17 Februari 2014

Printilan: Problem Sets

Sebagai mahasiswa kampus ini, ada satu teman akrab, sekaligus horor yang selalu menemani kami semua. Memastikan bahwa kami semua mengerti materi.



Problem Sets!


Pset, bagiku tak hanya akronim dari keripik setan (keripik pedas a la Bandung), tetapi dua tahun terakhir telah menjadi kata 'keramat', kependekan dari problem set.

"Hari ini jalan, yuk!"

"Aku ada pset yang harus dikumpulkan besok, nih, jadi tidak bisa. Maaf, ya!"

Problem set adalah alasan legitimate, untuk tidak jalan-jalan, atau main. Tetapi kadang dijadikan 'alasan' juga bagi orang-orang yang memang mencari alasan.

Berapakah jumlah problem sets dalam tiap kelasnya? Tergantung professornya, sebenarnya. Untuk kelas level intro, biasanya ada problem sets tiap minggu (total satu semester: sekitar 10-12 problem sets). Sedangkan untuk second level subject, kadang problem setnya hanya sekali tiap dua minggu, atau kadang acak dan tidak beraturan.

Untuk second level subject, walaupun problem setnya terlihat lebih pendek (kadang hanya berisi 2-3 pertanyaan), tetapi waktu yang dibutuhkan sama saja dengan problem set dari kelas intro. Rata-rata, aku dan teman-temanku membutuhkan waktu 3-8 jam untuk mengerjakan problem sets. Beberapa teman yang lebih pintar, bisa menyelesaikan lebih cepat. Biasanya waktu yang diberikan sekitar seminggu dari hari pengumpulan.

Bagaimana kalau sudah mencoba lama sekali, tetapi masih belum ketemu jawabannya? Ada office hours yang diadakan professor dan teaching assistants (atau asdos/ asisten dosen). Mereka akan membantumu dengan semua pertanyaan mengenai problem setmu, atau materi kuliah umumnya. Biasanya, office hours diadakan malam hari...

Jadi jangan heran kalau lampu-lampu di bangunan sekitar kampus masih menyala saat malam hari! Sumber foto dari sini.

Meskipun total nilai problem set hanya menjadi bagian kecil dari nilai akhir mata kuliah (kadang hanya 10%, sisanya ditentukan UTS dan UAS), semua orang tetap serius mengerjakan semua problem set. Mengapa? Karena mengerjakan problem set (atau pekerjaan rumah lainnya), merupakan bagian dari proses belajar. Jika mendengarkan kuliah dari dosen adalah kali pertama bersentuhan dengan materi, problem set mengemban misi internalisasi materi. Bagi kami semua di sini, problem set adalah jembatan untuk pindah dari 'sekadar mengerti' menuju 'benar-benar mengerti'.

Walaupun kadang-kadang ujung-ujungnya stress sendiri karena minggu depan ada 4 problem set, 1 paper, dan 1 prelab. Haha. Tak ada yang pernah bilang kalau menjadi sukses itu tak perlu berpeluh. Tapi peluh itu bisa jadi menyenangkan dan tidak, tergantung dirimu sendiri. Yang setuju angkat tangan!

*By the way, yes, this blogpost is a part of my procrastination, haha.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar