbak? selain asrama ada apa lagi yang disediakan oleh MIT sebagai tempat tinggal mahasiswanya? tolong infonya ya mbak.. terima kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba cek: http://housing.mit.edu/undergraduate/undergraduate_housing

      Hapus
  12. Mbak, mau tanya dong mbak proses seleksi dan persyaratan calon mahasiswa indonesia yang mau daftar di MIT gimana ya mbak ? :) saya tertarik banget mbak pingin ngelanjutin di Mechanical Engineering nya terus mau ambil bidang yang Energy mbak, mohon bantuannya mbak, terima kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal. Coba cek di: http://noortitan.blogspot.co.uk/p/faq.html, http://web.mit.edu/admissions/graduate/graduate/international.html. Terima kasih.

      Hapus
  13. Kak Titan mau tanya, Apakah di MIT ada Diskriminasi jurusan seperti di Indonesia (SNMPTN)

    Terima Kasih kak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk S1 kamu tak perlu pilih jurusan sampai akhir tingkat satu. Sama-sama!

      Hapus
    2. Terus biaya kuliah dan biaya hidup yang kak Titan tanggung berapa, lalu apakah Financial Aids juga memberikan bantuan bagi siswa yang kurang mampu untuk biaya hidup...?

      Maaf ya kak banyak tanya :)
      Semoga sukses buat kak Titan dan buat kita semua

      Hapus
    3. Tentu saja. Cek: http://noortitan.blogspot.co.uk/p/faq.html dan http://web.mit.edu/sfs/financial_aid/prospective_freshmen_and_transfer.html.

      Hapus
  14. How long you stay in there? Thank's ;)

    BalasHapus
  15. perbedaan signifikan dari universitas indonesia jika dibandingin AMERIKA itu apa yah kak,
    fasilitas kah, dosen kah, atau mahasiswa kah ?????
    padahal banyak org indonesia yang mampu juara olimpiade fisika, matematika, biologi, dan kimia di level internasional !
    banyak prof/insinyur (engineer) yang menciptakan sesuatu yang bermanfaat contoh: (Choirul anwar adalah org indonesia yang menemukan teknologi 4G LTE - dikutip dari koran J*AWA POS) dan masih bnyak lagi !!!???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fasilitas, lingkungan, dan orang-orangnya (serta sifat mereka).

      Hapus
  16. Salam kenal Titann....
    Sy lagi nyari2 tentang info beasiswa S2 di MIT nih....kalo' ada info yang d tau...tolong d share yahh, makasih sbelumnya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau mau kuliah di US itu relatif gampang,

      1. Cari graduate program yang diinginkan. Biasanya carinya lewat USNews ranking. Tentu saja, Top 10 - Top 25 schools di US lebih kompetitif and biasanya lebih generous dalam masalah funding. (i.e. University of Missouri Teaching Assistanship/ResearchA ~ $20k sedangkan Ivy league school/UCSF/UCLA/UCDavis/Berkeley/West Coast university bisa grant $30k+ pertahunnya.

      2. Applikasinya biasanya lewat sekolah masing-masing (ga ada common apps kayak undergrad, so mesti check web program yang diinginkan.)

      3. Generally, yang diperlukan itu Transcript, Personal Statement mengapa mau melanjutkan s2/s3 (1-2 lembar), 3 rekomendasi, GRE general dan subject, TOEFL untuk International Student.

      4. Applikasi yang kompetitif untuk dapat admission offers dari MIT itu kebanyakan orang-orang yang punya GPA 3.9+, GRE 90%+, 2+ years Research Experience, publications, good recommendations.

      5. Kebanyakan program top di US hanya menerima aplikasi untuk fall/autumn semester/quarter. Deadline aplikasi biasanya 15 Desember (untuk aplikasi PhD), sedangkan program master biasanya 1 Maret.

      6. Tentu saja, program Ph.D biasanya lebih kompetitif, karena biasanya setiap admission offer ditemani dengan Tuition waiver + $tipend, sedangkan program master tidak diberikan grant apapun.

