25 Desember 2015

Washington DC: Mengapa Kamu Harus ke Sini?

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Ada banyak kota yang menawan di berbagai negara di dunia: Paris, London, New York, Cape Town, Sydney, Hongkong, Tokyo. Lalu mengapa kamu harus ke Washington DC? Apa yang ditawarkan oleh kota satu ini? Bagiku, tak hanya banyak hal yang bisa dilakukan di sini yang membuatku menganjurkanmu untuk ke sini, tapi ada satu hal yang lebih penting: sejarah.

Tidakkah kamu penasaran dengan sejarah negara adidaya seperti Amerika Serikat?


The Capitol. Tempat DPR dan MPR-nya Amerika Serikat.

16 Desember 2015

Lakukan Sekarang

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Ada beberapa hal yang sudah kamu baca. Lifehacks to make your life happier. Tetapi kamu kadang lupa hal-hal tersebut, dibiarkan berdebu di bookmarks Google Chrome milikmu. Mungkin ini saat yang tepat untuk menggali lagi, karena tak ada alasan untuk menghindar: tahun 2015 sudah hampir berakhir.

Seperti menemukan buku ini: The Food Lab, oleh Lopez-Alt. Sains dalam seni memasak. Mencuri-curi membacanya selama satu jam di toko buku tidak cukup, ternyata. Sumber foto dari sini.

Atau mungkin, bolehkah aku menawarkan beberapa hal yang kuanggap luar biasa, dan mungkin berguna untuk mengakhiri tahun barumu dengan senyuman?

14 Desember 2015

2.009 Wrap-up: It's All about a Team

On Monday, December 7th last week, we finally got a chance to show our product on 2.009 Final Presentation (or, Product Launch, you may say). When Studio125 started to install all the lights, projectors, decorations, the day before, I knew that this capstone engineering course finally came to an end. I was both excited and nervous at the same time. We were still debugging on our code until last minute, about 5 hours before the presentation started.

Our little baby, Orion, did well on the presentation!
When the moment arrived, when I sat down on my seat, and they showed us this video, I knew that what I have learned so far, all the time I spent on this project (on last week, I spent almost 50 hours/ week for this class only), was all worthwhile. This video also made me cry, haha. Somehow, it reminded me that I only had 1 semester left in my undergraduate...

(Ps. I know you can't access Vimeo if you are in Indonesia. I would encourage you to use VPN or other magic tricks to open the videos I am posting here, to understand what this whole long post is all about. Also, all the pictures I post here are from 2.009 website, which were taken by 2.009 TAs.)


2015 Countdown from 2.009 @ MIT on Vimeo.

26 November 2015

Waktu

Yang paling mahal memang waktu, ya.

Tinggal 12 hari lagi hingga Presentasi Final. Banyk sekali hal yang masih perlu dilakukan...

Meskipun kurang lebih, lampunya bekerja, masih banyak debugging yang harus dilakukan.

14 Oktober 2015

2.009 Quest: Searching for a 'Perfect Product'

While my mechanical engineering friends in Indonesia have theses or final projects to do in order to graduate, students from the same major at MIT have sort of the same thing. What do we do for our final/ engineering capstone project? Everyone needs to take 2.009: Product Engineering Process class.

We need to come up with a product that has market, and satisfies users' need. Sounds easy, right? Not really. Each of us has to come up with 25 different product ideas in the first week of class, which adds up to 500 ideas per team, or 4,000 ideas in the whole class. Some of my friends come up with even more ideas!

There is nothing such as stupid ideas, they said. Photo taken by (I believe) Georgia.

27 September 2015

Senior Fall

*I no longer update this blog, I have moved to: https://noortitan.wordpress.com. Thanks!

Greetings from MIT!

Tips; Take a pic in Killian court while it's still warm. Picture taken by Zea.
Akhirnya aku masuk tingkat akhir juga, dan rasanya aneh membayangkan kalau aku berhasil sampai ke titik ini. Bukan apa-apa, aku masih ingat kekhawatiranku saat tingkat satu: "Semua orang di sini lebih pintar dariku, apa aku sanggup bertahan dan lulus dari sini?"

12 September 2015

Lingkungan Akademis MIT Tidak Sehat?

Hanya kurang dari seminggu sejak aku kembali ke kampusku di MIT. Setelah satu tahun yang penuh dengan pengalaman baru: pergi dari satu tempat ke tempat lainnya, bertemu orang-orang baru, belajar di tempat yang berbeda, dan berusaha mencari tahu di lingkungan baru, akhirnya aku kembali.

Oh, good ol' Boston.
Seperti biasa, rasanya menyenangkan sekali kembali ke tempat ini dengan perspektif baru yang masih segar. Aku bisa melihat beberapa hal yang dulu sempat luput dari mataku. Aku baru sadar, bahwa ada satu kebiasaan mahasiswa MIT yang cenderung 'berbahaya'. Apakah itu?

14 Agustus 2015

Mahal!

Ketika aku memutuskan pergi ke sebuah minimarket di dekat rumahku, aku terhenyak. Harga cemilan yang dulu tidak terlalu mahal, kini sudah naik drastis. Indomie yang dulu masih berkisar Rp 1.500,00-an, kini sudah di atas Rp 2.000,00. Ke mana saja aku? Apa yang terjadi?

Yang jelas, aku sadar akan salah satu alasan mengapa orang Indonesia jarang minum susu. Dengan GDP yang lebih rendah dari Inggris, dan harga makanan dan kebutuhan sehari-hari yang umumnya lebih rendah dari Inggris, harga 1 liter susunya sama dengan di Inggris. Aku mungkin termasuk orang yang beruntung bisa minum susu setiap hari.

Lalu, mengapa harga-harga mahal sekali? Mengapa kurs USD mahal sekali?


31 Juli 2015

Lulus, Lalu?

Ada yang berbeda saat aku pulang setelah tahun ke-5 di luar negeri yang ingin aku ceritakan sedikit. Untunglah, perbedaan waktu antara India dan Indonesia hanyalah 1,5 jam. Baru kali ini aku merasakan pulang ke haribaan pertiwi tanpa jetlag yang berarti. Sesuatu yang patut disyukuri, bukan?

Jadi bisa langsung jalan-jalan dan wisata kuliner. Wedang ronde di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

08 Juli 2015

Inovasi di Negara Berkembang: Mudahkah?

Kali ini saya akan merangkum banyak hal yang saya pelajari selama waktu saya di India, tentang inovasi, dan konsep 'merubah dunia menjadi tempat yang lebih baik'. Mudahkah?

Kalimat macam, "Saya ingin jadi teknisi andal, supaya saya bisa memajukan negeri ini," terdengar terlalu gamblang dan mudah diucapkan belakangan ini. Ada dua hal besar dalam kalimat itu: teknisi andal, dan memajukan negeri. Berhasil menjadi teknisi andal tidak menjamin proses memajukan negeri, begitupun sebaliknya.

Lalu, apa yang diperlukan untuk mengimplementasikan inovasi di negeri berkembang?

Saya, sedikit banyak, belajar sedikit selama tiga minggu terakhir di India.

Satu: melihat sekitar lebih banyak. Foto ini diambil saat field trip ke perajin tradisional kain sari, kain tradisional di India. Kabarnya benang emasnya terbuat dari emas asli.

06 Juli 2015

Menjadi Turis di Kerala: Boathouse dan Munnar

Masuk minggu kedua di India, peserta program workshop akhirnya mengerucut menjadi sekitar 20 orang. Pekerjaan sebenarnya baru saja akan dimulai, tetapi sebelumnya, kami pergi field trip (dan bersenang-senang) dulu di boathouse dan Munnar.

Ada apa saja di kedua tempat tersebut?

Munnar, diselimuti kabut sore hari. Aku sempat beli jagung bakar di sini untuk makanan berbuka.
Boathouse di Alappuzha.

27 Juni 2015

Kabar Pertama dari India

Baru kali ini aku merasakan sulitnya mendapatkan koneksi internet yang memadai selain di Indonesia. Tidak hanya karena kesibukanku yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga karena aku bergantung pada wi-fi di tempatku tinggal/ workshop/ lab di sini.

Saat ini aku berada di state Kerala, India, berpindah-pindah di antara berbagai kota. Minggu lalu aku ada di Trivandrum untuk TechTop Workshop, saat ini aku berada di Chirayinkil, mulai hari Senin aku akan pergi ke tempat lainnya untuk field trip.

Pantai Shankumugham, Trivandrum. Samudera Hindia bisa kamu lihat jelas. Dari sini aku bisa renang langsung ke Indonesia.

11 Juni 2015

Hatur Nuhun Cambridge!

Program pertukaran mahasiswaku berakhir juga. Dengan begitu, bulan September ini aku harus kembali ke Amerika Serikat, meneruskan kuliahku di MIT. Jika segala sesuatunya lancar, insya Allah aku akan lulus bulan Juni 2016. Sebelum kembali ke Amerika Serikat, aku akan magang di India, lalu pulang ke Indonesia untuk beberapa minggu.

Jadi, bagaimana rasanya setelah setahun (sembilan bulan, satu tahun ajaran) berada di Cambridge?

Seperti punting, mungkin. Terlihat mudah, tetapi sebenarnya tidak.

09 Juni 2015

Ely

What is Ely? It is a city in Cambridgeshire, only 15-20 minutes away from Cambridge by train. So many people have told me that I should go to this small town, not only because it has a beautiful cathedral, but also because of its tearooms.

And it only costed 2.95 Poundsterling for the return ticket, with the railcard!

05 Juni 2015

Easter Projects: Heat Exchanger and Bike Design

Hello, everyone! I have been busy doing my Easter term projects. So, a third year engineering student at Cambridge needs to do two projects after he/ she is done with exams. I chose bicycle design (because there are so many bikes in Cambridge!) and heat exchanger (because I took Thermodynamics, and Heat & Mass Transfer). I learnt a lot from these projects, and I had good team (thanks, team!).

The assembled heat exchanger! His name is Albert.

22 Mei 2015

Afternoon Tea in Grantchester

Last weekend, my friend, Jeremy, a PhD student in Engineering, and I decided to cycle to Grantchester, a tiny town, which is about 5.5 km from our college, or 4 km from Cambridge city center. Grantchester is famous for its tea garden. You can enjoy your afternoon tea, with scones, in the garden.

The shortest way to go there from my college was to take the narrow path in Grantchester meadows. It was such a beautiful day! There were so many yellow-white little flowers, which are the signs of spring here.

Further down the road, there are some cows chilling under the trees.

12 Mei 2015

'Wish You All the Best!'

Belakangan ini, aku sadar akan suatu hal saat aku melihat sosial media milikku. Banyak teman-temanku di Indonesia yang mengunggah foto pesta kejutan ulang tahun teman mereka, atau balon, bunga, selempang, dan makanan untuk teman-teman mereka yang lulus sidang skripsi. Tidak lupa, foto-foto itu dibuat kolase berdempetan banyak, atau kadang cukup satu foto saja dengan semua orang yang terlibat dalam perencanaan acara-acara tersebut.

Apakah makna 'selamat' telah mengecil menjadi unggahan foto sambil memberikan hadiah dan kue macam-macam?

Tulisan kali ini terinspirasi dari ulang tahun temanku. Selamat ulang tahun, semoga segala sesuatunya lancar, ya!

05 Mei 2015

Exam Period at Cambridge

Hello, everyone! I know that I haven't kept up with my blog for a while. There is a lot going on, in my life, especially. Another significant thing that happened in my life for the past two weeks: third year exam at Cambridge.

Apparently, exams at Cambridge happen during Easter term, and they cover materials from the whole year. Yes, there is no midterm at Cambridge, so large percentage (almost 100%?) of final grades of your courses depends on these two weeks.

So, I was locking myself in my room, and having video calls with family and friends. I realized that the exams were coming up, about two weeks before, when I got back from Barcelona. "How am I supposed to learn all these 8 modules in the next two weeks?" I managed it. Don't ask me how. I still sleep properly, eat properly, and have occasional hangouts with my friends.

Like having karaoke with PPI (Indonesian Students Association) at Cambridge. Photo was taken from Shinta's phone.

