15 Desember 2013

It's Your Day

I have never been this grateful to whoever invented social media. Without him/her/them, I would not receive so much love in the past two days. Thank you everyone who took time to congratulate and pray for me. I really appreciate it.
Ada banyak kontroversi: hari ulang tahun tidak sepantasnya dirayakan. Karena itu, beberapa kawanku hanya mengucapkan, "Selamat hari lahir," atau, "Selamat." Tak ada yang salah dengan itu, karena bagiku, fakta bahwa mereka bersedia berdoa untukku saja sudah luar biasa. Tak ada traktiran, atau pesta kecil-kecilan yang bisa kuberikan sebagai tanda terima kasih untuk mereka, kecuali doa yang lebih.
Terlepas dari semua itu, hari jadi ini adalah momen paling berharga buatku untuk terkoneksi kembali. Banyak kawan yang tidak kujaga kontak dengan mereka secara teratur, lalu kami terkoneksi kembali dan saling menanyakan kabar. Yang benar-benar dekat denganku, mereka berusaha membuatku senang, terlepas dari jarak ribuan kilometer yang memisahkan kami. Mereka juga berusaha menunjukkan bahwa saya berarti di hidup mereka. Mereka mungkin tidak tahu (atau tahu tapi secara tidak sadar mengabaikan fakta ini) bahwa mereka lah yang membuatku berada di sini. Jangan tanya berapa banyak nostalgia akan masa kecil dan remaja yang kulakukan untuk meyakinkan diriku untuk tetap melaju. Terima kasih.
Mungkin aku harus lebih sering membuat orang lain merasa berharga, berterima kasih pada mereka, dan mengingatkan jasa mereka, supaya aku bisa merasa worthy di mata orang lain. Perasaan yang luar biasa, bukan?
Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih.
It's your day, not mine.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar