31 Maret 2014

Rainy Boston and Spring Break

tak ada yang lebih tabah, dari hujan bulan Juni, dirahasiakannya rintik rindunya, kepada pohon berbunga itu 
tak ada yang lebih bijak, dari hujan bulan Juni, dihapusnya jejak-jejak kakinya, yang ragu-ragu di jalan itu 
tak ada yang lebih arif, dari hujan bulan Juni, dibiarkannya yang tak terucapkan, diserap akar pohon bunga itu 
Sapardi Djoko Damono, Hujan Bulan Juni
Kalau Pak Sapardi membolehkan, akan kuganti bulan Juni menjadi bulan April. Musim semi sudah resmi dimulai sejak tanggal 20 Maret lalu. Meskipun begitu, lima hari yang lalu, salju kecil-kecil masih turun, dan cuaca masih dingin. Tiga hari terakhir, cuaca berubah menjadi hujan terus menerus, siang malam, yang mengingatkanku pada rumah.

Hujan dari bus nomor satu.


Musim semi memang telah tiba. Tak hanya karena hujan, dan anginnya yang kencang dan tak pernah berhenti, tetapi juga kuncup-kuncup merah muda mulai muncul di pepohonan.

Hari ini adalah hari terakhir libur musim semiku, yang menandai pertengahan semester. 7 minggu lagi hingga aku berangkat, dan meninggalkan Boston untuk libur musim panas. Hal ini juga menandai akhir dari sophomore year, alias tingkat dua. Setengah jalan menuju mendapatkan gelar sarjana!

Apa saja hal yang kulakukan selama satu minggu libur?

Minggu lalu, aku jalan-jalan dengan siswa pertukaran pelajar (AFS) yang kebetulan tinggal di Chelmsford, Massachusetts. Cukup dekat dari Boston. Namanya Febri, dan dia bersekolah di Akademi Siswa Bangsa Internasional (ASBI). Kebetulan kami berdua juga sempat bersekolah di SMP yang sama. Setelah berjalan-jalan, berbelanja, dan makan makanan Malaysia di Restoran Penang, kami juga makan es krim terlezat di dunia: Toscanini's!

Saat berjalan ke Toscanini's, ada sesuatu yang menarik di Central Square.

Pabrik Dosa. Diambil oleh Febri.

Tak hanya itu, beberapa hari lalu, aku pun melihat hal yang serupa di Instagram-nya Bu Ani.
Tong Dosa: Tidak boleh dosa. Diambil dari Instagram Bu Ani Yudhoyono.

Kontan saja aku tertawa sendiri melihatnya. Serupa tetapi tak sama, hehe.
Jika tahun lalu aku berpetualang ke New York, tahun ini aku tidak pergi ke mana-mana, karena beberapa hal. Tetapi aku pergi jalan-jalan dengan temanku, termasuk Isabella Stewart Gardner Museum. Letaknya cukup strategis, tidak begitu jauh dari Museum of Fine Arts Boston. Yang lebih menyenangkan lagi, tentu saja, untuk mahasiswa kampusku, kita bisa masuk dengan gratis, hehe.
Sejujurnya, aku bukan pencinta seni murni, lukisan, atau patung. Tetapi, aku senang melihat-lihat hasil karya seni, dan berimajinasi dengan mereka. Apa yang pelukis pikirkan saat mencoba melukis lukisan satu ini? Mengapa bentuk wajah wanita di lukisan ini terdistorsi? Mengapa warna langitnya hijau dan bukan merah atau biru?

Selain itu, hal yang menarik dari Isabella Stewart Gardner Museum adalah, tentu saja, bangunannya, yang mencolok: kastil di tengah-tengah kota modern Boston.
Juga taman di tengah-tengah kastilnya yang betul-betul terawat. Foto diambil dari sini.
Koleksinya relatif biasa kalau dibandingkan Museum of Fine Arts Boston, menurutku. Tetapi, fakta bahwa seluruh isi museum ini dikumpulkan oleh kurator andal, Isabella Stewart Gardner, menurutku sangat luar biasa. Ada banyak sekali koleksi yang berkaitan dengan simbol-simbol agama, mulai dari Buddha, beberapa Hindu, banyak sekali Kristen, dan Islam. Rasanya senang sendiri melihat kaligrafi yang umurnya sudah sangat tua.
Selain berjalan-jalan dan makan-makan, aku juga menghadiri konferensi kemarin. Konferensi yang diadakan di SOCH-Harvard College ini, dimotori oleh UWC Club at Harvard. Sekitar 50-an orang dari daerah New England dan sekitarnya, datang dan berkumpul, untuk memperbarui spirit UWC mereka. Aku sendiri cukup beruntung, karena Harvard bisa dicapai hanya 15-20 menit dengan bus.
Yang menyenangkan, tentu saja, bertemu dengan kawan-kawan UWC yang tak pernah lekang!
Atas, kiri, searah jarum jam: Paul, Danny, Prestige, Andrew, Hannah, Abuu, Simona, aku, Francesca, dan Jorge. Alumni UWC-USA 2012 dan 2013. Foto diambil oleh Francesca.
Kali ini aku siap untuk menghadapi second half of spring term. Bateraiku telah terisi dengan penuh, hore!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar