31 Juli 2015

Lulus, Lalu?

Ada yang berbeda saat aku pulang setelah tahun ke-5 di luar negeri yang ingin aku ceritakan sedikit. Untunglah, perbedaan waktu antara India dan Indonesia hanyalah 1,5 jam. Baru kali ini aku merasakan pulang ke haribaan pertiwi tanpa jetlag yang berarti. Sesuatu yang patut disyukuri, bukan?

Jadi bisa langsung jalan-jalan dan wisata kuliner. Wedang ronde di Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta.

08 Juli 2015

Inovasi di Negara Berkembang: Mudahkah?

Kali ini saya akan merangkum banyak hal yang saya pelajari selama waktu saya di India, tentang inovasi, dan konsep 'merubah dunia menjadi tempat yang lebih baik'. Mudahkah?

Kalimat macam, "Saya ingin jadi teknisi andal, supaya saya bisa memajukan negeri ini," terdengar terlalu gamblang dan mudah diucapkan belakangan ini. Ada dua hal besar dalam kalimat itu: teknisi andal, dan memajukan negeri. Berhasil menjadi teknisi andal tidak menjamin proses memajukan negeri, begitupun sebaliknya.

Lalu, apa yang diperlukan untuk mengimplementasikan inovasi di negeri berkembang?

Saya, sedikit banyak, belajar sedikit selama tiga minggu terakhir di India.

Satu: melihat sekitar lebih banyak. Foto ini diambil saat field trip ke perajin tradisional kain sari, kain tradisional di India. Kabarnya benang emasnya terbuat dari emas asli.

06 Juli 2015

Menjadi Turis di Kerala: Boathouse dan Munnar

Masuk minggu kedua di India, peserta program workshop akhirnya mengerucut menjadi sekitar 20 orang. Pekerjaan sebenarnya baru saja akan dimulai, tetapi sebelumnya, kami pergi field trip (dan bersenang-senang) dulu di boathouse dan Munnar.

Ada apa saja di kedua tempat tersebut?

Munnar, diselimuti kabut sore hari. Aku sempat beli jagung bakar di sini untuk makanan berbuka.
Boathouse di Alappuzha.