03 April 2016

Spring Break: DLab Project di Kolombia (2)

Reading time: 2-3 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Selain mengerjakan prototipe, seperti yang telah kuceritakan sebelumnya, kami sempat jalan-jalan ke berbagai tempat di Bogota dan sekitarnya. 

Naik Teleferico ke Monserrate!
Dengan biaya tiket yang cukup murah (10,000 COP -Colombian Pesos, sekitar 3.33 USD), kami mendapat tiket naik dan turun cable car ini. Dari bawah, gunungnya sendiri terlihat sangat curam, dan kami pun bertanya-tanya dalam hati, "Kalau kabel bajanya tiba-tiba putus di tempat, berapa persen kemungkinan kami akan hidup?"

Pemandangan dari Teleferico.
Ternyata kami bisa tiba di puncak Monserrate dengan selamat! Terima kasih bapak-ibu enjinir yang sudah mendesain cable car dengan safety factor yang entah berapa, haha.

Sesampainya di atas, kami sudah disambut dengan pemandangan kota yang benar-benar cantik. Bogota ternyata sangat luas.

Subhanallah, cantik sekali, bukan?
Aku melihat pemandangan ini dengan terbengong-bengong. Cuaca hari itu benar-benar cerah, hanya sedikit awan menutupi batas horizon. Selain itu, aku bisa melihat sudut-sudut kota dengan jelas.

Di Monserrate, ada juga gereja kecil dan tempat-tempat turis lainnya. Karena saat kami ke sana adalah minggu Paskah, tepatnya hari Kamis (saat Kamis Putih), orang-orang berbondong-bondong pergi ke gereja kecil di sana.

Selain itu, ada juga 'sumur keberuntungan'. Sayang, kemampuan Bahasa Spanyolku tidak cukup baik untuk mengerti apa petunjuk yang dituliskan di sana. Kalau tidak salah, jika kamu lempar koin, kamu akan beruntung.

Sumur keberuntungan di sebelah kiri, dan lonceng di sebelah kanan. Dari pakaian pengunjungnya, kamu bisa menerka seberapa panas cuacanya, bukan?
Setelah turun dari Monserrate, kami pergi ke Museum Emas. Bogota, terkenal dengan legenda El Dorado-nya. Orang Spanyol menjajah dataran tinggi ini karena emasnya. Salah satu suku asli di Kolombia, memiliki ritual membalurkan bubuk emas ke sekujur tubuh mereka sebelum menceburkan diri ke Danau Guatavita. Setelah itu, mereka juga melempar berbagai perhiasan dari emas ke dalam danau, sebagai persembahan untuk dewi yang bersemayam di danau tersebut. 

Karena itu, penjajah Spanyol pun berusaha untuk mencari sisa-sisa emas tersebut di dasar danau, tetapi sayangnya mereka tidak menemukan banyak hal.

Salah satu art piece yang menggambarkan ritual tersebut.
Menariknya, di depan Museum Emas, aku juga melihat llama yang ditarik pemiliknya ke sana kemari. Katanya, kalau mau foto dengan llama, kita harus bayar, haha.

Llama menggemaskan!
Selain itu, karena saat itu adalah hari Kamis Putih, kantor-kantor tutup, dan sekolah-sekolah diliburkan. Jalan-jalan pun ditutup, untuk CFD (mereka menyebutnya Ciclovia yang artinya "jalan untuk sepeda"). Jalan yang ditutup bisa berkilo-kilometer, mungkin ada puluhan; berbeda jauh dengan CFD di Indonesia yang jalannya hanya ditutup maksimum 5-10 km.

Di Ciclovia, aku menemukan banyak hal yang mirip di Indonesia. Benar-benar mengingatkanku pada rumah.

Pedagang buah dan jus! Ada mangga juga.
Orang-orang bermain catur di pinggir jalan.
Kemudian, sorenya kami pergi ke Plaza Usaquen, tempat orang-orang berjualan cenderamata di pinggir jalan, alun-alun, dan gereja. Saat sedang asyik menawar, tiba-tiba kami melihat parade orang-orang yang berjalan menuju gereja sambil menembangkan kidung-kidung. "Oh iya, ini Kamis Putih," begitu pikirku sekali lagi.

Pastornya di depan, di bawah tenda kecil, dan pengikutnya di belakang.
Inilah cerita singkatku di Bogota. Kuharap aku bisa mampir ke tempat ini lagi di masa depan, dan mengunjungi kota lainnya di Kolombia, seperti Medellin, yang katanya merupakan kota panutan sedunia mengenai perkembangan tata kotanya (anyone knows urban planning?). 

Untuk menutup, berikut ini, video prototipe kami di Kolombia, haha. Cheers!

3 komentar:

  1. Titan apakah MIT selalu menawarkan kerja praktek,peneliatin dan lain sebagainya selalu ke negara berkembeng? (Stelah sbelumnya ke india)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tidak kok, opsinya ada banyak. Saya kemarin sempat ke Jerman juga: http://noortitan.blogspot.com/2014/05/internship-at-jacobs-university-bremen.html

      Hapus
  2. Oh iya bner, sebelum student exchange ke Cambridge kamu sempet internship ke German.

    BalasHapus