02 April 2015

Jerapah dan Jelantah

Ada yang terlupa: bahasa pertama. Dengan niat awal membagikan pengalaman lebih pada khalayak yang lebih luas, beberapa bulan terakhir, tulisan dengan tema rupa-rupa selalu kutulis dalam Bahasa Inggris.

Tidakkah kamu lelah? Bukankah banyak kosakata yang tak bisa sepenuhnya diterjemahkan ke bahasa itu? 

Benar, dan tanpa terasa, akhirnya aku terbiasa. Terbiasa tidak mengacuhkan potongan-potongan yang meminta diekspresikan.

Berikut ini karya pendekku dalam bahasa pertama: Jerapah dan Jelantah. Karya sebelumnya, Jika dan Jarak, Jumpa dan Jemari, Jenazah dan Jelaga, Jumat dan Jembatan, serta Jas dan Jenaka, juga bisa dibaca.

Tema kali ini adalah tentang masa kecil. Seperti apakah masa kecilmu? Apa rutinitas yang sering kamu lakukan dulu, tetapi kamu hentikan karena umur, atau merasa sudah tidak sepatutnya untuk dilakukan lagi?

Selamat menikmati.

01 April 2015

Exchange-ception: Barcelona, Spain

I might have told you before that I took Lower Intermediate Spanish class in Michaelmas and Lent terms at Cambridge. Because of that, I signed up for the exchange trip organized by Language Unit of Engineering Department here. 

I did not know how much improvement one week could make to my Spanish (especially, listening) ability.

Yeah Cambridge engineering students in Barcelona! The background was Camp Nou, the stadium for FC Barcelona, but I'm sorry you cannot see it.

22 Maret 2015

Perkenalkan, Namanya Semi

Namanya Semi. Dia hanya datang sekitar tiga bulan dalam setahun, sisanya dia pergi ke tempat yang lebih menerimanya, nomaden antara utara dan selatan. Di pusat khatulistiwa, dirinya tidak dikehendaki, dan kondisinya tidak memadai baginya untuk tinggal. Lagipula, pusat dikuasai oleh raja dari segala raja: musim panas yang sedang.

Namanya Semi. Saat dia tiba dan bertiup di suatu tempat, ruh-ruh di bunga-bunga kecil yang hanya bisa bersembunyi di dalam tanah saat Dingin datang saja terbangunkan, apalagi di pepohonan yang berani meranggaskan seluruh daun-daunnya.

Katanya, 'Semi sudah tiba. Kalian aman dari Dingin sekarang. Tumbuh dan berkembanglah,' lalu serentak daun-daun kecil berebutan keluar dari tangkai pohon, dan kuncup bunga berdesak-desakkan mengambil tempat hingga waktunya tiba untuk merekah.

Tetapi mereka masih bergerombol dekat-dekat, takut Dingin tiba-tiba muncul lagi, mungkin.

13 Maret 2015

Hari 'Keberuntungan'

Tiga, empat, lima, aku menyalip sepeda-sepeda di depanku dengan kekuatan penuh. Kukayuh cepat-cepat sepedaku. Hanya ada lima, empat, tiga menit hingga kuliahku dimulai. Hari ini mungkin akan jadi kali kesekian aku memecahkan rekor bersepeda dari asramaku ke fakultas.

Kubunyikan bel sepedaku keras-keras ketika dua orang di perempatan jalan di hadapanku menyeberang tanpa melihat kiri kanan karena asyik mengobrol. "Minggir, minggir!" teriakku, dan barulah mereka sadar. Untung mereka tidak tertabrak.

Tiga, dua, satu menit lagi. Aku masuk ke parkiran sepeda Fakultas Teknik. Pukul sebelas lebih empat. Kuliahku mulai pukul sebelas lebih lima, tetapi tidak ada parkir sepeda yang kosong. Harus kutaruh di mana sepedaku?

Parkirannya hanya kosong jika kamu datang sebelum pukul sembilan.

10 Maret 2015

Formal at Pembroke College

Approximately two weeks ago, my friends and I went to Pembroke College for a formal hall. It was my first and last formal hall of this term. I wish I could go to more, but as a student who relies on scholarship, I don't have such privilege.

Pembroke was beautiful!

No, please don't start asking me, "Did you drink the wine, Titan?"

02 Maret 2015

Untuk Perempuan Indonesia

Mungkin saya masih terlalu muda untuk berbicara mengenai topik seluas 'Perempuan Indonesia'. Tetapi ada beberapa hal yang menggelitik.

"Tan, kamu ambil Teknik Mesin? Ceweknya sedikit dong?"

"Kamu perempuan, hati-hati kalau sekolahnya ketinggian, nanti lelaki kabur semua."

"Kenapa harus susah-susah belajar, kalau ujung-ujungnya nanti hidupnya hanya berputar di dapur-sumur-kasur?"

22 Februari 2015

Halfway through Cambridge

Lent term has been great! Of course, the classes are challenging and life never gets any easier; but I am surprised by how much I can cope with it. Now, it is week 6 of Lent term in Cambridge, which means that there are only 2 weeks left before the Lent term ends.

Which means... I am halfway through Cambridge!

When I realized that, my head said, "What? So fast! I have done nothing in Cambridge, and I need to go back to MIT soon."

No way! I fall in love with English breakfast already. Where can I get proper English breakfast in Indonesia/ the States?

08 Februari 2015

Jas dan Jenaka

Ada yang terlupa: bahasa pertama. Dengan niat awal membagikan pengalaman lebih pada khalayak yang lebih luas, beberapa bulan terakhir, tulisan dengan tema rupa-rupa selalu kutulis dalam Bahasa Inggris.

Tidakkah kamu lelah? Bukankah banyak kosakata yang tak bisa sepenuhnya diterjemahkan ke bahasa itu?

Benar, dan tanpa terasa, akhirnya aku terbiasa. Terbiasa tidak mengacuhkan potongan-potongan yang meminta diekspresikan.

Berikut ini karya pendekku dalam bahasa pertama: Jas dan Jenaka. Karya sebelumnya, Jika dan Jarak, Jumpa dan Jemari, Jenazah dan Jelaga, serta Jumat dan Jembatan, juga bisa dibaca.

Tema kali ini adalah tentang alter ego. Jika kamu bisa bertukar tempat dan mencoba menjalani kehidupan orang lain selama sehari, orang seperti apa yang akan kamu pilih?

Selamat menikmati.

07 Februari 2015

Snow in Cambridge (Finally!)

I was so happy few days ago, because it finally feels like winter in Cambridge!

Isn't the view outside my room just lovely?

30 Januari 2015

Kenalkan, Ini Ibuku

Sebelum aku pergi merantau, aku tidak mengira seberapa drastis interaksiku dengan ibu akan berkurang. Cintaku dengan beliau memang berat di internet dan zona waktu, rupanya. Kadang beda sebelas, dua belas, atau tiga belas jam; kadang pula beda lima, enam, atau tujuh jam. Tergantung posisiku di mana, dan sedang musim apa.

Boleh jadi memori ibu terisak sambil melambaikan tangan di luar ruang check-in bandara bisa kuputar berkali-kali, tetapi ada lebih banyak hal hal lain yang selalu kuingat dari beliau. Sesuatu yang hanya kusadari setelah berada jauh dari beliau, yang membuatku berpikir, "Aku ingin menjadi seperti ibu di masa depan."

26 Januari 2015

Segera: 2016

"Saat ini aku bekerja di Ibu Kota. Rasanya, kuliah kemarin itu seperti main-main saja. Di sini, hidup benar-benar nyata. Mencari uang itu susah, dan aku harus banting tulang."

"Aku ikut les masak dan sebagainya bukan apa-apa, Tan, tetapi akan tiba waktunya aku harus menikah. Sebagai istri, dan ibu yang baik, aku setidaknya harus bisa memasak makanan favorit keluargaku. Aku tak ingin keluargaku mengandalkan pembantu."

"Sekarang, tiap pulang kuliah aku selalu belajar IELTS. Aku ingin mengejar beasiswa LPDP. Supaya bisa mengejar impian terdalamku: sekolah dan jalan-jalan di luar negeri. Doakan ya, Tan."

