04 November 2013

Take a Break and Reward Yourself!

Ada hal implisit yang sering aku sampaikan di entri-entri yang kutulis.

Tetap kalem dan jangan lupa beristirahat. 

Sudah masuk minggu ke-8 semester tiga. Satu semester di kampusku biasanya terdiri dari 14 minggu kuliah, dan 1 minggu ujian akhir; singkat kata, totalnya 15 minggu. Saat aku sadar aku sudah lewat setengah jalan di semester ini, aku merasa plong, lega. Tinggal 7 minggu lagi.

Sayangnya, kebanyakan temanku di sini sering mengeluh. Setelah seminggu tak bertemu karena kesibukan masing-masing (dan juga karena beda jurusan serta kelas), kami akhirnya bertemu di ruang makan di Sabtu sore yang indah. Hal pertama yang biasanya keluar dari mulut mereka adalah, "Aduh, rasanya masih lama sekali sampai liburan musim dingin tiba. Aku seminggu kemarin ada tiga UTS, empat problem sets, dan satu paper. Minggu depan lebih parah lagi, karena ada project dan presentation. Kamu tahu kan, aku minder untuk bicara di depan orang banyak." 

Aku biasanya hanya bisa tersenyum. Aku bukan orang yang meng-overload kelas yang kuambil (kebanyakan orang mengambil 4-5 kelas, tetapi ada beberapa orang yang mengambil 6-7 kelas), jadi protes dariku hanya akan menyiram bensin ke atas api. Banyak yang sumbunya pendek dan mudah tersulut karena tekanan akademik yang mereka miliki. Kebanyakan dari mereka, terkadang tidak bisa diajak jalan-jalan sebentar untuk menyegarkan pikiran mereka, "Apa? Kamu mengajakku untuk beli es krim di Tosci's? Sekarang saja 24 jam tak cukup untuk melakukan semua tugasku, Tan."

Aku pun kadang masih sering seperti itu. Jangan salah, lebih dari 50% twitku kadang isinya komplain atas beberapa kelas, dan tugas yang tak pernah berakhir. Sekarang, aku berusaha menguranginya. Ada tempat lain yang lebih cocok untuk menumpahkan keluh kesah: sajadah dan Tumblr yang digembok, hehe. Bukan apa-apa, energi negatif itu cukup menular, sama halnya dengan energi positif.

Karena itu, semboyan di atas selalu menjadi patokanku belakangan ini. Karena istirahat 10 menit dari apa yang kamu lakukan saja bisa memiliki efek yang sangat ampuh untuk mengurangi energi negatifmu. 

Banyak tugas, Tan? Tetapi bagaimana rencanamu untuk mencoba restoran sushi baru di Central Square? Kalau tak sempat, bisa dibawa pulang makanannya.

Paper-nya belum selesai, Tan? Bagaimana kalau kamu ditemani dengan teh Prendjak yang kamu bawa dari Indonesia?

Besok ada ujian, Tan? Kamu sudah melakukan semua yang kamu bisa. Sekarang waktunya tidur. Otak yang waras adalah hal yang paling kamu butuhkan untuk esok hari.

Banyak orang yang salah kaprah soal break, alias istirahat, karena mereka menomorduakannya. Istirahat itu sama pentingnya dengan kegiatan utama kita, dan layak untuk mendapat tempat tersendiri di jadwal harian kita, atau Google Calendar kita.

Karena tanpa kita sadari, tingkat stress kita mempengaruhi hubungan kita dengan orang-orang terdekat. Harusnya kita mafhum bahwa stress tidak bisa dijadikan alasan untuk berkelit dan marah pada orang-orang yang kita sayangi.

Padahal, sudah jelas, regulasi tingkat stress adalah tanggung jawabmu sendiri.

Cara paling susah tapi paling efektif untuk meregulasi tingkat stress adalah mengatur jadwalmu. Aku benar-benar merasakan perbedaan yang jauh antara: baru sadar tiga hari lagi ada ujian karena diberitahu teman, dengan sadar satu minggu lagi ada ujian dari jadwal yang kumiliki. Berikan waktu yang lebih panjang untuk mencerna hal-hal besar yang akan terjadi, setidaknya seminggu-dua minggu dari waktu kejadian. Mungkin kurang lebih analoginya sama dengan sistem imun. Antibodi butuh waktu untuk dibuat dan melawan kuman serta hal asing yang menyerang tubuh kita. Singkatnya, waktu dan 'sistem imun' atau persiapan, mempunyai korelasi positif.

Karena kamu sudah membaca hingga kalimat ini, tolong pikirkan, apa yang akan kamu lakukan di akhir minggu depan, sebagai reward terhadap dirimu sendiri yang sudah bekerja (terlalu) keras. Jalan-jalan di komplek? Mengajak orang tua makan bakso di luar? Jalan-jalan dengan adik dan kakak? Atau maraton film bersama teman-teman? You decide. Jangan lupa bagikan kepada kami semua, apakah kamu merasa lebih baik setelah itu, hehe.

Intinya, take a break and reward yourself. Karena penghargaan terhadap dirimu, serta pribadimu yang lebih positif, dimulai dari dirimu sendiri.

2 komentar:

  1. iya betul Teh, gak boleh menyepelekan atau melebih2kan istirahat, sama reward sama diri sendiri trus punish jga teh,
    ih subhanallah bagus Teh catatannya inspiring people lah hehe , moga dilncarin + diberkahin Teh kuliah di MIT nya aamiin aamiin^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminn, semoga buatmu juga, ya, Anonim :)

      Hapus