28 April 2014

I Am Getting Engaged 2

Akhirnya aku bertunangan dengan MIT juga! Hehe.

Kamis (24 April) malam kemarin, semua mahasiswa tingkat dua berdandan rapi, yang laki-laki mengenakan tux atau jas mereka, yang perempuan mengenakan gaun terbaik mereka, untuk menghadiri Ring Delivery 2016. Di posting sebelumnya, aku telah menjelaskan seberapa penting tradisi ini untuk mahasiswa MIT. Karena itu, semua orang menunggu-nunggu, dan acaranya pun dibuat besar-besaran.

Aku dan teman-temanku, Katie, Yee Ling, Amy, dan Roger, berangkat dari asramaku sekitar pukul 6 sore. Hari itu cuaca benar-benar cerah, walaupun anginnya masih dingin setengah mati. Setelah naik bus nomor satu, dan subway orange line, akhirnya kami tiba juga di State Room. Letaknya di lantai 33 di sebuah gedung di downtown Boston, dan posisinya benar-benar strategis, karena begitu kami masuk ke dalam ruangannya, inilah pemandangan yang disuguhkan.

Pemandangan pelabuhan Boston (kamu juga bisa melihat bandara dari sini!) dan jam Custom House Tower.

22 April 2014

Food For Thought: Racial Microaggressions


Sebuah gerakan mencuat, terlihat makin jelas di media belakangan ini, bahkan berkali-kali dimuat di BuzzFeed. Dimulai oleh I, too, am Harvard., kemudian I, too, am Oxford., lalu I, too, am NYU., kelompok mahasiswa non-putih di ketiga institusi pendidikan termasyhur ini ternyata masih menerima tindakan diskriminasi dari lingkungan universitasnya masing-masing.

"You don't sound Black."

"Then... Why do you speak such good English?"

Seperti gambar di atas. "So what happens if you *accidentally* eat pork? Do you go to hell?"

21 April 2014

Wisata Kuliner Boston: Adiksi Teh Hijau


View Adiksi Teh Hijau in a larger map. Zoom out untuk melihat semua tempat.

Aku bosan dengan tujuan turis di Boston. Adakah hal lain yang lebih menarik untuk dieksplorasi?

06 April 2014

Petani Abad 21

Namanya Rebekah Carter. Rambutnya diikat ponytail dengan warna pirang keemasan. Tingginya sekitar 165cm, dan dia mengenakan kaos biru muda. Dia menyambut kami dengan tersenyum, "Selamat datang! Silakan masuk! Kalian boleh mencoba selai-selai ini yang dibuat home-made dengan croissant dan biskuit di atas meja itu."

Dari kiri ke kanan: mint rhubarb jelly, lemon marmalade jam, pineapple pear jam, raspberry rhubarb jam.

Aku, dan kedua temanku, Yee Ling dan Katie, langsung menyambar croissant dan biskuit, lalu mengoleskan selai di atasnya. Satu, dua, tiga, empat, semua selai kami coba. Rasanya benar-benar lezat, dan real, tanpa bahan pengawet. Hanya buah dan gula/ madu. Jika kalian tahu bagaimana selai yang dijual di supermarket di Amerika Serikat (Smucker's?) kalian akan mengerti, mengapa selai-selai ini kusebut barang berharga.