25 Desember 2015

Washington DC: Mengapa Kamu Harus ke Sini?

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Ada banyak kota yang menawan di berbagai negara di dunia: Paris, London, New York, Cape Town, Sydney, Hongkong, Tokyo. Lalu mengapa kamu harus ke Washington DC? Apa yang ditawarkan oleh kota satu ini? Bagiku, tak hanya banyak hal yang bisa dilakukan di sini yang membuatku menganjurkanmu untuk ke sini, tapi ada satu hal yang lebih penting: sejarah.

Tidakkah kamu penasaran dengan sejarah negara adidaya seperti Amerika Serikat?


The Capitol. Tempat DPR dan MPR-nya Amerika Serikat.

Sejujurnya, aku tak begitu tertarik soal sejarah, apalagi soal sejarah negara selain Indonesia. Aku sedikit tertarik dengan negara yang misterius, seperti Korea Utara misalnya, dan aku sudah menonton beberapa film dokumenter tentang hal itu. Tetapi Amerika Serikat? Aku sudah tinggal bertahun-tahun, dan aku merasa aku cukup tahu tentang negara ini dan kulturnya. Sayangnya, itu semua salah besar.

Pepatah lama yang mengatakan bahwa di balik sebuah negara yang besar, ada sejarah yang panjang itu ada benarnya. Amerika Serikat mengalami sejarah panjang, dimulai dari datangnya bangsa Eropa di tanah Amerika. Selain itu, ada juga perang kemerdekaan dari Inggris Raya, perang sipil, diskriminasi ras, diskriminasi gender, perang dunia, dan banyak lagi.

Guru IPA-ku saat SD dulu pernah bilang, kalau Indonesia ingin jadi negara yang hebat, butuh waktu. Tunggu sampai 2100 atau 2200 nanti. Puluhan tahun merdeka itu belum cukup. Pernyataan beliau ini tidak kusetujui beberapa tahun kemudian, melihat Singapura yang lebih muda tapi lebih berjaya, dengan segala keterbatasannya (energi pun mereka impor dari negara tetangga).


Dari segi tata kota, Washington DC luar biasa tertata, terutama dibandingkan Boston. Lihat saja jalanannya, semuanya serba kotak-kotak dengan lingkaran-lingkaran. Semuanya berpusat di Capitol. Selain itu, navigasi jalan pun jadi jauh lebih mudah, meskipun aku baru pertama kali ada di kota ini. 

Selain itu, lihat posisi Lincoln Memorial dengan World War Memorial, Washington Monument, National Mall, dan US Capitol. Sementara itu, White House (tempat tinggal keluarga presiden) posisinya tegak lurus dari garis tersebut. 

Yang paling kusuka dari DC: trotoarnya luas (baca: enak untuk jalan-jalan!) dan sistem transportasinya yang jauh lebih baik daripada Boston.

Stasiunnya besar, bersih, dan cantik! Selain itu sistemnya lebih baik, dan jadwal subwaynya lebih sering.
Kalau kamu sempat ke kota ini, ada beberapa hal yang harus kamu lakukan:

Washington Monument! Monumen ini dibangun untuk menghargai jasa-jasa George Washington terhadap pembangunan fondasi-fondasi negeri ini. Menariknya, monumen ini tidak dibangun sekali jadi, tetapi butuh waktu sangat lama, dan sempat terhenti beberapa tahun karena kehabisan uang.

Tingginya boleh jadi hanya setengah menara Eiffel di Paris, tetapi nilai sejarahnya bisa diadu.
Selain itu, dari atas Washington Monument, kamu bisa melihat pemandangan 360 derajat kota ini. Kabarnya, saat musim semi, pemandangannya cantik sekali, karena sebagian besar daerah di sekitar monumen ini dihiasi dengan pohon sakura. Satu waktu, Jepang pernah memberikan pohon ini sebagai hadiah pertemanan mereka dengan Amerika Serikat.

Garis lurus, Capitol bisa terlihat di seberang.
Lincoln Memorial! Datang ke sini saat malam hari karena suasananya lebih luar biasa. Aku kurang tahu, tetapi selain patung Abraham Lincoln, ada juga teks di dinding samping bangunannya.

Abraham Lincoln is watching you!
National Air and Space Museum! Museum di bawah Smithsonian Institution memiliki tiket masuk gratis, termasuk yang satu ini. Di sini aku belajar banyak soal sejarah penerbangan di Amerika Serikat, termasuk bagaimana perkembangan roket NASA, serta surat kilat lewat udara. Banyak pesawat yang ditampilkan di sini termasuk pesawat asli! Bahakan ada replika backup Apollo 11 yang dibawa ke bulan (yang tidak jadi dibawa, karena ini hanya backup).

Ukurannya ternyata tidak terlalu besar.
Natural History Museum! Bagiku, museum ini adalah salah satu natural history museum terbaik yang pernah kulihat, selain yang di London. Ingat film Night at the Museum: Battle of the Smithsonian? Setting filmnya ada di museum ini loh. Selain itu, ada juga Hope Diamond, salah satu intan terbesar di dunia.

Juga display museum yang cantik dan luar biasa.
Library of Congress! Salah satu perpustakaan terbesar di dunia ini merupakan rumah dari berbagai koleksi langka. Salah satunya adalah Giant Bible, dan Bible of Gutenberg.

Ruang bacanya pun di atas rata-rata.
National Zoo! Kebun binatang nasional ini terkenal dengan giant panda-nya. Mungkin, baru kali ini aku bisa melihat panda sedekat ini. Sayang, tempatnya kurang terawat. Apa mungkin karena winter ya, jadi banyak hewan yang tidak bisa dibiarkan di luar?

Pandanya terlihat malas sekali.
Capitol! Apakah kamu bisa membayangkan, kalau di basement dari gedung ini ada fasilitas tur yang lengkap? Datang saat jam bukanya, kemudian dapatkan tiket gratis. Turnya benar-benar lengkap, karena aku bisa masuk ke dalam gedung Capitolnya sendiri, dan melihat Statuary Hall-nya juga. Meskipun begitu, bersiaplah dengan ketatnya pemeriksaan saat masuk, kurang lebih sama dengan naik pesawat di bandara manapun di Amerika Serikat.

Statuary Hall yang penuh dengan patung-patung.
Sebenarnya masih ada banyak tempat lain yang kukunjungi, tetapi mungkin yang terpentingnya itu saja. Museum gratis di bawah Smithsonian saja totalnya ada 19 dan tersebar di seluruh Washington DC, selain itu juga ada makam tempat orang-orang penting Amerika disemayamkan, di Arlington Cemetery, yang belum sempat kukunjungi. Selain itu, ada beberapa museum privat lainnya yang harus bayar tiket masuk, tetapi benar-benar worth it.

Untuk teman-teman yang ingin mencari ilmu dengan cara yang seru, mungkin harus mencoba mengunjungi Washington DC. Selain museum kualitas top dengan biaya gratis, kotanya sungguh jaman untuk jalan kaki. Tiap sudutnya tertata rapi, dan orang-orang tidak hidup tergesa-gesa. Semoga kalian bisa mengunjungi kota ini juga, ya!

1 komentar:

  1. Gk cukup satu hari keliling smithsonian...lengkap bgt sepertinya...

    BalasHapus