22 Januari 2015

10 Hal yang Selalu Kubawa ke Manapun

Aku benar-benar tertarik dengan fenomena Hipwee belakangan ini. Dengan pola judul, "X Hal/ Tips/ Objek/ Tempat yang (Subjek) (Predikat) (Objek/ Keterangan)," Hipwee sepertinya mendapatkan tempat tersendiri di hati para aktivis media sosial. Sudah bukan hal yang aneh lagi saat kamu membaca artikel-artikel ini, kamu memencet tombol 'bagikan' agar seluruh temanmu di media sosial membacanya. Motifnya, kadang karena kamu memang suka artikelnya/ relevan dengan keadaan kamu saat itu, kadang untuk menyindir temanmu, atau untuk memberi 'kode'.

Kali ini, perkenankan aku untuk mencobanya. Berikut ini adalah 10 hal yang selalu kubawa ke manapun. Mau saat bepergian di Indonesia, ataupun saat ke luar negeri.

1. Botol Minum

Botol minum, bagiku adalah hal yang sangat krusial. Apalagi saat di luar negeri, karena minum dari keran langsung bisa menghemat pengeluaran. Air minum botol selain cenderung lebih mahal, juga tidak begitu ramah lingkungan.

Sejak TK, aku selalu pergi ke mana-mana dengan botol minum Tupperware milikku, hingga SMA. Lalu aku sempat beberapa tahun menggunakan Rubbermaid yang memiliki filter tepat di mulut botolnya, sebelum akhirnya kembali ke Tupperware karena anti-bocor.

Karena alasan inilah, aku selalu membawa tas besar ke manapun. Handbag kecil bukan opsi bagiku.

2. Termos

Jika aku pergi ke suatu tempat lebih dari 3 hari, biasanya aku membawa termos. Aku bukan penggemar kopi, tetapi teh (apalagi Prendjak atau teh tarik) adalah salah satu favoritku. Termos milikku adalah hadiah dari Bapakku, bisa untuk cairan panas atau dingin. Lebih sering kugunakan untuk panas sebenarnya, apalagi saat musim dingin.

3. Jam Tangan

Beberapa hari lalu jam bateraiku habis, dan aku harus mengganti baterainya di tukang jam di sini. Mahal!
Meskipun beberapa orang berdalih bahwa sekarang ini kita bisa melihat waktu di layar ponsel, buatku ada yang aneh jika aku keluar asrama/ rumah tanpa mengenakan jam tangan. Rasanya seperti ada yang ganjil/ kurang. 

Jam tangan pertamaku, seingatku, diberikan Ibuku saat kelas dua atau tiga SD. Gambarnya Winnie the Pooh, dengan strap berwarna biru, warna favoritku. Hingga akhirnya rusak saat di kelas lima atau enam, lalu ganti dengan jam yang lebih simpel, berwarna hitam polos. Sampai saat ini, aku lebih senang jam yang kecil, analog, dan warnanya netral (baca: hitam).

4. Obat-obatan

Aku tidak meminum obat-obatan setiap hari, tetapi aku selalu berjaga-jaga membawa obat-obatan tertentu. Antimo, contohnya. Aku tidak bisa pergi ke Yogyakarta dari Bandung tanpa membawa obat yang satu ini.

Obat lainnya yang selalu ada adalah Loratadine, karena spring allergy-ku sering kambuh.

5. Notes dan Pensil/ Pulpen

Apa yang lebih menyebalkan dari inspirasi yang datang tiba-tiba tetapi tidak ada tempat untuk menuliskannya agar bisa diingat nanti? Mungkin sekarang sudah ada ponsel, tetapi tidak ada yang bisa mengalahkan perasaan saat kamu menulis di kertas semua idemu.

Aku selalu membawa post-it notes ke manapun, juga pulpen/ pensil.

6. Tas (Ransel)

Masih menggunakan ransel yang sama hingga sekarang, dari tahun 2011. Wow.
Aku kadang iri dengan teman-teman perempuanku yang terlihat modis dengan tas kecil mereka. Tas seperti itu tidak pernah muat untukku. Aku selalu membawa ranselku ke mana-mana. Dia selalu menjadi salah satu carry on milikku.

Sejak SD, ranselku selalu kubeli di Eiger. Selain kualitas yang terjamin, lifetime produk-produk Eiger juga relatif lama. Seperti tas di atas, umurnya hampir empat tahun, dan sudah kubawa ke tiga benua. Buku kuliah, laptop, botol air minum, payung, semua muat di sini!

7. MP4 Player

Betul sekali. Kadang aku heran sendiri, kenapa aku tidak mendengarkan musik/ radio dari ponsel saja, misalnya. Tetapi, MP4 player ini punya sejarah panjang.

Dulu, aku mendapat cassette player pertamaku saat kelas enam SD. Bapakku memberikannya spesial untukku. Saking senangnya, aku beli beberapa kaset kosong dan merekam apapun. Mulai dari lagu di radio, hingga percakapan yang kudengar di radio. Aku sempat ahli dalam membolak-balikkan kaset untuk merekam lagu, lho!

Zaman berubah, aku mendapat MP4 pertamaku saat SMP. Kemudian, aku memutuskan untuk membeli iPod shuffle yang hilang saat aku me-laundry bajuku. Aku pun kembali ke MP4. 

8. Mint

Ada dua tipe mints yang aku suka: Altoid fat-free yang tidak menggunakan gelatin, dan Trader Joe's green tea mint. Kalau tiba-tiba mengantuk saat kuliah, dua hal ini bisa membantuku untuk tetap terjaga. Sayang sekali, aku mulai kekurangan stok mint. Aku kurang suka permen karet karena setelah itu 'karet'-nya harus kubuang, kurang praktis.

9. Buku Bacaan

Jika aku tahu perjalanan akan panjang, aku pasti mengisi ponsel/ tabletku dengan bahan bacaan/ film. Jika memungkingkan, aku juga akan membawa buku fisik. Buku bacaan ini hal yang krusial, karena kadang saat kamu pergi ke suatu tempat, kamu harus menunggu orang lain, dan sebagainya. Jika ada buku yang bisa kubaca, setidaknya aku tak akan ngedumel sendiri. Karena, siapakah yang suka menunggu?

10. Hand Sanitizer

Aku bukan seorang germaphobe, tetapi aku selalu sedia hand sanitizer di tasku. Mengapa? Kadang ketika kamu ingin makan sesuatu, tetapi tidak tersedia alat makan dan kamu tahu persis sebelumnya bahwa tanganmu tidak steril, maka hand sanitizer will come in handy

Aku juga selalu ngotot memasukkan hand sanitizer ke dalam Ziplock bag untuk botol berisi cairan yang bentuknya sudah terbatas saat melewati airport security. Untuk mereka tidak pernah mengomentari Ziplock bag-ku yang 'gendut'.

Apa 10 hal yang selalu kalian bawa ke manapun? Atau jangan-jangan, ada lebih dari 10 barang yang harus kamu bawa ke manapun? Jangan lupa untuk membagikannya di kolom komentar di bawah ini, ya!

3 komentar:

  1. 10 benda yang dibawanya nyaris sama semua, kecuali nomor 4, 8, 10. Tiga benda itu aja yang saya nggak pernah bawa, sisanya bawa jugaaa. :D Obat hampir nggak pernah bawa, karena jarang sakit.

    Termos juga saya suka bawa, apalagi kalo mendaki. Hehe. Notes, wajib! Buat catat kejadian seru siapa tahu bisa masuk ke novel saya yang baru. Ransel juga, enak soalnya. Semua barang bisa masuk. Terus, mp4 player biasanya saya mengandalkan handphone. Isi handphone cuma buat musik. :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, semoga aku jadi orang sehits kk juga :) Buku terbarunya mau dipublish lagi ya. Keren bgt kk, sukses buat semuanya kk :))

      Hapus
    2. Wah, semoga aku jadi orang sehits kk juga :) Buku terbarunya mau dipublish lagi ya. Keren bgt kk, sukses buat semuanya kk :))

      Hapus