Padahal dulu kita semua pernah bermain-main tanpa akhir.

Rasanya masih baru kemarin, main-main riang, tapi tiba-tiba kehidupan sudah menghadang di depan. Foto ini diambil oleh Fadhil Zaky W. saat Tur Budaya SMAN 3 Bandung, tahun 2010 di GWK, Bali. Yo, kelas RSBI!

22 Januari 2015

10 Hal yang Selalu Kubawa ke Manapun

Aku benar-benar tertarik dengan fenomena Hipwee belakangan ini. Dengan pola judul, "X Hal/ Tips/ Objek/ Tempat yang (Subjek) (Predikat) (Objek/ Keterangan)," Hipwee sepertinya mendapatkan tempat tersendiri di hati para aktivis media sosial. Sudah bukan hal yang aneh lagi saat kamu membaca artikel-artikel ini, kamu memencet tombol 'bagikan' agar seluruh temanmu di media sosial membacanya. Motifnya, kadang karena kamu memang suka artikelnya/ relevan dengan keadaan kamu saat itu, kadang untuk menyindir temanmu, atau untuk memberi 'kode'.

Kali ini, perkenankan aku untuk mencobanya. Berikut ini adalah 10 hal yang selalu kubawa ke manapun. Mau saat bepergian di Indonesia, ataupun saat ke luar negeri.

14 Januari 2015

Jumat dan Jembatan

Ada yang terlupa: bahasa pertama. Dengan niat awal membagikan pengalaman lebih pada khalayak yang lebih luas, beberapa bulan terakhir, tulisan dengan tema rupa-rupa selalu kutulis dalam Bahasa Inggris.

Tidakkah kamu lelah? Bukankah banyak kosakata yang tak bisa sepenuhnya diterjemahkan ke bahasa itu? 

Benar, dan tanpa terasa, akhirnya aku terbiasa. Terbiasa tidak mengacuhkan potongan-potongan yang meminta diekspresikan.

Berikut ini karya pendekku dalam bahasa pertama: Jumat dan Jembatan. Karya sebelumnya, Jika dan Jarak, Jumpa dan Jemari, serta Jenazah dan Jelaga, juga bisa dibaca. Selamat menikmati.

13 Januari 2015

Away from London, Oxford and Stonehenge

Besides visiting London, my friend (Anne) and I were also visiting Stonehenge and Oxford over our 5-day adventure in London. First thing first: check the weather forecast when you are going to Stonehenge and if the colleges in Oxford are open. Don't be like us: coming to Stonehenge when the it was windy and raining hard, and coming to Oxford when the colleges are closed for holiday.

Nonetheless, Stonehenge was really cool!

And I'm taller than the Stonehenge!
Oxford, just like Cambridge, is filled with scholarly atmosphere. Totally feel like a world-class university!

Bridge of Sighs, Oxford

07 Januari 2015

Jenazah dan Jelaga

Ada yang terlupa: bahasa pertama. Dengan niat awal membagikan pengalaman lebih pada khalayak yang lebih luas, beberapa bulan terakhir, tulisan dengan tema rupa-rupa selalu kutulis dalam Bahasa Inggris. 

Tidakkah kamu lelah? Bukankah banyak kosakata yang tak bisa sepenuhnya diterjemahkan ke bahasa itu? 

Benar, dan tanpa terasa, akhirnya aku terbiasa. Terbiasa tidak mengacuhkan potongan-potongan yang meminta diekspresikan.

Berikut ini karya pendekku dalam bahasa pertama: Jenazah dan Jelaga. Karya sebelumnya, Jika dan Jarak, juga Jumpa dan Jemari, juga bisa dibaca. Selamat menikmati.

03 Januari 2015

London: My New Favorite

My Indonesian high school friend (yeah, SMAN 3 Bandung!) visited me in Cambridge a week ago. She is doing a bachelor program in Germany, and she hasn't visited England before. So, we decided to spend a week travelling together: Cambridge, Oxford, London, and Salisbury/ Stonehenge.

Man, why is London so beautiful?

Tower Bridge. It makes me galau as well, I think Thames River has a magical power.