      Kesimpulannya, kalau mau study di US untuk graduate program, relatif gampang, tapi memang perlu 1-2 tahun perencanaan untuk bangun aplikasi yang kompetitif.

      Hapus
    2. Terima kasih sudah membant. Saya juga sedang butuh informasi yang sama, sebenarnya, hehe.

      Hapus
  17. sistem pendidikan di indonesia dan di sana beda banget ya. saya biasa ngambil matakuliah di teknik elektro itu 10 minimal, dan itu dengan seabrek kegiatan :)... tapi klo baca keterangan mba diatas sepertinya saya tidak bisa seperti itu klo di MIT. tapi saya senang ada dari indonesia yang bisa sekolah disana, nanti abis lulus dari MIT kembali ke indonesia ya...

    BalasHapus
  18. beda banget pendidikan di univ indonesia dengan di MIT ya, saya ngambil elektro minimal matakuliah yang diambil itu 10. setelah melihat mit sepertinya saya disana tidak bisa aseperti itu ya, tapi saya senang ada orang indonesia yang bisa sekolah disana, nanti abis lulus pulang lagi ya ke indonesia, kita bangun negri ini bersama...

    BalasHapus
  19. Teh maaf saya nak tanya, kalau teknik mekatrinika menurut teteh bagus tak teh? saya sdg binggung ini teh.. makasih banyak, mudah-mudahan dapat pencerahan saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memilih jurusan bukan soal bagus atau tidaknya, tetapi apakah sesuai dengan passion atau tidak. Semoga membantu!

      Hapus
  20. Kak apakah semua esai yang di tulis oleh calon mahasiswa MIT akan dibaca oleh bagian penerimaan ? Kalau tidak esai Bagaimanakah yang akan di baca oleh staff penerimaan ? Kak kalau boleh saya request artikel mengenai pengalaman kakak saat membuat esai ke MIT.

    Terima Kasih :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aplikasi akan dibaca secara menyeluruh. Terima kasih sarannya, ditampung dulu ya!

      Hapus
  21. Teh Titan, saya izin bertanya. Apakah sewaktu di MIT Teh Titan mendapatkan uang setiap bulannya dari institusi (Financial Aid) yang di gunakan utk biaya keperluan sehari hari ? Saya pernah mencoba aplikasi Net Price Calculator dari CollegeBoard, disana ada Book and Supplies menurut penjelasan yg diberikan oleh CollegeBoard book and supplies merupakan biaya digunakan untuk keperluan membeli buku. Lalu apakah utk book and supplies ini bisa mendapatkan grant ? Lalu dlm bentuk apa ? Apakah siswa diberi uang lalu membeli buku secara mandiri atau dlm bentuk lain ? Oh ya Teh saat Teteh membeli buku Pratical Electronics uangnya punya sendiri atau ada dana khusus dari financial aid.

    Terima kasih Teh atas perhatiannya, maaf banyak tanya, semoga Tugas Akhir-nya sukses dan bisa lulus dg nilai yang diinginkan :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo!

      Berdasarkan web MIT (https://sfs.mit.edu/financial-aid-mit), book dan supplies masuk dalam financial aid package. Kalau dapat grant untuk kebutuhan satu ini, mereka akan memberikan lump sum of money sesuai yang tertera, lalu kita bisa menggunakannya sesuai kebutuhan. Saya beli buku itu dari uang finanacial aid saya.

      Sama-sama. Semoga membantu!

      Hapus
  22. makasih sudah menge-share tentang m.i.t ka. Sukses terus yah dan jangan sia siakan kesempatanmu ka.
    Doakan saya akan menyusul




    maba fisika ui.

    BalasHapus
  23. terima kasih kk buat infonya..
    kalo jurusan teknik kimia dan material ada ga kak di MIT??

    BalasHapus
  24. hebat ada orang indonesia seperti dirimu apalagi mit masuk top 10 sekolah teknik terbaik didunia aku nyasar kesini karena kepo soal MIT kebetulan teman q ada yg sekolah disana....semoga selalu di beri keberkahan kesehatan ya disana have nice day

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin, terima kasih untuk doanya :)

      Hapus