27 Juli 2013

Life, Death, and In-Between

Hari ini aku mendapat undangan dari teman-teman SMP-ku, ada buka bersama angkatan, kabarnya. Di sebuah cafe di Dago, sekitar 50 orang hadir. Yang satu tertawa melihat yang lain, yang dua terkaget-kaget dengan perubahan tiga yang duduk di seberang. Satu yang jelas: asap rokok dan kenangan terasa kental di langit-langit yang disinari cahaya remang. Sesaat kemudian, bulu kudukku ikut meremang; dikabarkan dua dari 390-an teman seangkatanku sudah kembali ke pangkuan-Nya. Hal ini kontan membuatku berpikir, kapan giliranku?


17 Juli 2013

Ramadhan

Satu, dua, tiga, empat, ..., dua puluh lima, dua puluh enam. Daftar teman yang harus saya temui semakin panjang. Daftar sepupu jauh, paman-bibi, serta kerabat jauh yang belum sempat saya sungkem-i selama empat tahun terakhir juga tak kalah panjangnya. Setelah sekitar seminggu Ramadhan dimulai, dan sekitar tiga minggu menuju Lebaran, keluarga saya mulai disibukkan dengan printilan bulan puasa dan Idul Fitri yang tak habis-habis. Baju baru, berapa toples kue kering yang harus dipesan, menjahitkan baju, hingga antre membayar ini-itu sebelum mudik. Belum lagi, di sela-sela itu, masih ada ajakan dari berbagai grup pertemanan untuk buka bersama. Luar biasa.

Sedikit juga perasaan sedih menyusup. Tiga minggu setelah Lebaran, aku harus kembali ke Boston. Liburan musim panas ini terlalu menyenangkan untuk diakhiri, meskipun aku tahu, ada bagian hidupku di sana yang harus dilanjutkan.