23 Desember 2013

Printilan: Hari Cuci Baju

Blog post kali ini terinspirasi dari temanku yang sedang mengikuti pertukaran pelajar di Korea Selatan, Ratna. Suatu kali dia bercerita tentang bagaimana mencuci baju di asramanya. Hal kecil, tapi membuat penasaran beberapa orang. Apa dijemur di luar? Apa sama dengan di Indonesia?

Tiap hari Minggu, keranjang baju kotorku penuh. Ini hari cuci baju buatku, alias laundry day. Hal pertama yang harus kulakukan adalah menyalakan laptopku. Lho, kok?

Laundryview: cara mudah melihat apakah ada mesin cuci yang kosong.


Benar sekali, kawan-kawan! Karena jumlah mahasiswa yang tinggal di asramaku ini mencapai 350-an orang, tentu menggunakan mesin cuci pun harus bergiliran. Laundry room kami terletak di basement, jadi kadang suka kesal sendiri kalau ternyata semua mesin cuci penuh setelah turun ke bawah. Laundryview ini benar-benar membantu kita. Di-update-nya pun tiap 1 menit, jadi cukup real time.

Atas: laundry room. Kiri bawah: mesin cuci, dengan kotak kecil untuk membayar. Kanan bawah: mesin pengering, juga dengan kotak kecil untuk membayar.

Setelah ke bawah, lalu memasukkan cucian, jangan lupa membayar agar mesin cucinya bekerja. $1.00 untuk satu cycle mesin cuci, dan $0.25 untuk satu cycle mesin pengering. Selain dengan memasukkan koin quarters alias $0.25 ke dalam kotak kecil di atas tiap mesin, kamu juga bisa membayar dengan ID Card mahasiswamu. Cara kedua ini lebih populer karena kamu tidak perlu menukarkan dan mencari-cari koin quarters, tapi cukup menambahkan uang di ID Card-mu online.

Ching! Ching! Ching! Masukkan 4 koin quarters untuk satu cycle mesin cuci, atau 1 koin quarters untuk satu cycle mesin pengering. Atau...

Gesek kartunya, dan tentukan berapa cycle mesin cuci/ pengering yang kamu butuhkan!

Benar sekali, ID Card mahasiswa di sini benar-benar fungsional: bisa sebagai kartu untuk membayar transportasi umum seperti subway dan bus, bisa juga untuk mendapatkan makanan di dining hall, membeli makanan kecil di minimarket di Student Center, atau membayar mesin cuci dan pengering. Yang paling penting, tentu saja, selain menjadi tanda pengenal, ID Card-mu juga berfungsi untuk masuk ke gedung utama kampus, asrama, ruang baca tertentu di perpustakaan, lab, studio, lounge, atau ruang-ruang lainnya.

Di samping itu, mesin-mesin cuci di asramaku (dan sebagian besar asrama kampus di Amerika Serikat), didesain khusus untuk menghemat penggunaan air. Deterjen yang digunakan pun tak boleh sembarangan, harus yang berlogo 'H-E' atau high efficiency.

Cari di pojok kiri/kanan bawah label deterjen yang kamu beli. Sumber gambar dari sini.

Apa yang terjadi jika kamu menggunakan deterjen yang tidak berlogo H-E? Siap-siap saja, karena air yang digunakan sedikit, kamu akan menemukan bajumu masih berbusa saat selesai dicuci.

Deterjen? Sudah. Membayar penggunaan mesin? Sudah. Tekan tombol untuk memulai mesin? Sudah. Lalu, apa berikutnya? Kamu juga bisa mendapat SMS saat cycle mesin cuci/ pengeringmu sudah selesai! Caranya mudah sekali, kamu tinggal mengirimkan SMS ke nomor tertentu dengan kode laundry room dan nomor mesin yang kamu gunakan. Abakadabra!

SMS-nya bukan nomor premium kok, jadi tarifnya normal.

Hari cuci baju pun terasa lebih mudah. Tak perlu kucek-kucek atau jemur-jemur, seperti teman-teman yang sering tampil di acara musik pagi hari. Untuk satu cycle mesin cuci dibutuhkan waktu 30 menit, sedangkan untuk mesin pengering, cukup 15 menit saja. Totalnya kurang lebih dua jam (dibutuhkan 2 cycle pengering). Seselesainya mesin pengeringmu bekerja, bajumu akan kering sempurna; bahkan, hasilnya tidak terlalu kusut. Kamu pun tak perlu menyetrika bajumu J

Ah, ringkas dan mudah sekali!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar