29 Januari 2016

Bahaya Arsenik Mengintai di Air Minum Kita

Reading time: 4-5 minutes
Language: Mostly Bahasa Indonesia
Arsenic poisoning from wells is getting worse in India and other parts of Asia, harming millions while scientists scramble to find safer sources. -Katy Daigle
Ketika mencari sumber untuk mengetahui lebih dalam soal kontaminasi di air minum, saya menemukan satu artikel yang menarik, oleh Katy Daigle yang dipublikasikan di Scientific American, 1 Januari 2016 lalu, yang berjudul Death in the Water. Ada bahaya yang mengintai negeri kita, yang mungkin tidak kita perkirakan sebelumnya. Fakta yang tertera di post kali ini berasal dari artikel ini.

Masih ingat kasus Munir yang dibunuh dengan diracun arsenik? Jika elemen kimia satu ini tidak sengaja tertelan di atas batas ambang, sudah dipastikan nyawa melayang. Tak ada cara yang mudah untuk mendeteksi racun satu ini, karena dia tidak berbau, berwarna, atau berasa. Berbeda dengan racun sianida, yang terasa seperti almond pahit, dan bisa terdeteksi dalam jumlah signifikan.

Di India, kontaminasi air oleh arsenik sudah bukan hal yang baru. Ada banyak cara yang dilakukan untuk menghindari meminum air terkontaminasi ini, salah satunya adalah dengan menggunakan filter dan menghindari mengebor sumur di area tertentu. Selain berbahaya jika tertelan, air yang terkontaminasi arsenik juga berbahaya bagi kulit kita jika sering terpapar (misalkan, menggunakannya untuk mandi). Saintis menemukan, berdasarkan hasil mapping, kalau Indonesia merupakan area yang rentan oleh air yang terkontaminasi arsenik. Bagaimana bisa?


IAP Daily Reflection 2

Reading time: 4-5 minutes 
Language: English
Part 1 can be found here

As a part of our Cross-cultural Collaboration class (which I talked about in previous post), we have to write a daily reflection. For some people, it might be hard to keep in track and not slack off. For me, I was really happy to get this assignment. As you probably know by now, I love writing, but I have been slacking off and finding 'busy' as a strong excuse not to write more.

Just a quick recap: this IAP (Independent Activities Period, MIT term for 1-month long winter term), besides taking Cross-cultural Collaboration (CCC), I am also doing a UROP (Undergraduate Research Opportunity) with MIT Urban Risk Lab. The rest of the time? I am just learning how to cook, bake, and going to different museums, haha.

So, this is what I have done so far in the second week of January (which is taken from my assignment).

22 Januari 2016

Reply 1988: Kehangatan Keluarga

Reading time: 4-5 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Bagi mereka yang mengenalku dekat, mungkin tahu persis seberapa sering aku menonton drama Korea. Jika beberapa orang lebih senang menonton TV Shows dari Amerika, aku lebih senang menonton drama dari negeri ginseng. Mungkin salah satu faktornya adalah karena aku cenderung feelings-oriented, karakter tipikal dari drama Korea.

Salah satu drama yang masuk ke dalam Hall of Fame drama Korea versi Titan baru-baru ini adalah Reply 1988. Ada banyak detail yang membuat perasaanku hangat. Kurang lebih sama dengan perasaan orang banyak begitu mendengar kisah Hachiko, si anjing yang setia terhadap tuannya.

Apa sih yang spesial dari Reply 1988? (Mungkin aku sedang berada dalam fase denial karena dramanya akhirnya tamat)

Mungkin karena pemeran utamanya terasa begitu dekat dengan kita.

16 Januari 2016

IAP Daily Reflection 1

Reading time: 4-5 minutes
Language: English
Part 2 can be found here

As a part of our Cross-cultural Collaboration class (which I talked about in previous post), we have to write a daily reflection. For some people, it might be hard to keep in track and not slack off. For me, I was really happy to get this assignment. As you probably know by now, I love writing, but I have been slacking off and finding 'busy' as a strong excuse not to write more.

Just a quick recap: this IAP (Independent Activities Period, MIT term for 1-month long winter term), besides taking Cross-cultural Collaboration (CCC), I am also doing a UROP (Undergraduate Research Opportunity) with MIT Urban Risk Lab. The rest of the time? I am just learning how to cook, bake, and going to different museums, haha.

So, this is what I have done so far in the first week of January (which is taken from my assignment).

15 Januari 2016

Concern: Menjadikannya Hal Produktif

Reading time: 3-4 minutes
Language: Bahasa Indonesia

Angkat tanganmu kalau kamu pernah merasa gelisah atau khawatir akan sesuatu. Setiap hari kita pasti mengalaminya, bukan? Bahkan kadang, pikiran dan aktivitas jadi terganggu karena satu hal kecil itu.

Musim dingin kali ini aku mengambil kelas, Cross-cultural Collaboration, dengan mahasiswa pertukaran dari Singapura (SUTD - Singapore University of Technology and Design). Singkatnya, mata kuliah satu ini mengajarkan bagaimana bekerjasama di dalam tim yang terdiri dari berbagai kultur. Pernah mengalami hal seperti itu sebelumnya? Aku yakin kalian semua pernah mengalaminya, apalagi di universitas, di mana setiap orang datang dari tempat yang berbeda.

Ada satu topik yang menarik dari kelas ini. Bagiku, topik satu ini pasti sangat berguna untukku baik sekarang ataupun di masa depan: cara menghadapi concern (terjemahan bebas: kekhawatiran?).

Ayo belajar menjadikan kekhawatiranmu lebih produktif!