21 September 2014

Refleksi: Waktu Cepat Berlalu

Jadi, walaupun summer saya tahun ini totalnya empat bulan, tetap saja sebentar lagi saya harus kembali ke realita bahwa saya seorang mahasiswa yang baru beres setengah jalan (atau kurang?). Tentu saja, siapapun rasanya ingin liburan terus, karena hanya ada 'senang' di sana, sementara realita tak hanya menyajikan 'senang' tetapi juga menebarkan pil pahit di mana-mana.

Lingkaran pertemanan saya di Indonesia berhenti di SMA, karena sejak saya pindah ke UWC, otomatis saya tidak mendapatkan 'segerombol' teman baru pada saat yang bersamaan, seperti misalkan kalau masuk universitas baru, dan sebagainya. Karena saya tahu saya pasti kembali suatu saat setelah pendidikan saya selesai, saya harus mempertahankan jaringan yang saya miliki. Manusia tidak bisa hidup sendiri, bukan?

Berdasarkan hal tersebut, saya selalu mencoba bertemu teman-teman saya. Bahkan saya menyengajakan diri berkali-kali ke kampus orang (baca: ITB, karena Unpad terlalu jauh, haha), untuk bertemu beberapa kawan.

Ada satu hal yang saya sadari: waktu benar-benar cepat berlalu.

17 September 2014

Applying UK Student Visa from Indonesia?

Halo, semuanya! Semoga tulisanku kali ini menemukanmu dalam keadaan sehat, amin.

Tiga-empat minggu terakhir aku sering sekali bolak-balik Bandung-Jakarta untuk mengurus visa ke UK, dalam rangka pertukaran mahasiswa. Mungkin aku pernah memberitahumu sebelumnya, tetapi jika belum, aku berencana untuk menghabiskan setahun di University of Cambridge, UK, sebagai mahasiswa pertukaran di Department of Engineering, di bawah program CME (Cambridge-MIT Exchange). Doakan semoga lancar, ya!

16 September 2014

Aku & Buku: Bobol Celengan

Aku baru sadar belakangan ini, bukuku banyak sekali, sebagian besar komik Jepang. Aku mengumpulkannya sejak kelas 3 SD. Tak hanya itu, banyak juga novel dan buku non-fiksi dengan berbagai macam topik. Ibuku, sejak tahun 2000, rutin membeli majalah Intisari (Reader's Digest-nya Indonesia), dan sejak tahun 2010-an juga rutin membeli majalah Kartini. Ayahku, entah sejak kapan berlangganan koran Kompas (mungkin sejak jauh sebelum aku lahir), meskipun harga kertas naik terus.

Yang tersisa dari koleksi Intisari tahun 2000. Ibuku senang membeli Intisari, tapi entah mengapa enggan untuk berlangganan langsung.
Bagiku sendiri, koleksi buku-bukuku ini adalah saksi bisu aku tumbuh, sekaligus salah satu faktor yang membentuk diriku saat ini.

Semuanya bermula dari suatu siang yang terik, saat kelas 3 SD.

11 September 2014

Different Culture, Different Time Frame

I am not an anthropologist, yet I have been observing different time frame concepts in different cultures. It is just really fascinating, to learn how stereotypes ‘suddenly make sense’ when you find the root of them: cultural difference.

Have you ever wondered why Indonesians seem to be always ‘ngaret’ (rubber time, not punctual)? I have come up with my own theories.