11 November 2013

Tips: Mengalahkan Musim Dingin untuk Manusia Tropis

Daun-daun kuning, merah, dan jingga sudah habis rontok semua. Suhu di malam hari sudah menyentuh di bawah nol derajat. Jaketmu yang dibawa dari Indonesia sudah tidak mempan lagi menahan angin yang menusuk. Musim dingin sudah di depan mata, walau belum ada salju yang turun. Ini kali pertama kamu pergi ke negeri empat musim, dan kamu mulai misuh-misuh sendiri karena kedinginan.

Tenang, berikut ini hal yang bisa kutawarkan sebagai mahasiswa berdarah tropis yang sedang menjalani tahun keempatnya di Amerika Serikat, hehe.



Satu, udara saat musim dingin itu akan jauh lebih kering daripada biasanya. Karena itu, jangan heran, jika bibirmu gampang pecah-pecah, hidungmu sering mimisan, atau kulitmu bersisik. Dua hal yang harus kamu siapkan: lip balm dan hand body atau body lotion. Kedua-duanya harus dengan extra moisturizer, karena yang biasa saja kadang tidak mempan. Kalau di Amerika Serikat, ada Chapstick, yaitu lip balm dengan berbagai rasa. Tetapi aku lebih senang dengan lip balm-nya Nivea. Kalau untuk body lotion-nya sendiri yang terbukti ampuh adalah Vaseline dengan extra protection. Tidak, aku tidak dibayar oleh ketiga merk itu, aku hanya berbagi saja, hehe.

Selain itu, kalau mau lebih pol lagi, sabun mandimu juga bisa menggunakan extra moisturizer juga. Benar-benar membantu, karena tidak hanya kulit luarmu yang harus dijaga.

Humidifier, juga sangat membantu, apalagi kalau kamu mimisan terus. Alat ini, seperti namanya, membantu kamarmu tetap lembab. Karena sekitar sepertiga hingga setengah dari harimu kamu habiskan di kamarmu, bukan?

Dua, yang paling penting tentu saja pakaian musim dingin. Mungkin, sebelum kamu berangkat, di Indonesia kamu sudah membeli syal, topi kupluk, sarung tangan, kaos kaki, long john, jaket tebal, sweater, dan sepatu boots. Ada satu hal yang sering terlupakan oleh orang-orang, yaitu earmuff. Earmuff bentuknya mirip headphone, dan gunanya adalah menutup telinga. Konon kata pembina Pramuka SMP-ku dulu saat berkemah di alam luas, ada tiga bagian tubuh yang harus dijaga agar tetap hangat: telinga, telapak tangan, dan telapak kaki. Jangan harap merasa hangat kalau salah satu dari ketiga bagian tubuh itu terasa dingin.

Karena itu pula, aku menekankan agar kamu membeli sarung tangan dan sepatu boots yang waterproof. Apalagi jiga daerahmu banyak saljunya. Karena salju, seperti yang kita semua tahu, berasal dari air, kalau bertemu dengan panas tubuh kita tentu saja akan mencair. Karena itu, salju yang mencair ini bisa merembes pakaian dan sepatu kita, dan membuat kita kedinginan karena basah.

Lebih baik membeli barang yang waterproof dan paten walaupun mahal sedikit, daripada akhirnya kita sakit karena kedinginan, bukan?

Selain itu, sebaiknya membeli sepatu boots dengan grip yang pakem, alias sol yang bisa mencengkeram. Biasanya, kalau salju menumpuk di tanah, lalu mencair pada siang hari, kemudian membeku lagi pada malam hari dan menjadi es, bisa jadi licin tak kira-kira.

Tiga, tentu saja seperti musim-musim yang lain, tetap minum air putih dan makan buah. Apalagi saat musim dingin, banyak orang yang terkena flu karena dingin. Beri pertahanan ekstra tubuhmu dari dalam, agar kamu bisa melawan dingin dari luar dan dalam.

Empat, tentu saja semuanya tak ada gunanya, kalau kamu malas pakai baju berlapis (seperti aku). "Aduh, ke gedung A kan hanya 3 menit jalan kaki," atau, "Ah, hanya ke minimarket beli susu saja, kenapa harus pakai long john segala?" Jangan tunggu sampai dirimu sakit, atau terkena frost bite (yang pernah aku alami selama ekspedisi musim dingin), karena penyesalan itu selalu di akhir.

Jadi, selamat menikmati musim dingin. Semoga tips panjang dariku dapat sendikit membantu, hehe. Selamat menebak-nebak kapan salju pertama tahun ini akan turun!

Selain itu, sedikit hadiah: Simple Plan- Jet Lag dalam empat versi, Bahasa Mandarin, Inggris, Indonesia, dan Perancis. Selamat menikmati liriknya dalam-dalam, semoga tidak homesick, hehe.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar