22 Agustus 2016

Last Post: I'm Moving!

Saya sudah memustukan. I have decided. I am moving to Wordpress.

There are several reasons, and the process is honestly, really long. Thanks to YouTube and Google, I have all the post on this blog, moved and ready to be read on my Wordpress.

I still haven't figured out how to fix all the backlinks, though; or how to redirect from Blogspot to Wordpress. I hope you like my new blog better.

Here we go: https://noortitan.wordpress.com

Please feel free to visit my new blog. I have added 3 more posts there, which are not published on my Blogspot.


  1. Frequent Flyer
  2. Learning from Singapore: Wildlife Reserves Management
  3. Pengepul Kacang
The past 8 years have been wonderful. I have shared a lot of things with all of you through this blog. I thought the day when I stopped writing here would never come. However, it eventually does.

Thank you for all your support! It's time to move.

Tl;dr Blog saya sudah pindah ke https://noortitan.wordpress.com. Mulai saat ini, saya tidak akan menulis postingan baru di Blogspot saya, tetapi di sana.

20 Juli 2016

Moving to a Better Place?

I have started thinking about different things in the past few days. Actually, the past few weeks. Is it because I no longer have weekly problem sets or final projects due? Or, is it because I have so much free time after working hours, when I am in SUTD student hostel room by myself? Maybe.

Sometimes I find a little pleasure browsing through my YouTube home. Two weeks ago, I was playing “Lelaki Kerdus” repetitively while giggling (or “Yee Tu Hantu”). Yesterday I was woken up in the middle of night, and I randomly checked my LINE group chat. My friend started by asking, “Do you guys know ‘awkarin’?” The conversation rolled, and we ended up discussing how the society has changed so much over time, especially in presence of social networks and influencers.

The fact that I have graduated from college and will be starting my graduate studies this fall also contribute to a lot of ‘thinking sessions’ I have these days. Questions such as, “What do I aspire to be? What am I going to do 5 years down the line? When do I want to move to a more serious terms with my partner?”


30 Juni 2016

Cerita: Mudik Lebaran

Reading time: 6-7 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Masih ingat seri cerita J yang kutulis beberapa bulan lalu? Karena aku ingin kembali menulis sesuatu yang menyenangkan (dan semoga saja cukup ringan/ tidak terlalu abstrak), musim panas kali ini aku ingin meluncurkan seri cerita baru: Cerita. Cerita-cerita yang diunggah akan berpusat pada satu tema, dan aku akan menulis segala hal dengan satu benang merah tersebut.

Semoga saja hal ini cukup menarik untuk rekan-rekan pembaca sekalian. Inilah tema pertama: Mudik Lebaran. Tema pertama, Telepon bisa dibaca di sini.

Memori paling awal bagiku soal mudik kembali ke masa-masaku berumur lima-enam tahun. Kala itu, mendapat tiket kereta rasanya seperti mukjizat, karena benar-benar susah didapat. Apalagi untuk keberangkatan H-3 Lebaran. Kereta api memang menjadi andalan bagi siapapun, karena dia raja di jalanan (bahkan lebih berkuasa dari truk, bus, atau mobil, karena saat kereta lewat, semua harus memberikan jalan).

Sejak kecil, aku sudah familiar dengan satu nama kereta: Lodaya. Semua berawal dari dia.


22 Juni 2016

Current Position: Singapore

*I no longer update this blog, I have moved to: https://noortitan.wordpress.com. Thanks!

Reading time: 2-3 minutes
Language: English

Greetings from Singapore! I don't remember if I have told you this, but I am currently on my second week of research internship at Singapore University of Technology and Design. I am here for six more weeks, working on electric vehicles, especially the cooling system.

Does that sound like a lot of Heat and Mass Transfer? Perhaps, it is. I was scared at the beginning, too. H & MT is not my strength, to be honest. However, I am learning a lot from my mentor!


Driving the P0 (Prototype 0) of the vehicle! With Christabel, my fellow MIT friend.

14 Juni 2016

Cerita: Telepon

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Masih ingat seri cerita J yang kutulis beberapa bulan lalu? Karena aku ingin kembali menulis sesuatu yang menyenangkan (dan semoga saja cukup ringan/ tidak terlalu abstrak), musim panas kali ini aku ingin meluncurkan seri cerita baru: Cerita. Cerita-cerita yang diunggah akan berpusat pada satu tema, dan aku akan menulis segala hal dengan satu benang merah tersebut.

Semoga saja hal ini cukup menarik untuk rekan-rekan pembaca sekalian. Inilah tema pertama: Telepon.

Mungkin generasi yang sepantaran denganku mengerti betul revolusi signifikan dari telepon; saat kami lahir, pager dan telepon rumah mungkin masih jadi andalan. Tetapi sekarang ini, handphone atau telepon genggam telah menjadi raja; bahkan mereka dilabeli 'pintar', seperti ponsel pintar.

Telepon memiliki cerita sendiri untukku.

08 Juni 2016

Graduated.

*I no longer update this blog, I have moved to: https://noortitan.wordpress.com. Thanks!

Reading time: 30 seconds
Language: Bahasa Indonesia

Ucapan selamat mengalir, doa pun membanjiri lebih dari biasanya (saat saya ulang tahun). Sejak kira-kira seminggu yang lalu, saya resmi menyandang gelar sarjana. Jika ditanya bagaimana rasanya, saya akan jawab singkat: biasa saja. Keluar uang, malah, untuk rental regalia dan beli baju terusan (karena kebaya membatasi gerak-gerik saya). Belum, saya harus duduk lama menunggu nama saya dipanggil. Tetapi pidato dari aktor sekaliber Matt Damon membuat saya benar-benar terkagum-kagum dan terinspirasi.

Dan tak ada yang bisa menolak hadiah dari orang-orang terkasih.

16 Mei 2016

Why Gothenburg, Sweden and Chalmers?

Reading Time: 4-5 minutes
Language: English

I spent a week in Gothenburg, Sweden, because me, along with 6 other people, won Chalmers Global Challenge this year (as I have told you before, here). You might wonder, how different is the education system in Sweden (specifically, Chalmers), in comparison to American education system?

I was wondering about the same thing, too...

Hint: there is a (great) balance between work and life. Chalmers, also has a great number of international students!

03 Mei 2016

CV of Failures?

Reading time: 1 minute
Language: Bahasa Indonesia

Beberapa hari terakhir ini, aku melihat satu artikel yang sama yang dibagikan oleh banyak teman-temanku di Facebook. Hasilnya? Tidak peduli berapa kali pun aku memencet tombol F5, artikel itu selalu ada di bagian teratas. Artikel apakah itu?

Professor Johannes Haushofer, Assistant Professor of Psychology and Public Affairs di Princeton University mempublikasikan CV of Failures yang dia miliki. Kebalikan dari kebanyakan orang yang selalu menulis hal yang baik-baik, research grant yang berhasil dimenangkan, atau kompetisi yang berhasil dijuarai, Prof. Haushofer menulis daftar kegagalan yang pernah dia lalui: program S1, S2, S3 yang tidak berhasil beliau masuki, research grant yang tidak berhasil beliau menangkan, beasiswa mana saja yang ditolak, bahkan dari jurnal mana saja research paper-nya ditolak.

CV of Failures milik Prof. Haushofer, diambil dari sini.
Beliau berkata kepada media, bahwa ada baiknya CV of Failures ini digunakan untuk mendapatkan gambaran utuh tentang seseorang, yang kadang terlihat skewed karena kita hanya mengetahui perihal kesuksesan dan hal yang baik-baik saja.

Benarkah?


10 April 2016

Quick Update: Kuis Kartu Pos

Reading time: Quick!
Language: Bahasa Indonesia

Terima kasih untuk para pembaca blog ini, yang sudah berbaik hati meluangkan waktunya untuk mengirimkan entri untuk Kuis Berhadiah Kartu Pos dari Washington DC. Dari kemarin, saya sudah menerima banyak surel yang masuk dari kalian semua, dan I feel so humbled to read how all of you have been influenced with this blog in so many different ways.

Berita baiknya adalah...

I got global stamps several days ago!

03 April 2016

Musim Semi Washington DC: Sakura! (+Kuis Berhadiah Kartu Pos)

Reading time: 2-3 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Beberapa hari yang lalu, aku sempat bolos kuliah (jangan ditiru, ya) untuk mengurusi beberapa hal soal visa di Washington DC. Tiba-tiba aku ingat, "Oh ya, Tom Lamberth (kepala program wilderness di UWC) dulu pernah memberikan kartu pos dengan National Mall berlatarkan pohon sakura."

Kurang lebih seperti ini. National Mallnya jadi kelihatan kecil, bukan?
Lalu, aku berpikir, kalau aku booking tiket pesawatnya berangkat lebih pagi dan pulang lebih malam, mungkin aku sempat jalan-jalan ke tempat yang banyak sakuranya!


Spring Break: DLab Project di Kolombia (2)

Reading time: 2-3 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Selain mengerjakan prototipe, seperti yang telah kuceritakan sebelumnya, kami sempat jalan-jalan ke berbagai tempat di Bogota dan sekitarnya. 

Naik Teleferico ke Monserrate!

28 Maret 2016

Lebih Rasional Berekonomi

Reading time: 2-3 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Beberapa waktu lalu, aku mendapat rekomendasi buku dari temannya temanku. Buku ini menyentil, dan membuatku berkata, "Oh, ternyata manusia itu tidak selalu berpikir 'rasional'." Buku ini juga menjawab pertanyaan tentang sikap-sikap manusia yang kadang tak masuk akal. Buku yang ditulis oleh Professor Ekonomi di MIT ini, tergolong ringan, dan harus kamu baca jika ingin menyadari sikapmu sendiri saat berekonomi (kata singkat dari "memutuskan melakukan sesuatu, given all the possibilities").

Judul bukunya, Predictably Irrational by Dan Ariely. Kali ini, aku hanya akan memberikan ringkasan singkatnya. Semoga kalian semua lebih tergelitik untuk membaca bukunya sendiri, hehe.

Sering kali, asumsi ekonomi yang orang-orang lakukan adalah, "Manusia berpikir rasional." Tetapi, ternyata ada banyak caveats dari asumsi ini, dan kadang membuat kita berpikir irasional dalam memutuskan suatu hal. Perilaku ini diamati oleh Dan Ariely, selaku behavioral economist. Berikut ini garis-garis besar dari caveats yang Ariely berikan di bukunya.


26 Maret 2016

Spring Break: DLab Project di Kolombia (1)

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia
Bagian keduanya bisa dibaca di sini

Seperti yang pernah aku ceritakan di sini, akhirnya spring break kali ini aku habiskan di Kolombia, di sekitar Bogota, untuk bekerja dalam project yang kulakukan di kelas Development Lab-ku semester ini: membantu petani serbuk sari dari lebah. Dua minggu sebelumnya, aku sempat deg-degan karena pasporku masih di Kedubes Swedia, untung dikembalikan secepatnya, via FedEx. Maafkan mahasiswi buang-buang uang untuk FedEx seperti aku, ya Allah.

Sejujurnya, aku tak punya banyak 'waktu transisi' untuk mempersiapkan keberangkatanku ke Kolombia ini. Tiga hari terakhir sebelum berangkat, aku sibuk dengan graduate school open house Mechanical Engineering Department di MIT. Bahkan karenanya, aku harus bolos banyak kelas, dan merasa kelelalahan luar biasa karena 'bersosialisasi' seharian penuh. Packing pun kulakukan seadanya, secepatnya. Satu hal yang kulupakan: check-in online. Akibatnya, di dua penerbangan yang penuh turbulensi, aku dapat tempat duduk paling belakang, di ekor pesawat, dan guncangannya benar-benar terasa. Badanku pun tak enak sepanjang perjalanan. Maklum, sejak kecil aku sering mabuk kendaraan.

Bienvenidos a Colombia!

06 Maret 2016

Pentingkah Magang*?

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia

*Magang: Tak harus di perusahaan besar, bantu proyek dosen atau volunteer di NGO juga bisa.

Musim bergulir, semester berlalu, tak terasa libur semester akan segera tiba. Untuk teman-teman yang sedang berkuliah, mungkin sudah merencanakan untuk liburan berasama keluarga atau teman-teman. Tetapi, benarkah kita perlu tiga bulan penuh untuk liburan?

Beberapa temanku di sini sudah kasak-kusuk mencari tempat magang sejak kembali ke kampus bulan September. Istilahnya, musim panas belum juga usai, tetapi mengapa harus sudah mulai mencari magang untuk musim depan?

Di berapa kurikulum kampus di Indonesia, magang/ kerja praktik diganjar beberapa SKS dan dilaksanakan selepas tingkat dua atau tingkat tiga. Di samping memenuhi syarat kelulusan, haruskah tiap liburan kita tetap magang?

Melihat teman-temanku di sini, jawabannya cukup jelas: ya. Ya, tiap liburan ada baiknya diusahakan untuk magang.


24 Februari 2016

Semester Terakhir dan Pilihan yang Banyak

Reading time: 2-3 minutes
Language: Bahasa Indonesia


Halo, semuanya! Apa kabar? Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan dan kelancaran untuk semua urusanmu, ya.

Kali ini, aku ingin bercerita sedikit soal semester terakhirku di MIT, termasuk apa saja kegiatanku belakangan ini. Sebenarnya, aku hanya butuh dua kelas untuk wisuda (tidak ada skripsi, karena semester lalu aku sudah selesai mengerjakan final project-ku), tetapi untuk mempertahankan status F-1 visa holder (student visa), aku harus registrasi full time, minimal tiga kelas. Lagipula, terlalu banyak kelas yang masih ingin aku ambil, yang tidak sempat kuambil di tahun sebelumnya!

Kurang lebih jadwalku seperti ini.

03 Februari 2016

IAP: First Time for Everything

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Jika IAP tahun 2014 aku sempat membuat truffle cokelat sendiri, dan ikut training supaya bisa menggunakan mesin mill dan lathe; jika IAP tahun 2013 aku sempat belajar main anggar, belajar programming Python, jalan-jalan ke Worcester, dan kerja sambilan di admission office, IAP tahun ini aku mencoba hal-hal baru! Mungkin kalian sempat membaca satu-dua entri di blogpost sebelumnya, tentang daily reflection-ku.

Kali ini aku ingin menyajikan laporan lengkap tentang beberapa hal yang kulakukan selama IAP terakhirku sebagai undergraduate, mulai dari bergabung dengan MIT Urban Risk Lab untuk membantu project Emergency Preparedness Hub mereka, mengambil kelas Cross-Cultural Collaboration (demi menjadi kolaborator lebih baik dalam satu tim), bermain ski, ikut workshop Japanese Tea Ceremony, dan ikut workshop Ikebana, atau seni merangkai bunga dari Jepang.

Workshop ikebana pertamaku! Bunga dan alat-alatnya mereka sediakan.

29 Januari 2016

Bahaya Arsenik Mengintai di Air Minum Kita

Reading time: 4-5 minutes
Language: Mostly Bahasa Indonesia
Arsenic poisoning from wells is getting worse in India and other parts of Asia, harming millions while scientists scramble to find safer sources. -Katy Daigle
Ketika mencari sumber untuk mengetahui lebih dalam soal kontaminasi di air minum, saya menemukan satu artikel yang menarik, oleh Katy Daigle yang dipublikasikan di Scientific American, 1 Januari 2016 lalu, yang berjudul Death in the Water. Ada bahaya yang mengintai negeri kita, yang mungkin tidak kita perkirakan sebelumnya. Fakta yang tertera di post kali ini berasal dari artikel ini.

Masih ingat kasus Munir yang dibunuh dengan diracun arsenik? Jika elemen kimia satu ini tidak sengaja tertelan di atas batas ambang, sudah dipastikan nyawa melayang. Tak ada cara yang mudah untuk mendeteksi racun satu ini, karena dia tidak berbau, berwarna, atau berasa. Berbeda dengan racun sianida, yang terasa seperti almond pahit, dan bisa terdeteksi dalam jumlah signifikan.

