03 Februari 2016

IAP: First Time for Everything

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Jika IAP tahun 2014 aku sempat membuat truffle cokelat sendiri, dan ikut training supaya bisa menggunakan mesin mill dan lathe; jika IAP tahun 2013 aku sempat belajar main anggar, belajar programming Python, jalan-jalan ke Worcester, dan kerja sambilan di admission office, IAP tahun ini aku mencoba hal-hal baru! Mungkin kalian sempat membaca satu-dua entri di blogpost sebelumnya, tentang daily reflection-ku.

Kali ini aku ingin menyajikan laporan lengkap tentang beberapa hal yang kulakukan selama IAP terakhirku sebagai undergraduate, mulai dari bergabung dengan MIT Urban Risk Lab untuk membantu project Emergency Preparedness Hub mereka, mengambil kelas Cross-Cultural Collaboration (demi menjadi kolaborator lebih baik dalam satu tim), bermain ski, ikut workshop Japanese Tea Ceremony, dan ikut workshop Ikebana, atau seni merangkai bunga dari Jepang.

Workshop ikebana pertamaku! Bunga dan alat-alatnya mereka sediakan.

Menjadi undergraduate research assistant di MIT Urban Risk Lab merupakan kesempatan langka bagiku untuk melakukan sesuatu sesuai dengan passion-ku: using engineering to make this world a better place. Karena itu, aku sangat bersemangat selama satu bulan IAP melakukan riset literatur tentang berbagai macam emergency water treatment yang sudah terbukti sukses di masyarakat. Desain water treatment yang aku kerjakan ini, pada akhirnya akan menjadi bagian dari Emergency Preparedness Hub, sebuah hub yang memiliki sistem komunikasi, energy harvesting, cooking, memasak, dan water treatment untuk di-deploy di daerah rawan gempa bumi (ya, maaf terlalu banyak istilah dalam Bahasa Inggris).

Ini pertama kalinya aku bekerja dengan non-engineer, karena lab satu ini berada di bawah MIT School of Architecture and Planning. Pekerjaan research scientist dan professorku di lab ini keren-keren, desain mereka ciamik. Luar biasa.

Normal state dari Urban Risk Lab.
Kemudian, aku juga mengambil kelas Cross-Cultural Collaboration yang benar-benar berguna. Aku sempat menuliskan sedikit tentang bagaimana kelas ini membantu untuk menjadikan keresahanmu sebagai hal yang produktif. Sayangnya, hal ini susah sekali diterapkan, ketika aku menghadapai sesuatu tiga hari terakhir. Haha.

Kemudian, dengan teman-teman dari Singapura (dari kampus SUTD) yang sedang mengambil kelas IAP di sini, aku ikut pergi ski dengan mereka.

Jangan tanya aku jatuh berapa kali. Sampai sekarang pun memarku belum hilang!
Selain itu, aku ikut Japanese Tea Ceremony. Sayang sekali, karena peserta yang membludak, kami hanya bisa duduk dan menonton. Walaupun gitu, kami mendapat kue beras manis sebagai teman untuk matcha (teh hijau) asli pahit yang kami dapatkan juga.

Perangkatnya pun dibawa langsung dari Jepang, katanya.
Kemudian, MISTI-Japan juga mengundang salah satu ikebana master yang tinggal di Boston untuk mengajari kami dasar-dasar seni merangkai bunga. Salah satu prinsipnya adalah bagaimana menempatkan objek (paling tinggi, dalam hal ini, bunga lavender), relatif terhadap objek lain (bunga mawar merah muda yang ada di tengah), yaitu harus membentuk sudut 45 derajat dari samping. Selain itu, seni dari ikebana gaya satu ini adalah keasimetrisan penempatan bunga, namun juga menjaganya tetap cantik dan apik.

Bunga segar yang dipersiapkan untuk kami semua.

Peralatan yang harus dimiliki.

Hasil ikebana milikku! Cantik bukan?
Selain itu, aku dan teman-temanku sempat mencoba tempat makan baru di Boston: restoran Mexico yang kabarnya paling otentik di seantero Boston. Aku memesan ikan, dan kami juga mendapat nachos sebagai appetizer, dan tortilla hangat sebagai pengantar makan. Seperti biasa, pasti ada salsa, nasi, dan refried beans.

Bahkan mejanya pun dibuat dari ubin yang sangat tipikal dari Mexico.
Hari ini adalah hari pertama spring semester, yang merupakan semester terakhirku di MIT. Bulan Juni nanti aku lulus, insya Allah, karena bahkan aku sudah mendaftar untuk masuk June degree list segala, haha. Jika semua lancar, orangtuaku mungkin bisa melihatku jalan di atas stage dan menerima diplomaku. Doakan saja, ya, semuanya berjalan dengan lancar.

Bismillahirrahmanirrahim, semangat memulai semester baru!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar