31 Juli 2015

Lulus, Lalu?

Ada yang berbeda saat aku pulang setelah tahun ke-5 di luar negeri yang ingin aku ceritakan sedikit. Untunglah, perbedaan waktu antara India dan Indonesia hanyalah 1,5 jam. Baru kali ini aku merasakan pulang ke haribaan pertiwi tanpa jetlag yang berarti. Sesuatu yang patut disyukuri, bukan?

Jadi bisa langsung jalan-jalan dan wisata kuliner. Wedang ronde di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

Di tahun-tahun sebelumnya, setiap kali aku pulang, aku benar-benar culture shock, berubah menjadi seseorang yang kelewat kritis di minggu-minggu pertama di rumah. "Mengapa di Indonesia begini?" sudah menjadi pertayaan wajib. Kadang, orangtuaku sampai kesal dan menjawab singkat, "Karena ini Indonesia."


Kali ini berbeda. Mungkin, aku memang sudah berubah menjadi orang yang lebih nrimo, atau mungkin aku kembali dari negara yang keadaanya tak jauh beda, India.

Tahun ajaran baru akan menjadi tahun ke-6-ku di luar negeri, sekaligus tahun yang menentukan, karena ini tahun terakhirku di universitas. Insya Allah, setahun dari sekarang aku akan memegang gelar B.S. dari MIT. Hal ini juga yang membuatku bingung belakangan ini, "Setelah lulus, mau ke mana?"

Ada empat opsi: melanjutkan ke jenjang S2, ke jenjang S3, bekerja di luar, atau bekerja di Indonesia.

"Bingung itu wajar. Kamu beruntung, karena sudah mulai bingung setahun sebelum kamu lalus. Lha orang lain? Banyak yang baru mulai bingung di hari wisudanya," kata seorang teman.

Semua orang memicingkan mata mereka padaku, saat aku bercerita tentang kemungkinan bekerja di luar negeri. "Kasihan Indonesia, Tan. Di sini kita butuh teknisi untuk membangun negeri," begitu alasannya.

Semua orang juga memicingkan mata mengenai opsi bekerja di Indonesia. "Susah-susah sekolah di luar negeri, dikasih beasiswa dalam dollar, memangnya kamu mau dibayar dengan rupiah? Nanti tidak balik modal lho."

Belum lagi, pesan-pesan yang dibagikan di grup LINE atau WhatsApp, yang intinya, meneruskan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi itu jangan dijadikan ajang mencari gengsi atau keharusan. Ada baiknya bekerja dulu dan mencari tahu, bidang apa yang ingin dieksplor lebih dalam.

Entahlah, aku bingung. Saat ini opsi yang paling memungkinkan adalah melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Karena dunia memang tidak selebar daun kelor, dan belajar seumur hidup pun tidak akan cukup untuk mengerti tiap sudutnya. Ada rasa kepuasan tersendiri yang didapatkan dari rasa mengerti, yang tidak bisa didapatkan dari kegiatan lainnya.

"Belajar terus, apa kamu tidak lelah?"

Belum. Aku harus belajar lebih banyak agar bisa berbagi lebih banyak di masa depan. Bismillahirrahmanirrahim. Semoga jalanku setahun ke depan lacar.

Blogpost ini juga didedikasikan untuk teman-temanku yang sebagian besar lulus tahun ini. Selamat, dan semoga sukses di kehidupan sebenarnya. Sampai bertemu lagi di puncak kesuksesan yang kita idam-idamkan. Aku percaya kalian pasti bisa mencapainya.

Setidaknya sebulan ke depan aku akan berada di Indonesia. Agendaku cukup padat, namun aku akan mencoba sebisaku untuk membalas surel yang masuk. Terima kasih sudah mau bersabar.

13 komentar:

  1. better to find a job first!
    good luck! XD

    BalasHapus
  2. Selamat ya Mbak Titan bentar lagi lulus,semangat belajarnya. Pengen deh liat ada orang Indonesia seperti Sangeeta Bathia,amin..:)

    BalasHapus
  3. Selamat ya Mbak Titan bentar lagi lulus,semangat belajarnya. Pengen deh liat perempuan Indonesia seperti Sangeeta Bathia:)

    BalasHapus
  4. itu cara ngefoto makanannya gimana? :3

    kalo saran sih bikin startup sama s2 (edan), di bandung mah lagi rame pisan startup, masa mau ketinggalan :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pakai Google Glass, lol.

      Iya, kita lihat saja :)

      Hapus
  5. Kerja dulu di luar kak , mungkin 3 tahun , kecuali klo kak noor titan mau jd dosen

    BalasHapus
  6. Thanks titan untuk blog yg menginspirasi, banyak hal yg aku dapat dari postingan-postinganmu, mungkin karna gaya bahasamu yang enak dibaca seolah olah aku terhanyut dan ada dalam posting yang kau ceritakan( hahaha lebay ya )Semoga lancar untuk tahun penentuan gelar pertamamu..

    BalasHapus
  7. Dear Noor Titan Hartono, perkenalkan, nama saya Indah Oktaviani dari Biologi ITB, tahun ini saya dan rekan-rekan saya tergabung dalam tim iGEM yang akan berkompetisi di Boston dengan penyelenggara dari MIT. Ada hal yang ingin saya tanyakan terkait dengan tempat tinggal di Boston, apabila Noor tidak keberatan, bagaimana saya dapat menghubungi Noor?

    Best Regards,
    Indah Oktaviani

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo, salam kenal!

      Saya tinggal di asrama, jadi kurang tahu. Coba e-mail ke asosiasi mahasiswa Indonesia di MIT ais-mit-info at mit dot edu atau ke e-mail saya akunoortitan at gmail dot com. Saya yakin pasti ada yang bisa bantu.

      See you in Boston!

      Hapus