Di India, kontaminasi air oleh arsenik sudah bukan hal yang baru. Ada banyak cara yang dilakukan untuk menghindari meminum air terkontaminasi ini, salah satunya adalah dengan menggunakan filter dan menghindari mengebor sumur di area tertentu. Selain berbahaya jika tertelan, air yang terkontaminasi arsenik juga berbahaya bagi kulit kita jika sering terpapar (misalkan, menggunakannya untuk mandi). Saintis menemukan, berdasarkan hasil mapping, kalau Indonesia merupakan area yang rentan oleh air yang terkontaminasi arsenik. Bagaimana bisa?


IAP Daily Reflection 2

Reading time: 4-5 minutes 
Language: English
Part 1 can be found here

As a part of our Cross-cultural Collaboration class (which I talked about in previous post), we have to write a daily reflection. For some people, it might be hard to keep in track and not slack off. For me, I was really happy to get this assignment. As you probably know by now, I love writing, but I have been slacking off and finding 'busy' as a strong excuse not to write more.

Just a quick recap: this IAP (Independent Activities Period, MIT term for 1-month long winter term), besides taking Cross-cultural Collaboration (CCC), I am also doing a UROP (Undergraduate Research Opportunity) with MIT Urban Risk Lab. The rest of the time? I am just learning how to cook, bake, and going to different museums, haha.

So, this is what I have done so far in the second week of January (which is taken from my assignment).

22 Januari 2016

Reply 1988: Kehangatan Keluarga

Reading time: 4-5 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Bagi mereka yang mengenalku dekat, mungkin tahu persis seberapa sering aku menonton drama Korea. Jika beberapa orang lebih senang menonton TV Shows dari Amerika, aku lebih senang menonton drama dari negeri ginseng. Mungkin salah satu faktornya adalah karena aku cenderung feelings-oriented, karakter tipikal dari drama Korea.

Salah satu drama yang masuk ke dalam Hall of Fame drama Korea versi Titan baru-baru ini adalah Reply 1988. Ada banyak detail yang membuat perasaanku hangat. Kurang lebih sama dengan perasaan orang banyak begitu mendengar kisah Hachiko, si anjing yang setia terhadap tuannya.

Apa sih yang spesial dari Reply 1988? (Mungkin aku sedang berada dalam fase denial karena dramanya akhirnya tamat)

Mungkin karena pemeran utamanya terasa begitu dekat dengan kita.

16 Januari 2016

IAP Daily Reflection 1

Reading time: 4-5 minutes
Language: English
Part 2 can be found here

As a part of our Cross-cultural Collaboration class (which I talked about in previous post), we have to write a daily reflection. For some people, it might be hard to keep in track and not slack off. For me, I was really happy to get this assignment. As you probably know by now, I love writing, but I have been slacking off and finding 'busy' as a strong excuse not to write more.

Just a quick recap: this IAP (Independent Activities Period, MIT term for 1-month long winter term), besides taking Cross-cultural Collaboration (CCC), I am also doing a UROP (Undergraduate Research Opportunity) with MIT Urban Risk Lab. The rest of the time? I am just learning how to cook, bake, and going to different museums, haha.

So, this is what I have done so far in the first week of January (which is taken from my assignment).

15 Januari 2016

Concern: Menjadikannya Hal Produktif

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Angkat tanganmu kalau kamu pernah merasa gelisah atau khawatir akan sesuatu. Setiap hari kita pasti mengalaminya, bukan? Bahkan kadang, pikiran dan aktivitas jadi terganggu karena satu hal kecil itu.

Musim dingin kali ini aku mengambil kelas, Cross-cultural Collaboration, dengan mahasiswa pertukaran dari Singapura (SUTD - Singapore University of Technology and Design). Singkatnya, mata kuliah satu ini mengajarkan bagaimana bekerjasama di dalam tim yang terdiri dari berbagai kultur. Pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya? Aku yakin kalian semua pernah mengalaminya, apalagi di universitas, di mana setiap orang datang dari tempat yang berbeda.

Ada satu topik yang menarik dari kelas ini. Bagiku, topik satu ini pasti sangat berguna untukku baik sekarang ataupun di masa depan: cara menghadapi concern (terjemahan bebas: kekhawatiran?).

Ayo belajar menjadikan kekhawatiranmu lebih produktif!